Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 25, 2008
Cerpen Hendra Kasmi
“Tiap kali orang membicarakan abu chik aku selalu menangkap kegelisahan di wajah Nyak. Kenapa Nyak? Kadang-kadang hatiku tak tentram saat Nyak mengadu resah pada sepi dan cenderung tak ingin berbagi dengan siapa pun. Jika Nyak memang ingin mengenang abu chik, tak perlu bermuram durja seperti itu. Bukankah teungku selalu memperingatkan bahwa orang yang telah pergi tak perlu ditangisi secara berlebihan. Hal itu hanya menambah penderitaan bagi orang yang telah tiada. Tak sayangkah Nyak pada abu chik?” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 23, 2008
(Legenda Desa Lampeune-eun, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar)
Oleh Alimuddin Jamal
“Beliau dikenal oleh teman-temannya sebagai seorang santri yang sangat bodoh, tidak bisa menghafal kitab atau apa pun tentang ilmu pada saat itu, walaupun begitu beliau selalu hadir dalam majlis ilmu dan tepat waktu. Teman-temannya selalu mengejeknya dengan perkataan yang hina dan memanggilnya dengan si bodoh, tetapi beliau sangat sabar dan tidak pernah membalasnya dengan ejekan pula” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 21, 2008
oleh Herman RN
Menyambung tulisan di Harian Aceh, tentang “Yang Tersisa dari PMTOH” (Selasa, 15 Juli 2008), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sejatinya, tulisan kali ini bukan temuan baru dan bukan mengulang tulisan yang sudah ada. Namun, amat penting dijadikan perhatian bersama, terutama bagi mereka yang hendak mendokumentasikan tentang biografi sang trobadur legendaris Aceh, Tgk. H.Adnan PMTOH. Pasalnya, seperti yang saya sebutkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, menelusuri jejak trobadur PMTOH itu agak sulit. Namun, berkat tulisan saya pertengahan Juli lalu di Harian Aceh tentang PMTOH yang hilang itu, kita bisa mendapatkan sedikit tambahan tentang sang trobadur almaarhum Tgk. H. Adnan PMTOH. Pasalnya, Senin, 21 Juli lalu, saya berkesempatan bertemu dengan salah seorang keturunan almarhum Tgk. Adnan, yakni Husaini Adnan. Kepada saya, lelaki paruh baya yang sekarang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh itu bertutur tentang almarhum ayahandanya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Feature | 3 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 18, 2008
Oleh Medri Osno
Peneliti Balai Bahasa Banda Aceh
Mukadimmah
Sejatinya sebagai orang awam yang daif, saya gamang untuk menulis dan mempersandingkan dua tokoh sufi agung ini. Apalagi sampai mempertentangkan ajaran mereka. Terus terang rasa penasaranlah membuat saya mencoba mendedahkan dua legenda wira sufi ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Juli 11, 2008
Karya Juniara Fitri Cibro
Awal perjumpaan dengannya, semua serasa milik berdua. Hal itulah yang kurasakan sejak pertemuan yang tak diduga. Tanpa sengaja ketika aku membalikkan arah menuju ke ruang koridor, tiba-tiba aku menabrak seseorang lelaki yang berpenampilan rapi membawa tas ransel di punggungnya, tergesa-gesa memasuki ruang kuliah. Dia tak menyahut satu patah pun ucapan maafku, tentu saja aku jengkel. Setelah pertemuan itu, entah kenapa pikiranku selalu menerawang, kadang-kadang aku merasakan dia adalah bagian dari hidupku. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | 3 Komentar »