Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 30, 2008
Buku Panduan Diluncurkan
Banda Aceh–Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) FKIP Unsyiah, Drs. Denni Iskandar, M.Pd., mengatakan, bahasa Aceh tiga atau empat tahun ke depan akan punah, jika tidak ada upaya pendokumentasian terhadap bahasa Aceh tersebut. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Feature | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 25, 2008
oleh Medri Osno
1. Pendahuluan
Sastra merupakan salah satu cabang kesenian yang selalu berada dalam peradaban manusia semenjak ribuan tahun yang lalu. Kehadiran sastra di tengah peradaban manusia tidak dapat ditolak, bahkan kehadiran tersebut diterima sebagai salah satu realitas sosial budaya (Semi, 1993:1). Novel sebagai hasil karya sastra dalam pengertian dokumenter murni jelas berurusan dengan tekstur sosial. Hal ini membuat eksistensi karya sastra—novel merupakan cerminan masyarakat yang menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri merupakan suatu kenyataan sosial. Dalam pengertian ini, kehidupan mencakup hubungan antar masyarakat, antara masyarakat dengan orang perorang, antar manusia, dan antar peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 22, 2008
Oleh Medri
Suatu ketika saya dengan beberapa orang teman bertandang ke rumah Bang Doel CP Allisah di Lamnyong, Banda Aceh. Pertama maksud hati hanya ingin sekadar meminjam guntingan koran karya sastra yang pernah dimuat di berbagai media massa cetak. Ternyata yang didapat lebih dari yang kami mau, dengan kerendahan hati Bang Doel—sapaan akrab, menghibahkan beberapa buku terbitan ASA untuk perpustakaan Balai Bahasa Banda Aceh. Ditengah perbincangan terbetik kegalauan hatinya—galaumu, galauku, mungkinkah galau kita bersama? “Abang lihat kelahiran karya sastra di Aceh khususnya pasca tsunami sungguh mengagumkan.” Lalu ia mengisap rokok dan melanjutkan pembicaraannya, “namun nasip kelahiran itu memprihatinkan, ia ibarat intan dalam lumpur yang belum disepuh. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 6 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 21, 2008
DALAM HIKAYAT RAJA PASAI
oleh Medri
Dalam sejarah sastra Islam di nusantara Hikayat Raja Pasai—nantinya disingkat dengan (HRP) merupakan karya sastra bersifat sejarah yang tertua. Dalam naskah diceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi antara tahun 1250–1350 M. Zaman ini adalah masa pemerintahan raja Mirah Silu yang kemudian masuk agama Islam dan menggantikan namanya dengan Malikul Saleh—seorang peneliti masalah Melayu W.O.Winstedt menyebutkan HRP adalah teks tertua yang ditulis sebelum tahun 1534 M. Setahu saya HRP merupakan satu-satunya peninggalan sejarah Melayu zaman Kerajaan Pasai yang ditemukan sampai saat ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 4 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 20, 2008
Cerpen Hasnah
Hembusan angin menerpaku. Kumenggigil. Kutatap bayu yang menyeringai jail padaku. Kubiarkan dia mengusikku. Kupikir buat apa aku melarangnya? Toh, dia akan tetap berhembus menerpa apa saja, sesukanya. Dia terus saja berhembus di sekelilingku, membuatku jadi terlihat seperti gerombolan domba. Tak tahan juga aku dibuatnya. Aku mencoba berdehem, mencoba menunjukkan kalau aku merasa terganggu. Tapi, dia seolah tak mendengar, atau pura-pura tak mendengar? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 19, 2008
Oleh Medri Osno
Hikayat Burung Barau-Barau (HBBB) merupakan salah satu karya sastra Melayu yang muncul pada akhir abad ke-16 atau pada awal abad ke-17. Karya ini bersifat anonim dan tidak begitu jelas manakah yang lebih dahulu munculnya HBBB ini dari karya-karya Hamzah Fansuri. Namun yang jelas HBBB maupun syair-syair Hamzah terutama Sidang Talib, Sidang Fakir, Sidang ‘asyiq, Burung Pinggai, Burung Nuri, Andai-andai Si Burung Pinggai dan Ikan Tunggal diilhami oleh Mantiq al-Tayr (Sidang Burung-burung) karya Farid al-Din Attar (± 1229). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 18, 2008
(100 Hari Mengenang Ridwan Haji Mukhtar)
Hadirin yang terhormat,
Entahlah dari sahibul hikayat mana, namun pernah didengungkan bahwa hawa alam merupakan representasi terdekat untuk mencerminkan bagaimana kehidupan manusia di sekitarnya. Kita kini memilliki kecemasan terhadap tidak menentunya suhu cuaca, saya rasa di sudut pikiran lain yang jauh, diambang batas kesadaran yang seperti bertukar tangkap dengan lepas kita juga sedang dihantui kecemasan serta tanda tanya besar tentang cuaca dan suhu kebudayaan Aceh akhir-akhir ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 17, 2008
Oleh Medri Osno
Sejarah Islam Aceh
Dalam catatan sejarah panjang bangsa Indonesia, ahli sejarah telah mencatat bahwa Aceh merupakan daerah kaya dengan karya sastra dan daerah yang pertama masuknya agama Islam di nusantara. Bahkan daerah ini adalah gudangnya karya sastra Melayu Klasik. Kejayaan Kerajaan Aceh mulai dari Kerajaan Islam Perlak—kerajaan Islam pertama yang berdiri di kepulauan nusantara tidak bisa lepas dari pengaruh para sastrawan. Sebagai contoh pada masa Sultan Alaidin Riayat Syah Saiyidil Mukamil memerintah Kerajaan Aceh Darussalam (1589-1904 M) ada pujangga besar Syekh Hamzah Fansuri yang menjadi pendamping Sultan. Bahkan Hamzah Fansuri adalah pelopor penyair Melayu Klasik terbesar sepanjang masa. Setelah itu ada nama-nama sastrawan yang tidak bisa lepas dari perjalanan sejarah Aceh diantaranya; Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin Ar Raniry, Abdurrauf Syiahkuala (mufti kerajaan pada zaman keemasan kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda), Muhammad Pantekulu (pengarang heroik; Hikayat Perang Sabil), Syekh Daud Rumy, Ismail bin Abdullah, dan lain-lainnya. Perlu dicatat bahwa pandangan-pandangan mereka selalu menjadi patokan para Sultan dalam menentukan berbagai kebijakan-kebijakan kerajaan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 15, 2008
Oleh Herman RN
Bertambahnya media lokal di Aceh semakin memberikan peluang kepada masyarakat untuk menuangkan segala gundah; segala resahnya dalam bentuk tulisan. Apalagi, setelah ‘zaman batu’ penuh peluru yang biasa membungkam telah berlalu dengan selembar ‘surat bersampul biru’ dari Helisinki. Namun demikian, keluhan menembus media masih kerap terdengar, terutama dari mereka penulis pemula. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada November 15, 2008
(Catatan awal dalam mengenal Hamzah Fansuri)
Oleh Medri
Membicarakan seluk-beluk Hamzah Fansuri seorang penyair Sufi Melayu yang agung, pembaharu sastra Melayu yang hidup dalam akhir abad ke-16 sampai dengan awal abad ke-17 tidak akan pernah habis-habisnya. Ibarat meminum air laut, makin diminum makin haus. Saya rasa tidaklah berlebihan jika saya membuat pengibaratan yang demikian. Selain penuh dengan kontroversi baik mengenai biografi, karya, faham, ajaran maupun mazhab yang dianutnya. Sejarah Melayu telah mencatat dengan tinta emas dari sekian banyak penyair Melayu klasik yang telah menciptakan karya sastra bermutu tinggi, harus diakui bahwa Hamzah Fansuri merupakan tokoh pelopor dan yang terbesar diantara yang lainnya. Ia tidak hanya tampil sebagai sosok yang paling berbakat dalam penciptaan genre tasawwuf puitik terutama dalam bentuk syair, tetapi juga seorang ahli pikir, ulama sekaligus sastrawan yang kreatif—membahas sastra Melayu klasik saya rasa adalah sesuatu hal yang patut karena terciptanya sastra Indonesia modern merupakan perkembangan dari sastra Melayu klasik. Boleh dikatakan bahwa sastra Melayu klasik merupakan induk daripada sastra Indonesia modern. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »