gemasastrin

Berbuat, bukan Berkata – BERONTAK dari yang sudah ADA

Arsip untuk Mei, 2007

JANGAN PANGGIL SAYA CANTIK

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 22, 2007

m-bah-risma.jpg(Oleh Rismawati)

Pagi yang dingin dan menyenangkan. Angin berhembus lembut bak melodi musik. Burung-burung ikut bernyanyi di pepohonan menyambut indahnya pagi. Kicauan-kicauannya bersaut seolah mereka saling bercerita atas duka lara. Saya memperhatikan burung itu lama sekali. Mereka terbang bebas di atas sana dan kemudian mereka kembali lagi bertengger di atas pohon-pohon yang berbunga. Diantara burung ada yang hanya terbang sendiri dan ada pula bergerombol. Hatiku begitu tertarik memperhatikannya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »

Menulis untuk (Sebuah) Kemerdekaan

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 21, 2007

oleh Herman RN

Tulisan ini saya sarikan dari hasil diskusi dengan Ampuh Devayan saat memberikan materi pada acara Pelatihan Jurnalisme Sastrawi oleh Gemasastrin

Ada dua kategori manusia dari sudut pandang dunia menulis: pertama, golongan orang yang bisa bicara, tetapi tidak bisa menulis. Kedua, orang yang bisa menulis, tetapi tidak bisa bicara, yaitu orang bisu.

Kenulis merupakan kegiatan menuangkan ide, gagasan, perasaan, dan pikiran ke dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, bagi penulis pemula hendaknya menghilangkan beberapa prasangka di bawah ini ketika hendak menulis. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »

Mencari Tahu

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 8, 2007

Decky R. Rysakotta

 

          akoe-decki.jpg  Malam adalah rahmat. Malam, bagi mereka merupakan waktu yang tepat melepas penat setelah seharian beraktivitas. Bagi mereka malam pun masa untuk peroleh kenikmatan yang panjang di peraduan. Tapi malam bagiku adalah gelap. Mungkin juga bagi mereka itu. Dan memang malam adalah gelap. Seperti malam ini ketika tiba-tiba lampu padam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »

Episode Ultah

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 4, 2007

Cerpen Herman RN

(dimuat Harian Aceh, 28 April 2007)         

20 April, 08:30 pagi.

            Diary, kini aku hanya memiliki kamu, lembaranmu yang selalu menemaniku baik suka maupun duka. Hari ini, Ry, apa kamu tak ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukku? Apakah kamu juga sudah sama seperti mereka, melupakan hari jadiku? Oh, maaf, Ry, jika aku kasar sama kamu. Maklum, aku sedih, bingung, tak tahu harus bagaimana. Habis, mereka, Ry, teman-teman dekatku, semua telah melupakan hari ini. Lihat saja Dhani, dia kan sahabatku, tapi dia juga telah melupakan hari ini, hari ulang tahunku, Ry. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »

BURNI TELONG

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 3, 2007

Netty Wary

 

3d_object_25.jpgJarum jam menunjukkan pukul 22.00 malam, aku baru saja siap  belajar dan menyelesaikan tugas. Kubaringkan badanku di atas ranjang sembari mengendorkan otot-otot saraf ku yang telah lelah seharian dalam rutinitas. Kupejamkan mata perlahan-lahan sambil menyelimuti badan ku. Tapi entah kenapa malam itu aku merasa sangat kedinginan, sehingga mata juga susah untuk dipejamkan. Aku merasa seperti berada di tempat kelahiran ku, desa yang berhawa sejuk sehingga ketika malam tiba, tak bisa tidur sebelum badan diselimuti minimal dua kain selimut, wah dingin bwanget. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | 2 Komentar »

Tentang Tendensius

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 2, 2007

Oleh Azhari 

 

Dalam sebuah rumah yang damai hiduplah sepasang suami istri buta, dan di antara mereka hadir pula seorang mertua azhari.jpg(lelaki) perempuan buta yang tak buta. Rumah tempat tinggal mereka belum terjangkau listrik, maka akan butalah segala bila malam tiba.  Pada sebuah malam buta, hujan di luar deras sekali menyebabkan pandangan buta, karena suatu alasan dan lain hal masuklah si mertua yang tak buta dari si perempuan buta ke kamar sepasang kekasih buta itu, dan anggap saja tak ada lelaki buta di rumah yang damai itu pada malam buta ketika hujan deras. Maka terjadilah  sebuah  peristiwa, yang dalam kacamata moralis, kelak itu  disebut sebagai durjana. Tapi bagi kaum yang meyenangi tendesi peristiwa itu disebut sebagai tendensius, sebab berpihak pada malam yang sepi-buta dan hujan yang deras tiada terkira.
 ***

Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »

MENCARI SOLUSI PENGAJARAN SASTRA INDONESIA

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 1, 2007

Oleh: Mukhlis A. Hamid, M.S.

1. Pendahuluanmusikalisasi-puisi.jpg

Pengajaran sastra di lembaga pendidikan formal dari hari ke hari semakin sarat dengan berbagai persoalan. Tampaknya, pengajaran sastra memang pengajaran yang bermasalah sejak dahulu. Keluhan-keluhan para guru, subjek didik, dan sastrawan tentang rendahnya tingkat apresiasi sastra selama ini menjadi bukti konkret adanya sesuatu yang tak beres dalam pembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal. Hasil wawancara bebas dengan para guru bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai kesempatan selama ini menunjukkan bahwa secara umum, keluhan-keluhan dalam pembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal berkisar pada hal-hal berikut. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini | 6 Komentar »