Februari 2012

Sungai Berdarah

(DETak Unsyiah, 19 Desember 2011)

Oleh Ramajani Sinaga

Negeriku memanas saat ini. Setiap hari awan gelap menyelimuti desaku. Tak ada yang indah, aku tak pergi ke sekolah. Ayah melarang keras jika aku berangkat ke sekolah. Setiap wajah menampilkan ketakutan luar biasa. Air mata nanah mengalir di mana-mana. Kamu jangan menganggap negeriku masih dijajah Jepang atau Belanda. Sungguh, naskah proklamasi telah menggema, merah putih pun telah berkibar gagah. Negeriku telah merdeka. Tapi semua orang tutup mulut tanpa bersuara; Merdeka!

(lagi…)

Aku Berharap (tamat)

 

 

 

Cerber Achie Tarmizi HS

Aku menungunya lagi di sini. Sama seperti saat aku bertemu dengannya pertama kali. Tengah melihat orang manjat wall climbing. Tengah curhat gak jelas. Dan aku yang tengah memaparkan argumentasiku dengan menggebu-gebu. Suasananya sama seperti saat aku bertemu dengannya pertama kali. Bedanya tak ada orang yang manjat wall climbing. Tapi sore ini sedikit sepi. Atau itu hanya refleksi dari hatiku yang tiba-tiba kesepian. Tak ada orang yang berbicara padaku saat ini. Tak ada dia.

(lagi…)

Tikus Berbalut Sutera

Puisi Nina Eka Putri

 

Tikus-tikus kecil datang dari negeri nan jauh.

Datang membawa madu-madu manis

Tinggal di selokan bersih

(lagi…)

Cahaya Rindu

[Serambi Indonesia, 12 Februari 2012]

Karya Akmal M Roem

Tibalah waktu kami mengenang kelahiranmu,
Wahai cahaya junjungan alam
Mengenang cinta dan perjuanganmu
Tatkala menyebarkan ajaran Islam di seluruh penjuru dunia
(lagi…)

Menjadi Wartawan

Oleh Ampuh Devayan

Refleksi Peringatan HPN  dan MILAD
Serambi Indonesia
(9 Februari  2012).

Selama 23 tahun aku berhidmat jadi wartawan.

Seorang teman memberikan perumpamaan menarik terhadap tugas Pers. Katanya, kalau Aceh ini diumpamakan satu mobil/bus, maka pemerintah adalah Sopir sedang rakyat adalah penumpangnya. Ketika sopir memacu bus dengan kecepatan tinggi apalagi ugal-ugalan, maka penumpang harus berteriak mengingatkan Pak Sopir.

(lagi…)

Terbuang dan Terlantar

Puisi Nora Fajar

Mamaku tersayang…
Betapaku ingin menjadi gadis kecilmu
Saat pertama ku hadir di dunia
ku merasa sentuhanmu yang hangat
tapi, itu hanya menjadi pertama dan terakhir dekapanmu..

(lagi…)

IBU

oleh Ani Afrah S.

Berbicara tentang ibu, langsung terbayang pada seseorang yang tidak pernah tergantikan jasa dan pengorbanannya. Pengorbanan ibu sungguh luar biasa, tidak ada yang sanggup membalasnya walaupun kita memberi harta benda dan materi yang berlimpah sekalipun. Mulai dari mengandung, selama sembilan bulan ibu terus membawa kita ke manapun ia pergi. Kemudian saat ia melahirkan, pernahkah kita membayangkan bagaimana rasa sakit yang ia rasakan kala itu, seluruh tenaga dicurahkan agar kita terlahir ke dunia dengan selamat meskipun nyawa menjadi taruhannya.

(lagi…)

Suaktimah Than Jembatan

Oleh Rahmad Nuthihar

Hai rakan keunoe meusapat
Taduek siat ta meucerita
Hana pue that susah tapeudong rapat
Neudukkeuh siat dengoe lon haba
(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.