Oleh Edi Miswar Mustafa
Mahasiswa Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Alumnus Sekolah Menulis Dokarim.
Istilah analisis cenderung dianggap negatif dalam perfiksian. Kesan yang timbul ialah proses potong-memotong, mengiris-iris satu karya sehingga menjadi irisan yang tak sedap lagi dinikmati oleh khalayak pembaca. Namun, prasangka tersebut menjadi tak banyak benarnya ketika dipertautkan dengan teks-teks sastra yang sekiranya perlu dipahami dengan baik. Di mana untuk memahami satu karya kita dibebani oleh kompleksitas unsur-unsurnya. Persoalan kemudian yang timbul meruyaknya perbedaan pendapat dan penafsiran tentunya sama sekali bukan terpenting apabila pada tiap kajian memiliki argumen yang dapat dimaklumi. Baca entri selengkapnya »