Desember 2011

Ketika Ku Jalan

oleh: Muhammad Rifki

ketika ku jalan

raut wajah mulai murung

tampak kaki-kaki pekerja kota

kasar, tak peduli apapun resiko

mereka hanya tahu itulah pekerjaan mereka

(lagi…)

Pada Sebuah Taman

cerpen Akmal M Roem

Sore itu, aku lihat seorang penyair tua duduk mengasing. Ia tertegun menyaksikan lintas awan berarak. Gelap dan bergemuruh. Angin kencang. Dengan sesksama matanya terus memperhatikan ke atas sana. Sesekali berkedip. Tak lama kemudian penyair tua itu tersenyum. Seperti mengenang sesuatu yang indah.

(lagi…)

IMPIAN

Puisi: Eli Jaya

Sekarang terasa mimpi bagaikan teman yang selalu menemani kesendirian

Mengiringi sang waktu dan terus mengulang kembali ingatan yang telah tersimpan

Keraguan datang dan pergi bagaikan angin yang berhembus menerpa lembut gugurnya dedaunan

Sehingga membuat sekitar taman menjadi indah dengan di hiasi hijaunya rerumputan

(lagi…)

Aku Berharap (4)

Cerber Achie Tarmizi HS

Tengah merancang pertemuan dengannya lewat tulisan. Berharap dia memberikan tangannya untuk kugenggam. Untuk seseorang yang sangat galak di lapangan…

(lagi…)

Kau Ajari Aku

[Serambi, 18 Desember 2011]

Karya  Dewi Kartini

Ibu
Inginku bercermin pada bola matamu
aku belajar keteduhan
hadirmu di hatiku
semangati setiap jejak perjuangan
teduhku dalam peluhmu
kucecap kedamaian

(lagi…)

Bahasa Aceh Butuh Transfer

oleh Herman RN

SIAPA yang tak takut kehilangan bahasa ibu atau bahasa daerahnya? Tak ada orang yang ingin kehilangan bahasanya karena pada bahasa juga melekat identitas diri pengguna bahasa.

(lagi…)

Fatamorgana

oleh Dewi Aryani
Saat kumenelusuri jalan lurus
Kuberpaling ke arah seberang sana
Betapa indahnya
Tanpa kusadari kuberjalan bukan jalan tujuanku
Aku lupa tujuanku

Melestarikan Bahasa dengan Sastra Lokal

Oleh Hendra Kasmi

“Bertahan atau tidaknya  suatu bahasa sangat tergantung pada pemakai bahasa itu sendiri, “ ungkap Teguh Santoso, Kepala Pusat Balai Bahasa Banda Aceh dalam Pelatihan Pemberdayaan Guru di Gedung BPKP di Lubuk, Aceh Besar,  Sabtu (19/11).  Dalam presentasinya tentang konsep bahasa, beliau mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib Bahasa Aceh ke depan, salah satu bahasa suku yang dominan dipakai di provinsi paling barat ini. Selain bahasa Aceh, masih ada tujuh bahasa lainnya yang telah berakar lama di Tanah Rencong, yakni bahasa Gayo, Aneuk Jamee, Kluet, Haloban, Devayan, Tamiang, dan Alas. Semua bahasa itu yang jika  dilihat dari jumlah penuturnya,  diprediksi tak akan bertahan lama.

(lagi…)

Aku Berharap (3)

Oleh Achie Tarmizi HS

Akhirnya aku mutusin untuk ngajak dia ketemuan. Untuk menuntaskan segalanya. Kami diam. Dan aku yang memulai pembicaraan. Aku berkata, kalau aku gak mau lagi jadi temannya dan memintanya untuk gak menghubungiku lagi. Dia kaget dan bertanya apa salahnya. Aku hanya diam. Berpikir, mencari alasan apa salahnya. Sebenarnya dia gak salah apa-apa. Aku bingung. Tapi aku tetap mutusin kalau aku gak mau jadi temannya lagi. Dia pergi dan menangis. Sejak itu, kami benar-benar kayak orang yang gak saling kenal. Dia tak pernah memanjat lagi. Dia tak pernah bertemu denganku lagi. Tepatnya menghindar..” Dia menatapku. Dia menghela nafas berat.

(lagi…)

Sujudku Subuh Itu

[Serambi Indonesia, Minggu, 11 Desember]

Karya Nazar Shah Alam

Bersujud pada-Mu, Tuhanku
Dalam doa yang terbata
Adalah subuh yang manis
Pagi yang terbahak

(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.