Aku Berharap (7)

Cerber Achie Tarmizi HS

Aku tersesat. Aku benar-benar tersesat. Aku melihat ke sekeliling. Tapi mataku seperti dihalau kabut. Aku mengucek mataku. Aku dimana? Aku disebuah pulau ditengah lautan luas. Sepanjang mata memandang hanya lautan luas. Hanya lautan. Hanya lautan. Aku menarik rambutkku frustasi. Aku menjerit. Aku seperti orang buangan dengan gaun biru laut sobek dilengan dan ujung roknya. Aku tak memakai alas kaki. Aku sangat berantakan.

Aku berkeliling, melihat pulau. Ini bukan pulau. Hanya sebulatan tanah kosong dengan satu pohon kering beranting banyak. Kenapa aku bisa sampai disini?

Tiba-tiba saja aku merasakan getaran hebat di hatiku. Getaran yang sama. Yang sering mampir di hatiku maupun tubuhku. Getaran yang terlalu sering direspon tubuhku sebagai getaran yang rasanya berbeda tapi sama. Aku berbalik perlahan dan melihat seorang lelaki dengan senyum yang sedikit terpaksa sambil mengulurkan tangannya. Kemeja putih dan denim membuat ia makin bersih. Tak sepertiku yang berantakan. Matanya tajam tapi memohon. Aku ingin menyambut uluran tangan itu, tapi tiba-tiba saja suara monster air berbentuk ikan bersisik merah yang ganas mengaum. Ia menampakkan wujud seramnya padaku. Taringnya tajam. Aku terkejut. Aku tak tau bagaimana respon lelaki tersebut. Aku hendak berbalik menatap lelaki tersebut, tapi tak jadi karena tiba-tiba saja dari mulut moster ikan yang mengaum itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan….

Aku ingin dipeluk lelaki itu, aku ingin ia melindungiku. Tapi dia menghilang…

Aku membuka mata. Aku bermimpi. Yap! Aku meyakini diriku sendiri. Aku bermimpi. Bermimpi lagi tentang laki-laki itu. Setiap aku dan dia bertemu dengannya di mimpi selalu dengan lokasi yang berbeda. Tetapi dia selalu mengulurkan tangannya dengan mata memohon. Lalu dia menghilang saat aku membutuhkannya. Aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tiga siang.

Sebuah SMS masuk.

Zeus.

Art, knp slu g mw klo aq ngjak ketemuan?

Apa yang mesti kujawab. Aku menggoyang-goyangkan hepeku. Ragu. Tapi ini tak boleh terjadi.

Krn aq g mw.. qt kan bteman lwt sms, jd smsan aj..

Sent.

Aku memegang kepalaku yang sedikit pusing. SMS yang masuk mengagetkanku lagi.

Tp g nutup kmungkinan klw qt bs bteman d dunia nyata kan..

Aku menghela nafas.

Aq g bs

Sent.

Klw g bs hari ini, bsk, klo g bs bsk, lusa, klw g bs..lusanya lg..

Ya ampun..keras kepala banget ini anak.

Ya udh..tp qm jng nyesel ya n jng lari..ntar aq blg lg kpn tept-a..

Zeus gak membalas SMS lagi. kutunggu berapa menit pun tak ada balasannya. Jadi aku memutuskan untuk ke kamar mandi.

 

bersambung….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.