Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 22, 2007
oleh Mukhlis A. Hamid
Citraan atau imagery adalah salah satu pembangun struktur fisik puisi bersama diksi, majas atau gaya bahasa dan persajakan bunyi. Bagaimanakah seharusnya citraan itu dibangun oleh penyair? Apakah peran dari pencitraan itu bagi puisi? Sapardi Djoko Damono ada menulis telaah atas sajak Acep Zamzam Noor. Judul telaah yang dirangkum dalam buku “Sihir Rendra: Permainan Makna” itu adalah “Pedusunan Acep”. Saya menyarikan sejumlah butir dari telaah itu, yang relevan dengan pertanyaan-pertanya an di atas. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 19, 2007
oleh Hendra Kasmi
Tiada yang dapat menemaninya di sini selain kecoak-kecoak yang lalu lalang dari lubang di nding. Sesekali tikus pun menjenguknya dari jendela kecil. Sebuah jendela yang terlalu kecil untuk memberi peluang cahaya dan udara masuk sehingga ruangan ini agak sedikit gelap dan lembab. Sungguh suatu keadaan yang tak baik bagi kesehatan. Lampu kecil yang menyala redup dari langit ruangan tak mampu menghibur kesedihannya di kala malam tiba. Tak ada juga benda-benda yang menyejukkan mata di tempat ini selain beberapa tikar usang dan debu-debu yang tak pernah dibersihkan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 17, 2007
oleh Netty Wari
Azmi baru saja pulang sekolah, seperti biasa ibu sudah menyiapkan makanan di meja makan. Setelah mengganti pakaian, Azmi berwudhu, kemudian shalat. Azmi tak mendapati bapaknya di rumah. Azmi bertanya pada ibunya.
“Bu, Bapak mana? Apa bapak sudah makan.”
Sambil membuat bumbu.ibunya menjawab. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 8, 2007
oleh Agus Swarni
Mungkin baginya hidup ini sudah tak ada arti lagi. Itu yang selalu ada di benakku. Beranjak SMU, dia sudah tak bisa melakukan banyak hal lagi. Sepulang sekolah
hanya senyuman tanpa balas yang kudapati dari dia. Dia hanya bisa terbaring di atas ranjang. Kadang aku sering berbicara sendiri di hadapan dia dan hal yang sama terjadi, dia hanya bisa diam dengan seribu bahasa yang ingin dia sampaikan, tapi itu tak pernah bisa dilakukannya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 1, 2007
Herman RN| Banda Aceh
“Mak, naik mobil putar-putar,” ringkik seorang gadis mungil sambil menarik tangan seorang perempuan di sampingnya. Gadis yang disapa Nanda itu merengek sembari menunjuk kursi berbentuk mobil yang berputar melingkar di atas rel besi. Dari belasan bangku mobil putar itu, tiga di antaranya masih kosong. Anak itu terus menunjuk ke arah kursi yang masih kosong. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Feature | Leave a Comment »