Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Januari 21, 2008
Oleh Herman RN
Alumnus PBSID Unsyiah
“Dalam rangka menghadapi ujian akhir, kami kira otak kita perlu direfresh agar segar. Maka kami suguhkan ini untuk teman-teman semua.”
Sisa-sisa embun semalam masih melekat di pucuk ilalang. Demikan pula pada rerumputan yang terdapat di antara Ruang Kuliah Umum I dan Ruang Kuliah Umum II Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Karena gedung itu memang digunakan untuk tempat mata kuliah umum, para mahasiswa dan dosen lebih senang menyingkatnya dengan RKU. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Feature | 4 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Januari 16, 2008
>> Irham
Mahasiswa PBSID Unsyiah
Kalau kita tinjau sejarah, Aceh sudah berdiri sendiri dan sangat berjaya sampai ke Semenanjung Malaya (Malaysia). Beralurnya waktu Aceh bergabung dengan NKRI dan dikasih nama yang sangat special kepada Aceh yaitu Daerah Istimewa Aceh. Teungku Daud Beureueh, seorang tokoh ulama yang disegani di Aceh. Dia dengan sangat polos mau mendengar janji manis (digeusuek ie saka bak rhueng) oleh Soekarno yang pada masa itu menjabat sebagai Presiden RI pertama. Karena merasa tidak adil, tumbuhlah pemberontakan DI/TII di Aceh yang dipimpin Teungku Daud Beureueh pada tanggal 21 September 1953 berlanjut sampai sekarang yang hampir sama dengan DI/TII yang disebut dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Januari 11, 2008
oleh Budi Art
Saya tentu tidak membawa-bawa cermin ke ruang kelas.
Selain merepotkan, juga rawan pecah. Tapi cermin kali
ini adalah salah satu metode yang aku gunakan untuk
belajar. Setelah melakukan olah tubuh sejenak, dan
kelas menjadi cair, aku mulai meminta mahasiwaku untuk
bercermin. Pada awalnya tentu mereka bertanya-tanya.
sebagian mahasiswa langsung bongkar tas, rata-rata
mereka membawa cermin. mesti kecil ukurannya. Aku tak
meminta mereka mengeluarkan cermin. simpan saja. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Januari 4, 2008
oleh: Rostina Taib, M. Hum.
Berbicara tentang budaya Aceh takkan pernah habis dan tak pernah selesai sampai kapan pun. Topik yang satu ini menarik dibicarakan, terutama karena budaya itu sendiri sesungguhnya merupakan segala hal yang berhubungan dengan hidup dan kehidupan manusia. Jadi, selama manusia itu ada, selama itu pula persoalan budaya akan terus dibicarakan. Demikian pula halnya dengan budaya Aceh. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | 2 Komentar »