Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 30, 2009
oleh Ampuh Devayan
Serambi Indonesia, 30 Agustus 2009 (panteue)
DI pelataran tugu Darussalam 50 tahun tahun lalu (tanggal 2 September), para pemimpin, ulama, umara, militer, sipil, kaya, miskin, berpangkat atau jelata berhimpun dalam satu cita. Aceh harus bangkit membangun masa depannya. Bertekad menghapus kebodohan, menghilangkan sengketa, dan menghidupkan suar ilmu pengetahuan adalah cita-cita bersama rakyat setelah sekian puluh tahun terjerat perang dan konflik, baik perang dengan kolonial maupun konflik intern akibat diseret kepentingan politik
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 24, 2009
Cerita Pendek Nurhadia
SENJA telah tiba. Terlukis di angkasa sana dengan semburat merah saga dan matahari masih menyisihkan sedikit warna emasnya di sana. Semuanya menjadi latar belakang yang indah bagi sekelompok burung yang terbang pulang ke sarangnya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 21, 2009

oleh Nazar Alam
Hatinya sedang galau. Telinganya disapa bisik-bisik angin sengau. Diantara pala-pala yang berjejer tak beraturan, dia tertunduk lesu tanpa suara. Matanya yang dipenuhi air-air luka disembunyikan di antara kedua paha yang diikat erat dengan kedua tangannya yang bersilangan. Hatinya sedang gebalau, angin yang kian kuat mengacak-acak rambutnya dirasakan begitu saja. Tadi dia lari dari rumahnya, membawa hati yang bergetar dan perlahan terasa luruh.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 17, 2009
cerpen Hendra Kasmi
dimuat di Serambi Indonesia, 16 Agustus 2009
KUTULIS surat ini dengan takzim cinta untuk selir permataku di kampung naga di kala fajar mencicipi embun dan dedaunan yang dibuai angin pagi bergesakan seperti dawai biola. Di fauteuil tua menikmati pesona sejuta cemara terbentang di taman istana, aku mulai menorehkan baris-baris rindu ini. Kenapa aku menulis dengan memilih detik-detik di kala embun bersahaja? Sebab saat ini biasanya beiring laku seorang perempuan putusasa yang menumpahkan linangan pilunya di tangga pagi.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 14, 2009
oleh : Edi Miswar Mustafa
Dalam kesusastraan tidak ada yang nomor satu. Karena karya Yang Maha itu memiliki kelebihan dan kekurangan yang khas. Maha besar-nya sebuah karya hanyalah keterpaksaan pengklasifikasian. Ada karya-karya yang dianggap kurang berarti, ada karya-karya yang bernilai sedang saja, dan memang ada karya yang pantas disebut besar. Namun, setiap karya yang pantas disebut karya besar harus memiliki beberapa nilai yang menjadi ciri dari kebesarannya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 13, 2009
Cerpen Erni Ningsih
YULIA tidak menduga kalau ternyata pemuda yang dikenalnya adalah cowok matre yang baik. Semuanya bermula dari nonton konser Ungu. Itu tu, grup band yang lagi digilai sama anak-anak muda. Siapa sich yang nggak kenal? Malam itu adalah malam Minggu, malam panjang buat kawula muda. Yulia sudah janjian dengan ketiga temannya Yeyen, Uni, dan Marisa untuk nonton konser. Mereka bertiga lebih tepat disebut sahabat. Yulia kenal mereka waktu ospek masuk perguruan tinggi. Sejak itulah hubungan mereka makin akrab.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 12, 2009
Oleh Herman RN
Membaca di beberapa media ihwal telah terbit Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat, siapa yang tak senang. KBBI edisi keempat adalah edisi terbaru. Demikian halnya saya, sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sejak di Strata satu (S.1), KBBI adalah bacaan mutlak. Sering, tatkala saya kewalahan mencari makna suatu kata atau untuk mengurangi rasa bimbang dari makna yang saya ketahui, KBBI menjadi alternatif puncak untuk mempertegas keyakinan saya. Itu sebabnya, ketika sejumlah media cetak memberitakan telah diluncurkannya KBBI edisi keempat oleh Pusat Bahasa (PB), hasrat di hati saya untuk mendapati kamus besar tersebut melebihi besar dan beratnya kamus itu.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 9, 2009
oleh Herman RN
Mungkin sungai-sungai akan berserabut mayat berlumut, andai saja rumah sakit jiwa (RSJ) dan penjara tak ada. Pasalnya, sebelum adanya rumah tempat orang yang diklaim memiliki kelainan jiwa, sungai jalan untuk memisahkan mereka -yang normal dan yang dianggap tak waras.
Demikian halnya dengan perampok, pencuri, penodong, atau lebih umum sebut saja “penjahat”. Semua akan dihanyutkan agar terpisah dari orang-orang yang menjalani kehidupan normal.
Artinya, ada dua golongan di sini yang mulanya dianggap tetap satu. Mereka yang tak waras dan mereka yang jahat. Orang-orang berperilaku jahat, juga dianggap tak waras, sehingga mesti dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Feature | Leave a Comment »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 5, 2009
Eddi Miswar
Aku ingin menulis seperti mereka yang membuatku kagum. Aku sadari menulis bukan karena bakat dari orang-orang yang menurunkan atau yang melahirkan kita. Menulis adalah berusaha dan terus berusaha untuk mewujudkan apa yang ingin kita sampaikan hingga dapat dipahami orang lain.
Herman RN misalnya, salah seorang alumnus Sekolah Menulis Do Karim. Aku tahu benar siapa dia. Seorang tukang tutur yang tidak mau kalah, mengesankan seorang yang sok tahu, seolah kebenaran hanya keluar dari lidah dia. Namun, menurutku dia hebat dengan secupa kesombongan yang ia miliki itu. Dia bukan cuma bicara ke langit Selatan, kemudian melintas ke langit Utara. Dia menulis dan terus menulis, kendati mula-mula esainya kami tertawakan di meja sekolah Do Karim.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Essay | 1 Komentar »
Ditulis oleh Gemasastrin PBSID di/pada Agustus 3, 2009
Cerita Pendek Agus Suarni MS
Mentari bersinar
Terangi kita semua
Tapi,
Tidak aku !
Jika kamu bukan mentariku
Aku minta maaf
Bila, aku pinta cahaya itu sedikit darimu
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »