Struktur Hirarkis Kata-Kata dan Proses Pembentukan Kata dalam Bahasa
Latar Belakang
Morfologi merupakan kajian ilmu yang mempelajari tentang kata dan pembentukan kata. Morfologi dalam bahasa Indonesia membicarakan tentang morfen dan kata. Sebuah kata dapat membentuk kata yang lain, ada yang disebut dengan afiksasi, komposisi, reduplikasi, suplesi, dan modifikasi internal.
Tidak semua proses morfologis terjadi dalam sebuah bahasa. Misalnya dalam bahasa Indonesia tidak terjadi modifikasi internal. Tetapi, dalam bahasa Inggris modifikasi internal terjadi dalam beberapa kasus. Begitu juga dalam bahasa Inggris tidak memiliki infiks, sedangkan dalam bahasa Indonesia dikenal beberapa infiks. Begitu juga suplesi, yang digunakan dalam bahasa Arab klasik.
Proses morfologis yang terjadi terkadang juga dapat menyebabkan perubahan kelas kata. Hal ini disebabkan oleh bergesernya makna kata tersebut yang disebabkan oleh proses morfologis tersebut.
Perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam satu bahasa dengan bahasa lain merupakan satu bentuk bahwa bahasa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Hal ini dapat dilihat dari pembentukan kata yang terjadi dalam setiap bahasa tersebut. Sebuah hal menarik ketika kita mengkaji dan menganalisis serta menemukan perbandingan-perbandingan yang dapat dijadikan acuan untuk membentuk kata baru.
Rumusan Masalah
Sebuah kata atau morfem dalam pembentukannya akan disusun secara bertahap. Hal ini disebabkan kata-kata tersebut mengalami sebuah struktur yang disebut struktur hirarkis kata-kata. Struktur hirarkis kata-kata ini nantinya akan mempengaruhi proses morfologis suatu bahasa. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara satu bahasa dengan bahasa yang lain.
Merujuk pada perbedaan proses morfologis yang terjadi pada sebuah bahasa, maka materi yang disajikan dalam makalah ini adalah bagaimana struktur hirarkis kata-kata itu terjadi dan proses-proses morfologis yang terjadi mencakup komposisi, afiksasi, reduplikasi, perubahan internal morfem dan suplesi.
Struktur Hirarkis Kata-Kata
Ada dua fakta penting tentang cara bagaimana imbuhan melekat dengan ungkapan mereka sendiri. Pertama, ungkapan yang diberi imbuhan yang secara normal dapat berkombinasi pada jenis kata yang sama. Sebagai contoh, akhiran –able dibubuhkan secara leluasa pada verba, tetapi tidak pada adjektiva atau nomina. Dengan begitu, kita bisa menambahkan akhiran ini pada verba adjust, break, compare dan debate. Tetapi tidak pada adjektiva asleep, lovely, happy dan strong atau pada nomina seperti anger, morning, student dan success. Kedua, ungkapan-ungkapan yang dihasilkan dari penambahan imbuhan pada beberapa kata atau morfem secara normal juga merupakan jenis kata yang sama. Misalnya, ungkapan yang diakibatkan oleh tambahan –able pada verba adalah selalu adjektiva. Dengan demikian kata adjustable, breakable, comparable, dan debatable semuanya adalah adjektiva. Satu kesimpulan penting dari dua fakta di atas adalah bahwa dalam pembentukan kata, imbuhan-imbuhan itu tidak terjadi bersama-sama tetapi disusun secara bertahap. Itulah yang disebut struktur hirarkis kata-kata.
Sebagai bahan pertimbangan adalah adjektiva reusable. Adjektiva ini terdiri dari tiga morfem. Yaitu morfem bebas use, dan imbuhan derivasional prefiks re- dan sufiks –able. Seperti yang diterangkan di atas, sufiks –able adalah pembentuk adjektiva dari verba.
Contoh:
(I) Verb + -able = Adjective
adjust adjustable
break breakable
compare comparable
debate debatable
lock lockable
use usable
Lain halnya dengan prefiks re- yang berfungsi membentuk verba baru dari verba yang sudah ada.
Contoh:
(II) Re- + Verb = Verb
adjust readjust
appear reappear
consider reconsider
construct reconstruct
decorate redecorate
use reuse
Dari contoh di atas ada dua tahap yang terjadi, yaitu:
- prefiks re- bergabung dengan verba use untuk membentuk verba reuse seperti dalam (II).
- sufiks –able diimbuhkan pada verba reuse untuk membentuk adjektiva reusable, yang juga diimbuhkan pada verda adjust untuk membentuk kata sifat adjustable seperti dalam (I).
Lebih jelasnya, proses pembentukan ini dapat dijelaskan dalam pohon struktur di bawah ini:
adjective
verb -able
re- verb
use
Pembentukan reusable tidak bisa dianggap sebagai hasil menambahkan prefiks re- pada kata usable. Hal ini disebabkan oleh adanya pertimbangan karena use adalah verba yang bisa diimbuhkan pada bentuk adjektiva usable, seperti dalam (I). Selain itu, karena usable adalah adjektiva, maka re- tidak bisa bergabung dengannya karena re- hanya bisa bergabung dengan verba. Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan bahwa affiks re- dan –able bisa dikombinasikan dengan morfem berbeda pada verba reuse, tetapi tidak pada adjektiva usable yang membentuk adjektiva reusable.
Beberapa kata dapat mengalami ambigu (mempunyai arti lebih dari satu). Hal ini bisa disebabkan oleh struktur internal mereka yang mungkin dianalisis lebih dari satu cara. Contohnya adalah kata unlockable. Kata ini memiliki pengertian ‘tidak bisa dikunci’ atau ‘bisa tidak dikunci’. Jika kita memperhatikan seksama morfem terikat ini, maka kita akan mampu melihat kejelasan mengapa ambiguitas ini muncul.
Dalam bahasa Inggris, prefiks un- berfungsi membentuk dua kelas kata, yaitu:
- kombinasi adjektiva yang membentuk adjektiva baru yang berarti ‘tidak’. Contoh:
(III) un-1 + Adjective = Adjective
able unable ‘not able’
aware unaware ‘not aware’
happy unhappy ‘not happy’
intelligent unintelligent ‘not intelligent’
lucky unlucky ‘not lucky’
- kombinasi verba yang membentuk verba baru yang berarti ‘melakukan kembali pekerjaan yang sebelumnya’
(IV) un-2 + Verb = Verb
do undo ‘to do the reverse of doing’
dress undress ‘to do the reverse of dressing’
load unload ‘to do the reverse of loading’
lock unlock ‘to do the reverse of locking’
tie untie ‘to do the reverse of tying’
Merujuk pada dua kombinasi di atas, maka unlockable dapat dianalisis dengan dua cara, yaitu:
- sufiks –able bergabung dengan verba lock untuk membentuk adjektiva lockable seperti dalam (I). Di sini, prefiks un- bisa dikombinasikan dengan adjektiva lockable untuk membentuk adjektiva baru yaitu unlockable. Proses ini juga dapat dijelaskan dengan struktur pohon, yaitu:
Adjective
Un-1 adjective
Verb -able
lock
Seperti yang telah dijelaskan di atas, un-1 berarti ‘tidak’ dan struktur pohon ini menjelaskan arti unlockable adalah ‘tidak bisa dikunci’.
- prefiks un- bergabung dengan verba lock untuk membentuk verba unlock seperti dalam (IV). Kemudian suffiks –able bergabung dengan verba unlock untuk membentuk adjektiva unlockable. Proses ini dapat dijelaskan dengan struktur pohon sebagai berikut:
Adjective
Verb -able
un-2 verb
lock
Makna yang terkandung dalam kata ini adalah merujuk pada un-2 yang berarti ‘melakukan kembali pekerjaan yang sebelumnya’ yang diinterpretasikan pada locking. Sehingga arti kata unlockable pada proses ini adalah ‘bisa tidak dikunci’.
Proses Pembentukan Kata Dalam Bahasa
Komposisi
Komposisi adalah kombinasi yang dibentuk dari dua kata yang berbeda. Bagian dari kombinasi ini bisa berupa morfem bebas, kata dasar, atau gabungan lainnya, seperti:
girlfriend air conditioner lifeguard chair
blackbird looking glass aircraft carrier
lifeguard working girl
aircraft watchmaker
textbook self-determination
Kita dapat mengatakan bahwa pemajemukan membentuk kata-kata dan bukan hanya frasa-frasa sintaksis yang disebabkan oleh perbedaan di antara tekanan pola dalam kata-kata dan frasa. Pemajemukan yang memiliki kata-kata dalam golongan yang sama sebagai frasa mempunyai tekanan utama hanya pada kata pertama, sedangkan kata-kata perseorangan dalam frasa mempunyai penekanan utama sendiri-sendiri. Contoh: (tekanan utama dilambangkan dengan ´)
Kata majemuk frasa
bláckbird bláck bírd
mákeup máke úp
Kata-kata majemuk lain bisa juga untuk menekankan pola, tetapi hanya jika mereka tidak mampu menjadi frasa. Pola ini juga hanya menekankan pada kata pertama saja seperti kata majemuk lainnya. Perbedaan-perbedaan ini sering terjadi, tetapi tidak selalu. Hal ini sering direfleksikan dalam penulisan umum seperti menulis sebuah kata majemuk sebagai satu kata atau menggunakan tanda-tanda penghubung untuk menyambung kata-katanya. Contoh:
eásy-góing eásy-going
mán-máde mán-made
hómemáde homemade
Sintaksis suatu kata yang diciptakan oleh pemajemukan bergantung pada tingkat tertentu dalam kategori-kategori bagiannya. Secara umum, dua kata yang kategorinya identik akan membuat sebuah kata majemuk yang juga berkategori sama. Begitu juga bagian kedua dari kata majemuk akan kelihatan mendominasi ketika kategori bagian-bagian itu berbeda. Contoh:
Nomina Adjektiva
birdcage deaf-mute
houseboat easy-going
playground highborn
X-nomina X-adjektiva X-verba
blackbird stone-deaf outrun
backwater colorblind spoonfeed
knee-deep undergo
downcast
Pengertian kata majemuk bergantung pada pengertian bagian-bagiannya. Namun, hampir semua pengertian dari tiap kata-kata majemuk itu dilibatkan tiap bagiannya. Misalnya, pengertian kata aircraft adalah sebuah alat yang dibuat untuk digunakan di udara. Sedangkan airconditioner adalah sebuah alat yang dibuat dengan memanfaatkan udara.
Afiksasi
Pada dasarnya, ada tiga afiks, yaitu:
1) prefiks, yaitu imbuhan yang diletakkan di awal morfem bebas atau prefiks lainnya. misalnya re-, anti- dan dis-.
2) sufiks, yaitu imbuhan yang ditambahkan pada akhir morfem bebas atau prefiks lainnya. Misalnya –ment, -ly, -ed, -‘s, dan -s.
3) infiks, yaitu imbuhan yang disisipkan diantara morfem. Bahasa inggris tidak memiliki infiks.
Bahasa Tagalog yang merupakan bahasa nasional negara Pilipina, memiliki infiks-infiks yang sangat ekstensif. Misalnya infiks –um- digunakan untuk banyak kata kerja. Contoh:
[sulat] ‘write’ [sumulat] ‘to write’
[bili] ‘buy’ [bumili] ‘to buy’
[kuha] ‘take, get’ [kumuha] ‘to take, to
get’
Selain itu, bahasa Tagalog juga memiliki infiks –in- yang digunakan untuk kelas verba pasif. Banyak bahasa lainnya di Pilipina memiliki infiks –ar- yang digunakan untuk nama tumbuh-tumbuhan atau pohon-pohon.
Dalam bahasa Indonesia, afiksasi membentuk verba, adjektiva, nomina, adverbia, numeralia dan interogativa. Selain itu, bahasa Indonesia kaya dengan jenis afiks. Bahasa Indonesia tidak hanya memiliki prefiks, infiks dan sufiks. Tetapi juga memiliki konfiks dan simulfiks, yaitu gabungan afiks yang terdiri dari dua unsur afiks yang diletakkan di depan dan di belakang sebuah kata. Contoh:
Prefiks infiks sufiks konfiks dan simulfiks
menulis kinerja bagian keadaan
penulis gerigi makanan persahabatan
berlari seruling tiduri pengiriman
Reduplikasi
Di dalam reduplikasi, semua morfem digandakan (pengulangan total) atau hanya sebagian morfem ( pengulangan parsial). Dalam bahasa Inggris, reduplikasi total hanya terjadi secara sporadis dan itu biasanya menandai intensitas.
That’s a big, big dog! (big is drawn out)
Bahasa Indonesia menggunakan reduplikasi total untuk membentuk kata benda jamak. Contoh:
[rumah] ‘house’ [rumahrumah] ‘houses’
[ibu] ‘mother’ [ibuibu] ‘mothers’
[lalat] ‘fly’ [lalatlalat] ‘flies’
Bahasa Tagalog menggunakan reduplikasi sebagian untuk menandai keadaan yang akan datang. Contoh:
[bili] ‘buy’ [bibili] ‘will buy’
[kain] ‘eat’ [kakain] ‘will eat’
[pasok] ‘enter’ [papasok] ‘will enter’
Dalam kata sambung dengan prefiks man (yang sering mengubah inisial konsonannya mengikuti bunyi sengau), Tagalog menggunakan reduplikasi menunjukkan pelaku pekerjaan. Contoh:
[bili] / man + bi + bili / [mamimili] ‘a buyer’
[sulat] / man + su + sulat / [manunulat] ‘a writer’
[’isda] / man + ’I + isda / [man’i’isda] ‘a fisherman’
Dalam bahasa Indonesia, gejala reduplikasi dapat dibagi kedalam lima bagian, yaitu:
1) dwipurwa adalah pengulangan suku pertama pada leksem dengan pelemahan vokal. Contoh: lelaki, tetamu, sesama, dan pepatah.
2) dwilingga adalah pengulangan leksem secara utuh. Contoh: rumah-rumah, ibu-ibu dan pagi-pagi.
3) dwilingga salin suara adalah pengulangan leksem dengan variasi fonem. Contoh: mondar-mandir, pontang-panting dan bolak-balik.
4) dwiwasana adalah pengulangan bagian belakang dari leksem. Contoh: pertama-tama, sekali-kali dan perlahan-lahan.
5) trilingga merupakan pengulangan onomatope dengan tiga kali variasi fonem. Contoh: cas-cis-cus dan dag-dig-dug.
Perubahan Internal Morfem
Di samping menambahkan imbuhan pada sebuah morfem (afiksasi) atau mengulang seluruh atau sebagian morfem (reduplikasi) untuk membedakan analisis proses morfologi, ada juga proses morfologis yang disebut modifikasi internal morfem. Berikut adalah beberapa contoh dalam bahasa Inggris:
1) meskipun pola biasa dari bentuk jamak ditambahkan pada morfem infleksi, beberapa kata dalam bahasa Inggris membuat sebuah modifikasi internal, misalnya man tetapi men, woman tetapi women, goose tetapi geese dan lain-lain.
2) pola biasa dari past tense dan past participle adalah ditambahkannya sebuah imbuhan, tetapi beberapa verba juga menunjukkan perubahan internal, seperti:
break, broke, broken
bite, bit, bitten
ring, rang, rung
sing, sang, sung.
3) beberapa kelas kata hanya bisa berubah dengan menggunakan modifikasi internal, seperti:
strife, strive
teeth, teethe
breath, breathe
life, live (V)
life, live (adj).
Suplesi
Bahasa yang dibentuk oleh proses morfologis akan membentuk kata-kata yang secara normal menjadi kata yang beraturan. Pembentukan kata-kata secara produktif tersebut menggunakan satu atau beberapa proses yang telah dijelaskan di atas. Tetapi, dalam proses-proses tersebut juga memiliki kelas kata yang tidak beraturan. Hal ini disebabkan mereka menandai persamaan analisis morfologis tersebut dengan proses lain yang berbeda. Kadang-kadang. Perbedaan itu bisa direpresentasikan dengan dua kata yang berbeda yang tidak memiliki banyak perbedaan sistematik dalam bentuknya. Situasi yang tidak beraturan ini disebut suplesi dan biasanya hanya terjadi pada beberapa kata pada sebuah bahasa. Situasi ini muncul karena ada dua kata berbeda yang ditafsirkan memiliki arti yang sama diinterpretasikan sebagai kata yang sama.
Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris akhiran verba beraturan bentuk past tense dibentuk dengan menambahkan /-† /, /-d /, or /-əd /. Kebanyakan kata-kata dalam bahasa Inggris, begitu juga kata-kata susunan baru dalam bahasa Inggris seperti scroosh atau blat akan mempunyai format past tense ini.
walk /wak/ walked /wak†/
scroosh /skruš/ scrooshed /skruš†/
blat /blæ†/ blatted /blæ†əd/
Ada juga beberapa kelas kata umum dalam bahasa Inggris bentuk past tense yang berubah huruf vokalnya, misalnya:
sing /sґŋ/ sang /sæŋ/
run /r^n/ ran /ræŋ/
Bebrapa kata kerja individual dalam bahasa Inggris memiliki suplesi past tense, yaitu:
I am /æm/ I was /w^z/
I go /go/ I went /wεn†/
Bahasa Arab klasik memberikan contoh lain. Bentuk jamak yang normal untuk kata benda diakhiri dengan /-a†/ dengan memperpanjang bunyi hurufnya. Contoh:
/dira:sa†/ ‘(a) study’ /dira:sa:†/ ‘studies’
/haraka†/ ‘movement’ /haraka:†/ ‘movements’
Kesimpulan
(1) Ada dua fakta penting tentang cara imbuhan melekat dengan suatu ungkapan. Pertama, ungkapan yang diberi imbuhan yang secara normal dapat berkombinasi pada jenis kata yang sama. Kedua, ungkapan-ungkapan yang dihasilkan dari penambahan imbuhan pada beberapa kata atau morfem secara normal juga merupakan jenis kata yang sama.
(2) Struktur hirarkis kata-kata adalah dalam pembentukan kata, imbuhan-imbuhan itu tidak terjadi bersama-sama tetapi disusun secara bertahap.
(3) Affiks re- dan –able bisa dikombinasikan dengan morfem berbeda pada verba reuse, tetapi tidak pada kata sifat usable yang membentuk adjektiva reusable.
(4) Akibat struktur internal mereka yang mungkin dianalisis lebih dari satu cara membuat beberapa kata mempunyai makna yang lebih dari satu (ambigu).
(5) Dalam bahasa Inggris, prefiks un- berfungsi membentuk dua kelas kata, yaitu: kombinasi adjektiva yang membentuk adjektiva baru yang berarti ‘tidak’ dan kombinasi verba yang membentuk verba baru yang berarti ‘melakukan kembali pekerjaan yang sebelumnya’.
(6) Komposisi adalah kombinasi yang dibentuk dari dua kata yang berbeda. Bagian dari kombinasi ini bisa berupa morfem bebas, kata dasar, atau gabungan lainnya.
(7) Secara umum, dua kata yang kategorinya identik akan membuat sebuah kata majemuk yang juga berkategori sama. Begitu juga bagian kedua dari kata majemuk akan kelihatan mendominasi ketika kategori bagian-bagian itu berbeda.
(8) Pada dasarnya, ada tiga afiks, yaitu: prefiks, suffiks, dan infiks.
(9) Dalam reduplikasi, semua morfem digandakan (pengulangan total) atau hanya sebagian morfem (pengulangan parsial). Dalam bahasa Inggris, reduplikasi total hanya terjadi secara sporadis dan itu biasanya menandai intensitas.
(10) Selain afiks dan reduplikasi, ada juga proses morfologi yang disebut dengan modifikasi internal morfem.
(11) Bahasa yang dibentuk oleh proses morfologis akan membentuk kata-kata yang secara normal menjadi kata yang beraturan. Tetapi, dalam proses-proses tersebut juga memiliki kelas kata yang tidak beraturan. Hal ini disebabkan mereka menandai persamaan analisis morfologis tersebut dengan proses lain yang berbeda.
Saran
(1) Agar tidak menyebabkan beberapa kata mempunyai makna yang ambigu, maka seharusnya struktur internal mereka tidak dianalisis lebih dari satu cara.
(2) Sebaiknya saat para penulis menulis sebuah kata majemuk sebagai satu kata atau menggunakan tanda-tanda penghubung untuk menyambung kata-katanya.
Oleh: Safrizal (0806102010044). Anggi Ariska (0806102010063), Cut Dara Nastianti (0806102010004), Fittriyani (0806102010014), Fitriani (0806102010016), Maya Sari (0806102010027), Nanda Roshita (0806102010049), Neni Suryani (0806102010002), Nursiti (0806102010018), dan Rina Maharani (080610201006).
DAFTAR PUSTAKA
Sneddon, J.N. 1996. Indonesian Reference Grammar. Australia: Allen & Leuwin Production.
Kridalaksana, Harimurti. 1989. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Daftar pustakanya tak tersusun secara abjad. thanks.
jadi apa bedanya konfiks ma simulfiks?
numpang nanya nih bang, untuk kata ‘hospitalize’dalam bahasa inggris itu seperti apa dalam kajian morfologi? thanks
semoga bisa lebih lengkap lagi okkk…
by: Aulia