Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 7, 2009
Oleh; Edi Miswar Mustafa
Sejujurnya, cerita ini sebenarnya telah terjadi 30 tahun yang lalu. Saat itu aku dan kau masih muda; kehidupan yang harus terus dijalani, meskipun suka dan duka dan aku benar-benar memahami hidup ini. Kala itu aku baru-baru berkarir sebagai wartawan. Dan aku melihatmu, selalu tak pernah lepas, pada minggu-minggu pertama. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan ketika seseorang itulah yang kemudian menjadi bahagian dari kehidupanmu yang bahagia selama 29 tahun lebih.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 1, 2009
sajak-sajak Budi Art
debu-debu melekat di setiap ruang dan waktu
sedang waktu selalu saja menapaki jalannya sendiri
sementara ruang memenuhi kehampaan
haruskah debu, ruang, dan waktu menyatu dalam diri
sebentar, ada jam yang berdetak
leleh di atas ranting yang mengering
aku mesti menjenguknya
barangkali itu waktuku
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Puisi | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 28, 2009
(Refleksi Bulan Bahasa)
oleh Herman RN

HAL yang jarang disentuh oleh ahli bahasa dalam membahas polemik kebahasaan adalah tentang jenis kelamin atau sebut saja dengan istilah “gender” dalam berbahasa. Sebagai refleksi bulan bahasa (setiap 28 Okotober) ini, kita lihat sekilas kaitan bahasa dengan relasi gender. Bahasa dalam gender yang saya maksudkan adalah pengungkapan, gaya, dan kemungkinan soal ketabuan bahasa yang diucapkan oleh si penutur, baik lelaki maupun perempuan. Hal ini memang perkara sederhana, tetapi ini pulalah yang “jauh” dari kajian para pakar. Padahal, jika benar-benar ditilik, ternyata kosa kata tertentu yang hidup dan diucapkan dalam masyarakat kita, cenderung mengalami ketidakseimbangan gender. Artinya, soal gender dalam bahasa seyogianya juga bisa jadi telaah para “aktivis gender” sehingga tidak memaknai relasi gender hanya pada pekerjaan dan pakaian semata.
Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 22, 2009
Cerpen Hendra Kasmi
Dimuat di Serambi Indonesia, 11 Oktober 2009
Akhirnya aku kembali terdampar di sudut kampung sunyi usai bergelut riuhnya angin kota. Kulihat Balee Manyang masih seperti lima tahun lalu, beratap rumbia dan berdinding lapuk. Sederhana berdiri dalam kepungan hamparan sawah yang bulir padinya masih leluasa mereguh embun di pagi mendung ini. Di rangkang kecil, Zuk tampak damai dalam kusyuk simpuhnya. Tasbih bergerak perlahan dalam genggam jemarinya padu dengan komat-kamit mulut sepanjang subuh tadi hingga terang tanah. Muasal dari balee-balee itu, alunan zikirnya mengalun sayup-sayup merdu ke seantero dayah. Rupa Zul sekarang juga kian menawan dibalut pakaian putih. Mungkin itu hadiah dari Abu Cut sepulangnya dari tanah suci.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 20, 2009
karya Nazar Shah Alam

Kuceritakan sedikit soal negeriku. Ini penting kau tahu kawan! Dulu, dulu sekali ilalang dan rerumputan negeri kami selalu tumbuh merah, karena tanah tempat tumbuhnya menampung darah. Seulanga dipaksa menanggalkan perawan, jeumpa menjadi diam ketakutan melihat malam. Malam dipercepat kelamnya, cepat hitam, cepat mencekam. Jangkrik ikut-ikutan takut bersuara. Pagi, mentari takut-takut keluar, embun diam-diam saja menyelinap. Saat mereka yang ditakuti seluruh isi negeri datang, embun-embun itu cepat-cepat masuk kembali ke perut bumi. Siang kadang-kadang memancarkan cahaya segan sekali, takut dia akan murka para pemilik senjata. Langit sangat sering menangis, kengerian, trauma melihat semburan anggur merah dari tubuh anak negeri yang lama sekali sudah dipayunginya.
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 10, 2009
oleh Herman RN
“Menulis…? Susah kali!”
Setidaknya, pernyataan ini selalu muncul di setiap penulis pemula. Ungkapan serupa dengan redaksi sedikit berbeda sering saya dengar dari teman-teman saya. Kemudian, ungkapan itu berlanjut dalam beberapa pelatihan menulis yang sempat saya ikuti, termasuk pelatihan yang diadakan oleh CCDE beberapa bulan silam—waktu itu saya sempat menjadi salah seorang fasilitatornya. Kebanyakan mereka mengeluhkan ide, mentok ketika sedang menulis, tidak fokus, sulit mengakhiri tulisan (membuat ending), dan sebagainya. Sekilas memang lucu kedengaran, “Susah mengawali, sulit mengakhiri”. Ungkapan hampir sama juga saya dengar pula dari mahasiswa ketika diminta mengarang sebagai sebuah tugas kuliah. “Ga tahu harus mulai dari mana,” kata mereka.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 8, 2009
Cerita Nurhadia
SENJA telah tiba. Terlukis di angkasa sana dengan semburat merah saga dan matahari masih menyisihkan sedikit warna emasnya di sana. Semuanya menjadi latar belakang yang indah bagi sekelompok burung yang terbang pulang ke sarangnya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada September 30, 2009
Oleh Edi Miswar Mustafa
Masa apakah ini dan di negeri apakah ini, Ya Rabbi. Rakyatnya hidup dalam limpahan rahmat dan karuniaMu. Rasa syukur itu terlihat dengan penuhnya tempat-tempat ibadah oleh orang-orang yang bermunajat ke hadiratMu. Di tanah permai ini, baik di kampung-kampung yang jauh ataupun di kota, antara si kaya dan si miskin saling harga-menghargai karena antara keduanya mengendap dengan lembut pemahaman pada ayat yang menjelaskan bahwa ada hak fakir-miskin dalam hartamu, juga ayat yang mengurai bernas bahwa celakalah orang-orang yang sembahyang; orang-orang yang tidak berusaha mengonsolidasi bagaimana mereka yang papa, mereka yang yatim agar dapat hidup semestinya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada September 27, 2009
oleh Ampuh Devayan
Alhamdulillah, bisa kembali ke Kutaraja setelah perjalanan mudik lebaran yang begitu menggerahkan. Apalagi bila menelusuri jalur Pantura (pantai utara) Aceh dengan jalan yang macet dan pengendara yang ugal-ugal. Tak kecuali mulai kelas bermobil maupun mereka yang bersepeda motor. Eforia kegembiraan yang cenderung menganggap milik sendiri, sedang yang lainnya dianggap sewa. Akibanya, kecelakaan tragis pun menjadi pemandangan sepanjang hari, seperti kata berita dalam tiga hari pasca Hari Raya Idul Fitri saja, sudah 80 jiwa lebih melayang akibat kecelakaan. Jangan tanya berapa yang cendera hanjeut leh keumanusia.
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada September 23, 2009
Cerpen Zaid Bayu Isra
“HAI andre kamu lagi di mana? Ke rumah aku dong! aku bete banget ni sendiri di rumah.”
“Aduh… gimana ya..! mmm, ya udah deh tungguin ya, ntar lagi juga nyampek situ”.
Balasan sms andre.
“Via, Via,” terdengar suara Andre dari luar.
“Aduh, maaf ya Andre, aku gak tau kalau pintu pagar terkunci.”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »