oleh Akmal M. Roem
Dimuat di Harian Aceh.
(Menanggapi Thayeb Loh Angen)
Tulisan ini lahir setelah membaca artikel “Sastra di Aceh Sedang Sakit” yang ditulis Thayeb Loh Angen di Harian Aceh, Minggu,25 Oktober 2009. Tulisan ini saya persembahkan bagi kaum muda yang sejatinya sakit hati karena telah gagal menulis dengan baik di media massa di Aceh. Apalagi saya yang sudah semenjak SD melumat buku-buku sastra tapi tak juga menghasilkan tulisan yang hebat seperti Marcos ataupun seromantis puisi-puisi Pablo Neruda.