Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 26, 2008
Oleh Edi Miswar Mustafa
Mahasiswa Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Alumnus Sekolah Menulis Dokarim.
Istilah analisis cenderung dianggap negatif dalam perfiksian. Kesan yang timbul ialah proses potong-memotong, mengiris-iris satu karya sehingga menjadi irisan yang tak sedap lagi dinikmati oleh khalayak pembaca. Namun, prasangka tersebut menjadi tak banyak benarnya ketika dipertautkan dengan teks-teks sastra yang sekiranya perlu dipahami dengan baik. Di mana untuk memahami satu karya kita dibebani oleh kompleksitas unsur-unsurnya. Persoalan kemudian yang timbul meruyaknya perbedaan pendapat dan penafsiran tentunya sama sekali bukan terpenting apabila pada tiap kajian memiliki argumen yang dapat dimaklumi. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 20, 2008
Karya M. Yulfan
MUKANYA ranum seperti purnama di antara dua bukit yang membayangi sinarnya, mengingatkan aku pada sosok tubuh kekar yang selalu membuatku murka. Bau tubuhnya mulai membuat bulu hidungku keriting, karena lebih bau dari bangkai tikus, tapi tetap kunikmati karena aku tak ada pilihan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 18, 2008
Mentari menyapa pagi. Seperti biasanya, Nur Aisyah, 43, warga Desa Punti, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, pergi bekerja membersihkan kebun sawit milik orang lain. Bekerja sebagai pembersih kebun sawit sudah empat tahun terahir ia geluti. Kebun-kebun itu terletak di Desa Pucuk Alue, Batu II, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kabar | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 17, 2008
Hasnah
Birunya langit kala senja seperti saat ini melambungkan milyaran ingatanku yang terasa bagaikan aliran deras sungai ini yang tak henti kejar-kejaran menuju muaranya. Riak-riak sungai yang terasa lembut di sekeliling kakiku yang terendam sebatas lutut membuatku mendesah dalam hati, padahal tak ada siapa-siapa di sini, hanya aku, sendiri. Menatap riak air yang bagiku memiliki ritme indah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 12, 2008
Karya Anita Afriani

dit terus menyelam, berenang bersama ikan-ikan kecil di dasar laut. Indah. Ya terumbu karang yang berwarna-warni membuat Adit semakin betah berlama-lama bermanja dengan ikan-ikan dan keindahan dunia bawah laut di sekelilingnya. Setiap Adit rindu pala lmarhum Ayahnya, Adit selalu melepaskan rindunya di sini. Sewaktu Ayahnya masih hidup, mereka berdua sering diving bersama setiap weekend. Biasanya, bundanya yang selalu harap—harap cemas menanti mereka berdua muncul ke permukaan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 4, 2008
(sudah dimuat di Harian Aceh)
Karya Hendra Kasmi
Mahasiswa PBSID FKIP Unsyiah
Sejak pertama sekali aku mengenal abu, yang terbayang adalah sosok kharismatik teguh hati. Ada aura yang terpancar di balik keriput wajah tuanya. Aura wajah yang telah membuat dirinya begitu disegani dan menjadi panutan keluarga dan santri-santrinya. Selama berpuluh-puluh tahun abu mendiami dayah yang terpinggirkan dari hingar bingar kampung, tak sedikit pun ada keluh yang mengusik hatinya. Walaupun setiap ilmu yang beliau ajarkan tak pernah menuntut imbalan. Apa yang beliau lakukan semata karena Allah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »