karya Nazar Alam
kalau berjumpa, tanyakan padanya
apa dia telah melupakanku?
melupakan rumah kami yang dititipkan padaku?
katanya sementara
tapi mengapa dia tak kunjung datang jua
Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 29, 2009
karya Nazar Alam
kalau berjumpa, tanyakan padanya
apa dia telah melupakanku?
melupakan rumah kami yang dititipkan padaku?
katanya sementara
tapi mengapa dia tak kunjung datang jua
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Puisi | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 26, 2009
Cerpen Azrul Rizki
Ibu, mengapa aku hanya menyemir sepatu? Apakah aku bisa merasakan orang lain menyemir sepatuku kelak?
Ditulis dalam Cerpen | 2 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 24, 2009
Cerpen Nazar Alam
Aku tak tahu pasti kapan rasa ini timbul. Yang kutahu, setelah aku memilikinya, sangat sulit bagiku untuk sesaat saja melupakannya. Seluruh waktuku sangat ingin kuhabiskan bersamanya. Senyumnya menjadi udara untuk napasku, tawanya menjadi warna untuk mataku. Manjanya menjadi mimpi dalam tidurku, suaranya menjadi serenade untuk telingaku. Cinta telah mengubah dia di mataku.
Ditulis dalam Cerpen | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 23, 2009
Puisi-puisi Herman RN
Bang budi yang tak lagi di sekolah
kuhela setiap helai yang melintang pukang
mencoba meluruskan arus yang (belum) lurus
entah kicau burung
entah gemericik daun
entah gebalau kerbau
entah pula bisik angin
kebiasaan yang memitos dalam sebuah komunitas, wahai
tapi kita percaya jalan ke sorga
Ditulis dalam Puisi | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 21, 2009
cerpen: Edi Miswar Mustafa
Pagi itu terasa dingin. Cerpenis muda itu kembali mendapat inspirasi. Dan menurutnya, ide ini lebih cocok dijadikan cerpen baru. Maka disimpannya cerita yang baru ditulisnya pada fase awal; semenjak pukul satu dini hari tadi. Sebagaimana biasanya ia berproses kreatif, naskah itu akan disimpannya untuk beberapa lama, kemudian direvisi –dilihat kembali kausalitas pemplotannya, keabsahan penokohan, kekayaan kosakata dan lainnya pada saat yang lain.
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 20, 2009
puisi-puisi Akmal MR
Aku ingin melupakan senja kemarin
sama sekali tak ingin ada lagi di sini
; maaf. semestinya tidak
tapi, waktu telah menghukumku
menuntutku melupakanmu
tetap saja tidak bisa
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Puisi | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 18, 2009
Edi Miswar
Sebulan, setelah tenda darurat 800-an pengungsi musibah tsunami berdiri, tiba-tiba seorang nenek, dua orang cucu, dan seorang perempuan yang diaku sebagai menantu si nenek datang ke titik pengungsian di Mesjid Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Mereka mengaku korban tsunami. Tapi, empat tahun usai ‘air raya kh’op’ itu mereka masih tinggal di pengungsian di bantaran krueng Aceh. Mereka menanti janji bantuan rumah di kawasan Ladong, Aceh Besar.
Ditulis dalam Buku | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 17, 2009
Matahari tepat di kepala. Cahayanya menembus jendela kaca aula Labchool Unsyiah. Di ruang tengah aula tersebut, terdapat kursi yang ditata membentuk liter U berlapis. Sat per satu kaum ibu memasuki ruangan itu diselingi beberapa kaum laki.
Ditulis dalam Feature | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Mei 13, 2009
karya Azrul Rizki
Pagi terasa hampa, ilalang masih basah oleh embun semalam. Pagi ini tak ada cahaya yang membakar otak, awan mendung menutup cahayanya untuk menerangi bumi. Bocah-bocah berlari menyusuri jalan dengan seragam sekolah. Suasana pagi hening tanpa cahaya itu sangat gaduh dengan anak-anak sekolah. Kegiatan dikampus pun tak lebih membisingkan. Auditorium IAIN hari ini dihiasai suasana baru. Seminar teater dilaksanakan disana. Tatanan rapi ruang audit seakan tak kan jenuh menunggu peserta seminar.
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »