Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 31, 2008
Oleh Mukhlis A. Hamid
1. Membaca Puisi
Selama ini terdengar berbagai keluhan perihal adanya kesulitan dalam menumbuhkan keterampilan membaca puisi pada siswa. Padahal, pembelajaran membaca puisi akan membantu menumbuhkan dua bentuk kegiatan apresiasi pada siswa, yaitu apresiasi reseptif dan apresiasi produktif. Membaca puisi disebut sebagai kegiatan apresiasi reseptif bila pembaca bermaksud memahami makna dan menikmati keindahan sebuah puisi untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, kegiatan membaca puisi disebut sebagai kegiatan apresiasi produktif bila pembaca mencoba untuk mengkomunikasikan isi puisi (yang dibaca) kepada sejumlah penikmat yang sebagian besar tidak atau belum akrab dengan puisi tersebut. Dengan demikian, kegiatan pembacaan puisi dimaksudkan untuk menumbuhkan pemahaman, penikmatan, dan penyentuhan kepekaan estetis pendengar atau penonton. Bila hal tersebut tidak tercapai, kegiatan pembacaan puisi tersebut dapat dianggap tidak mencapai sasaran, gagal (Baca juga Tjahjono, 2002). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 28, 2008
Cerpen Erwandi
Bulan purnama terus bersinar dengan ramah menghampiri celah-celah jendelaku, suara burung hantu yang berdiri di atas pohon jambu terus gemerutu merintih seakan mengabarkan adanya firasat buruk malam ini. Aku bertanya dalam pelukan blanket yang tebal, ada apa malam ini sehingga burung hantu terus bernyanyi merintih tiada henti membuat aku tak nyenyak tidur. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 24, 2008
Oleh Dra. Rostina Taib, M.Hum.
Pascatsunami meluluhlantakkan wilayah Aceh, banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah untuk merehab-rekon wilayah ini secara besar-besaran. Tak dapat dipungkiri, tanpa bantuan orang lain agaknya sampai hari ini kita belum sanggup berbenah diri. Alhamdulillah, pada peristiwa yang merenggut ratusan ribu jiwa masyarakat Aceh itu Yang Maha Kuasa telah membuka dan mengetuk pintu hati masyarakat dunia untuk membantu masyarakat Aceh bangkit kembali. Kita sebagai masyarakat Aceh patut berterima kasih pada siapa pun yang telah mempunyai andil dalam membantu walaupun itu seteguk air. Apalagi pada orang-orang yang telah mengorbankan harta, benda, dan tenaganya, kita pulangkan kepada Yang Sanggup untuk membalasnya. Semua bantuan itu akan kita ukir dalam sejarah sebagaimana kata hadih maja “Tajak u pasie tatarek pukat, ladom bak lamat, ladom bak punca. Puteh tuleung lon di dalam jeurat, mantong teuingat keu guna gata. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 19, 2008
oleh YUDI PRATAMA
Guru sekarang ini benar-benar menjadi sorotan oleh berbagai pihak. Di zaman sekarang ini pekerjaan guru kurang di minati oleh masyarakat. Ini bisa di sebabkan dengan kata-kata “Jadi guru itu miskin”. Sehingga anak-anak yang memiliki kepintaran yang lebih tidak ingin menjadi guru. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 13, 2008
Oleh Azhari
TELAH diceritakan dalam kisah yang lebih panjang, bahwa sebuah sidang sedang menunggu dengan hati berdebar apakah Sultan Nurruddin memutuskan hendak membeli sebuah batu permata bernama Mutiara Tuhan atau tidak.
Sidang itu terdiri dari para tukang nujum yang sedang berupaya mendorong Sultan untuk memiliki permata itu, sebab dalam nubuat yang mereka terima, hanya dengan batu mulia itulah ratusan tahun kemudian Lamuri dapat diselamatkan dari pendudukan Jenderal Mata Sebelah yang muncul dari seberang lautan sebagaimana halnya nasib Negeri Khurasan yang pernah ditakbirkan Al-Hadis. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 11, 2008
Judul Buku : Antara Ketambe dan Suak Belimbing
Antologi Puisi
Penulis : Basri Emka dan Darwin Baharuddin
Rancang Cover : Myblue Design
Penerbit : Aliansi Sastrawan Aceh
Tebal Buku : 86 + xii dan cover
Cetakan : Pertama 2008
Perih, duka, dan amarah saat melihat hutan “digerayangi” secara membabi buta oleh tangan-tangan kokoh tak bertanggung jawab. Segala macam bentuk umpatan dan makian kepada penebang hutan ilegal sudah menjadi rahasia umum. Pasalnya, jika dulu kita hanya mengenal banjir bandang kiriman setiap akhir tahun, kenyataannya sekarang, penebangan hutan menimbulkan petaka baru bagi masyarakat yang hidup di pinggir hutan. Satwa-satwa yang hidup bebas dan liar dalam hutan mulai memasuki pemukiman manusia. Tak ayal, korban serangan buaya, harimau, dan gajah, menjadi cerita baru dari sebuah akibat penebangan liar. Akhirnya, terbentuklah sejumlah LSM yang bergerak di bidang lingkungan demi menjaga kelestarian hutan. Di Aceh sendiri tercatat belasan LSM lingkugan hidup, seperti BPKEL, Silfa Aceh, Rimueng Lam Kaluet, dan lain-lain. Aktivis-aktivis lingkungan pun semakinn banyak. Mereka seolah memekik “Hentikan penebangan hutan!” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Buku | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 9, 2008
Oleh Mukhlis A. Hamid
“Nama saya Inong, hanya Inong. Saya bukan siapa-siapa”.
Kutipan di atas adalah kalimat pertama yang akan Anda baca di kover depan novel Bidadari Hitam karya T.I. Thamrin. Novel yang tebalnya 252 halaman dan diterbitkan oleh Imparsial-AJMI tahun 2008 ini diluncurkan dalam sebuah acara sederhana dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Toko Buku Dokarim, Ulee Kareng, Kamis 22 Mai 2008. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 9, 2008
Oleh: Budi Arianto
Kilas Balik
Sekitar 15 tahun yang lalu, Saya baru menginjakkan kaki dan menabalkan diri sebagai mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, jurusan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Tepatnya di tahun 1992 saya mulai mengenal kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok teater (dama) bernama ”Sanggar Cempala Karya”. Tentu saja dalam sanggar inilah saya mulai mengenal ”dunia baru” teater, di sini pula saya berlatih mengolah tubuh, mengolah vokal dan mengolah karya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Oktober 6, 2008
Karya Rauza Hindun
Cerita ini berawal ketika aku baru dilahirkan. Aku tidak dilahirkan dari rahim seorang ibu. Yang pasti aku terbuat dari coklat murni, yang kutahu ketika aku diremas-remas dan diaduk-aduk jadi adonan oleh tangan-tangan kokoh, lalu dipanaskan dan kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mesin pembeku, kemudian aku dikenakan pakaian yang berwarna setengah putih dan setengah pink. Di dadaku tertulis nama… RIVIERA! Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »