Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 10, 2009
Oleh Herman RN
Mulanya saya berpikir terlalu berlebihan Soekarno mengeluarkan pernyataan “Ganyang Malaysia”, sebab Indonesia dan Malaysia adalah serumpun; Melayu. Bahkan, dalam pandangan saya, jika saja Indonesia dan Malaysia bersatu, puak-puak Melayu akan menjadi bangsa yang kuat, disegani, ditakuti, dan dihormati oleh rumpun lain di dunia ini. Nyatanya, kemelayuan pulalah yang membuat saya bertanya, “Ada apa sebenarnya dengan Melayu-Indonesia dan Melayu Malaysia”.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 8, 2009
oleh Fittriyani
Suatu hari seekor ayam sedang mengais-ngais tanah untuk mendapatkan makanan, mungkin saja ia bisa mendapatkan seekor cacing tanpa menunggu majikannya memberikannya makan. Melihat ayamnya kelaparan sang majikan segera mengambil beberapa biji makanan kemudian memberikannya pada si ayam. Majikannya adalah seorang kakek-kakek yang sudah tua. Kakek itu bernama Ibrahim, tapi sering di panggil Kek Him serta kakek itu terkenal dengan suaranya yang besar, walaupun menurutnya ia berbicara dengan suara kecil, tapi bagi orang lain suaranya itu dapat membangunkan orang yang sedang tidur nyenyak.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Dogeng | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 7, 2009
Edi Miswar Mustafa
Tanpa sengaja aku menemukan surat-surat simpanan ibu. Sungguh, benar-benar tak menyangka bahwa ibuku demikian harum di masa mudanya. Telah kuhitung semuanya; semua berjumlah 569 pucuk surat . Dan, kiranya, bukan dari ayahku. Hm … apakah ibu selingkuh? Tapi hanya dari laki-laki itu seorang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 5, 2009
oleh Herman RN
sumber: http://www.serambinews.com/news/panopticon-di-panggung
Mulanya ruangan itu gelap, perlahan sebuah cahaya dari atas jatuh tepat di tengah panggung, memantulkan sesosok lelaki tua, kumal, rambut berantakan, pakaian acak-acakan, tetapi sorot matanya bagai harimau siap menerkam. Lelaki itu duduk terjuntai di sebuah ayunan yang sesekali mengesankan hantu pakis kehilangan paku di kepala. Di sudut yang lain, dari lubang-lubang sebesar talam, keluar beberapa sosok mirip semut keluar dari sarang. Empat ekor ‘semut’ itu kemudian panik mendengar sesuara; suara berita di radio pecah, suara tembakan, suara jeritan, tangisan, dan sesuara yang sulit dimaknai sebagai sebuah kata.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 4, 2009
Darussalam, 18 – 20 Juli 2009
A. KETENTUAN UMUM
Lomba Baca Puisi Se-Aceh 2009 Tema “Unsyiah Jantoeng Hatee Rakyat Aceh” UKM Teater Nol Unsyiah Darussalam, 18 – 20 Juli 2009.
- Lomba bertujuan untuk menumbuh-kembangkan dan meningkatkan minat, bakat dan kecintaan dalam bidang pembacaan, serta upaya memasyarakatkan puisi ke kalangan yang lebih luas;
- Lomba terbuka bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di seluruh Aceh, yang telah berusia 15 tahun ke atas;
- Pemenang Lomba Baca Puisi tidak dibedakan antara pemenang pria dan wanita;
- Biaya Transportasi dan penginapan ditanggung oleh peserta;
- Mengikuti Tekhnikal Meeting, pada tanggal 17 Juli 2009
- Setiap peserta lomba akan diberikan sertifikat;
- Pemenang Perlombaan :
- Juara 1 : Tropi bergilir, tropi tetap, Sertifikat & Dana Pembinaan
- Juara 2 : Tropi tetap, Sertifikat & Dana Pembinaan
- Juara 3 : Tropi tetap, Sertifikat & Dana Pembinaan
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kabar | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 2, 2009

Oleh Edi Miswar Mustafa
Di masa itu, kata orang tua itu padaku, golongan pergerakan yang dulunya mengatasnamakan rakyat melawan serdadu-serdadu bayaran neoliberalisme dan kemudian menang dari kaum bayaran itu, tapi kemudian, tak berapa lama setelah menjadi golongan berkuasa di tanah ini, maka segeralah kelakuan-kelakuan takabur dan riya menampak dan golongan pejuang itu pun terpecah-pecah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juni 30, 2009
oleh: Hamdani Mulya, S.Pd.
Pengertian Narit Maja (Peribahasa Aceh)
Menurut Alan Dundes peribahasa atau ungkapan tradisonal sangat sukar untuk didefinisikan. Bahkan, Archer Tailor berpendapat bahwa peribahasa tidak ungkin diberi definisi. Namun, Carventes tetap mendefinisikan peribahasa dengan ungkapan tradisional sebagai kalimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang. Selain itu, Bertrand Russel menganggapnya sebagai “Kebijaksanaan orang banyak yang merupakan kecerdasan seseorang”: The wisdom of many, the wit of one (Danandjaja, 2004 : 28).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juni 29, 2009
Edi Miswar Mustafa
Nurul Hayati mengira, bahwa Teuku Muda Sulaiman, hanya untuk menyelamatkan diri maka memutuskan mengawininya. Tetapi, ternyata, bukan hanya itu. Sehingga Nurul Hayati, biarpun sudah tak lagi muda itu, tapi, tetap menyisakan kerupawanan, akhirnya tahu bagaimana sesungguhnya perasaan laki-laki itu padanya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juni 24, 2009
Latar Belakang
Morfologi merupakan kajian ilmu yang mempelajari tentang kata dan pembentukan kata. Morfologi dalam bahasa Indonesia membicarakan tentang morfen dan kata. Sebuah kata dapat membentuk kata yang lain, ada yang disebut dengan afiksasi, komposisi, reduplikasi, suplesi, dan modifikasi internal.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini, Pendidikan | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juni 21, 2009
Edi Miswar Mustafa
Aku bersegera pulang ke tanah kelahiranku. Pembantuku urusan kampung halaman mengabari semalam, ”Bang, suaminya meninggal.” Ringkas ia melaporkan. Kutanyakan pada pembantu urusan pribadiku, ”Jam berapa sekarang Indonesia bagian barat?”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »