gemasastrin

Berbuat, bukan Berkata – BERONTAK dari yang sudah ADA

Arsip untuk September, 2008

GADIS ANEH ITU. . .

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada September 22, 2008

Cerpen Ananda Sukma

Kesya, itulah nama yang biasa menjadi panggilannya. Wajahnya tak begitu cantik, tetapi sangat menarik. Rambutnya keriting, dan warna rambutnya hitam kemerahan. Kedua pipinya banyak ditumbuhi jerawat sehingga terlihat kurang terurus. Kulitnya coklat tua dan tak begitu bersih sehingga kelihatan kusam. Tubuhnya bulat dengan tinggi sekitar seratus lima puluh sentimeter. Kesya adalah gadis yang sangat pendiam dan polos. Tapi, ada satu hal yang luar biasa pada dirinya. Dia sangat pandai menciptakan puisi. Hanya saja, setiap dia mempublikasikan puisinya, dia tak pernah mencantumkan namanya sebagai pengarang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | 1 Komentar »

Tentang Kecurigaan Plagiat

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada September 19, 2008

oleh Herman RN

Alumni PBSID Universitas Syiah Kuala

maaf puasa telah pun dilisan

maaf lebaran segera tiba

sungguh bijak sebuah pembelaan

terlampau tafsiran bersuka kata

Agaknya tulisan saya yang berkelakar tentang cinta di bulan damai, yang saya sarikan dari amatan terhadap Soneta Soneta Neruda di Serambi Indonesia telah membuka gelisah segenap pembaca sastra. Akibatnya, penikmat dan pemikir sastra saling curiga bahwa “Ada apa antara saya dan Fozan Santa”. Tuding menuding hingga usaha pembelaan pun berseliweran, dari meja warung kopi hingga laman Serambi Indonesia (SI) dan Aceh Institute (AI). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay | 3 Komentar »

Ode untuk Fozan

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada September 7, 2008

Oleh Edi Miswar Mustafa

SAYA menyenangi sastra. Nah, tiba-tiba merasa terpelanting, membaca Epigram untuk Fozan Santa yang ditulis Saudara Herman RN (Serambi, 24/8/08). Benarkah Fozan “Che Guevara Ulee Kareng” Santa telah tertimpa penyakit stagnanisma yang ditakutkan para sastrawan dunia? Seperti halnya Ernest Hemingway, sastrawan Amerika dan peraih nobel sastra 1962 yang melakukan bunuh diri dengan menembakkan pistol ke arah kepala sendiri. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »