gemasastrin

Berbuat, bukan Berkata – BERONTAK dari yang sudah ADA

Arsip untuk Februari, 2009

Buku Ubud Writers Bali Didiskusikan di Aceh

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 27, 2009

Buku himpunan prosa dan puisi karya sastrawan Nusantara diluncurkan di Banda Aceh. Launcing buku yang merupakan rangkaian acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) atau festival sastra dan kebudayaan tingkat international tersebut digelar di Auditorium FKIP pada Sabtu, 28 Februari nanti. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Feature | Leave a Comment »

The Death of Edi Miswar Mustafa

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 25, 2009

Oleh Edi Miswar Mustafa

edi-miswPerihal ini tentu saja jauh terbenam di lubuk sebuah institusi yang dinamakan perguruan tinggi. Terlalu kecil untuk dipersoalkan oleh kebanyakan warga sivitas akademika. Konon lagi apabila hendak disandingkan dengan tulisan ironisma, Unsyiah Antara Peugah Haba Ulua Nanggroe ngon Taloe Ki’ieng Ngom yang ditulis seorang dosen fakultas pendidikan di sebuah harian terbitan lokal beberapa waktu lalu. Saya merasa tergugah dan merasa terbelai karena sedikit banyak suara sang dosen tersebut juga suara kami, para mahasiswa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »

Putri Bungsu

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 22, 2009

oleh Rismawati

Ada sebuah cerita tentang dua orang putri, kakak beradik. Mereka tinggal di tengah hutan raya. Hal ini karena mereka tidak lagi mempunyai ayah dan ibu. Ketika kedua orang tua mereka masih ada, keluarga mereka termasuk sebuah keluarga yang bahagia dan rukun. Ketika itu pernah ibunya perpesan pada kedua anaknya. “Anakku, jangan biasakan hidup bermalas-malasan. Apalagi, kalau ada daging, jangan pernah membiarkan daging itu berlama-lama. Daging yang segar itu jika dibiarkan berlama-lama bisa hidup dan tumbuh menjadi setan gergaji. Dan gergaji itu akan memakan kita.”

Sekian lama waktu berselang, mereka sudah merasa nyaman hidup di hutan dengan makan seadanya. Tiba-tiba saja mereka mendapat kiriman daging dari kampung dan kedua putri ini meminta pengantar daging untuk meletakkan daging itu di depan pintu. Kemudian pengantar langsung pergi lagi. Kedua putri itu saling menolak untuk membersihkan dan memasak daging tersebut. Bahkan, untuk mengambil dari depan pintu saja mereka malas. Keduanya mengatakan sebentar lagi..sebentar lagi. Sedangkan daging sudah sangat lama di depan pintu. Mereka lupa dengan pesan ibu mereka. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Dogeng | Leave a Comment »

Kecewa

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 16, 2009

Rauza Hindun

Aku baru mengenalnya sebulan yang lalu. Ini berlebihan. Dia terlalu agresif. Baru pertama kali aku jalan dengannya, ia sudah berani menggenggam tanganku, membelai lembut kepalaku, dan merangkulku dengan mesra. Tapi, aku lebih senang jika ia melakukan itu semua karena tulus  sayang padaku. Bukan dikarenakan oleh nafsu semata. Ketulusan itu tak kulihat dari mata elangnya. Hanya ada api di sana, bukan keteduhan. Aku selalu merasa ditelanjangi saat ia menatapku. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »

Yang Ditinggalkan

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 12, 2009

Catatan Kecil Pementasan “Meunasah”

Oleh Akmal MR

Ruangan itu terlihat sangat sesak. Yang hadir tidak begitu ramai. Mungkin  karena ruang tak seluas panggung Taman Ismail Marzuki jadi tampak agak sedikit sempit. Para hadirin terdiam. Tiba-tiba Suara-suara tiupan seluring pilu menyerang dengan lembut. Ditambah tabuh rapai yang singkat, namun terdengar jelas rasa kepiluannya. Tak lama setelah itu, suara bisingnya kota besar mengemuk memburu orang-orang dari setiap sudut. Betapa tidak bersahabatnya kota besar pada kesunyian. Ribut sekali. Hujan lebat dengan gemuruh petirnya membuat suasana semakin menggantung di tengah remang lampu kecil. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Essay | 2 Komentar »

Sajak-sajak Budi Art

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 9, 2009

ULAR MELATA DALAM TIDURKU
Buat: Herman RN

Begitulah. Ular yang kau kirimkan senja tadi. Menyelinap dalam batin.
Bersama kabut yang beringsut. Padahal kucoba melupakannya. Sebab ular
yang kau kirim padaku, selalu saja mengembalikan kenangan pada
mitologi Adam dan buah Apel.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Puisi | 1 Komentar »

Uang Rakyat

Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Februari 8, 2009

Puisi Deddy Firtana Iman

Tersenyumlah dengan kemewahan

Bangga akan kemenangan

Harta kekayaan demi kekuasaan

Uang rakyat dan penindasan Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Puisi | 1 Komentar »