<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gemasastrin</title>
	<atom:link href="http://gemasastrin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gemasastrin.wordpress.com</link>
	<description>Berbuat, bukan Berkata - BERONTAK dari yang sudah ADA</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 02:29:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gemasastrin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>gemasastrin</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gemasastrin.wordpress.com/osd.xml" title="gemasastrin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gemasastrin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mahdi Idris Juara Cipta Cerpen Aceh</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/mahdi-idris-juara-cipta-cerpen-aceh/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/mahdi-idris-juara-cipta-cerpen-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2040</guid>
		<description><![CDATA[[Serambi Indonesia, 30 Januari 2012] BANDA ACEH &#8211; Mahdi Idris, staf pengajar di Pesantren Terpadu Ruhul Islam Tanah Luas, Matangkuli, Aceh Utara, terpilih sebagai juara I lomba cipta cerita pendek (cerpen) berbahasa Aceh yang dilaksanakan Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (Pusbada) Unsyiah, Banda Aceh. Mahdi menulis cerpen berjudul Badee Cot Uroe Timang. Ketua panitia penyelenggaraan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2040&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>[Serambi Indonesia, 30 Januari 2012]</em></p>
<p>BANDA ACEH &#8211; Mahdi Idris, staf pengajar di Pesantren Terpadu Ruhul Islam Tanah Luas, Matangkuli, Aceh Utara, terpilih sebagai juara I lomba cipta cerita pendek (cerpen) berbahasa Aceh yang dilaksanakan Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (Pusbada) Unsyiah, Banda Aceh. Mahdi menulis cerpen berjudul Badee Cot Uroe Timang.</p>
<p><span id="more-2040"></span></p>
<p>Ketua panitia penyelenggaraan lomba, Herman RN, kepada Serambi Minggu (29/1) menyebutkan, penetapan juara tersebut setelah melalui proses penilaian sekitar satu sebulan, sejak penerimaan naskah awal September hingga 15 Desember 2011.</p>
<p>Herman menyebutkan, juara II diraih Muhadzdzier M Salda dengan judul cerpen Saboh Watee Malam, juara Nuril Annisa judul cerpen Doda nyang Ka Gadoh, juara IV Hendra Kasmi judul cerpen Cadek, dan juara V Fardelyn Hacky Irawani, judul cerpen Mala dari Gampong Pala.</p>
<p>Sementara Ketua Pusbada Unsyiah, Dr Mohd Harun MPd menambahkan penyerahan hadiah sekaligus pengumuman nama-nama peraih juara satu, dua dan seterusnya itu akan dilaksanakan di Lembaga Penelitian Unsyiah awal Februari ini.</p>
<p>“Selain lima nama itu, ada 15 pemenang hiburan lainnya yang seluruh karyanya akan dibukukan bersama para juara. Karya yang masuk ke panitia mencapai 76 naskah,” kata Harun.</p>
<p>Ia menjelaskan dari sejumlah naskah perlombaan cipta cerpen berbahasa Aceh yang diterima itu memiliki pencitraan yang luar biasa tentang Aceh. Umumnya sebut Harun, cerpen-cerpen tersebut mengisahkan tentang konflik serta musibah gempa dan tsunami yang menerjang Aceh pada Desember 2004 lalu.</p>
<p>“Sayembara menulis cerpen berbahasa Aceh ini baru pertama kali diselenggarakan sepanjang sejarah, dan Pusbada Unsyiah akan terus berupaya menggelar lomba yang sama demi menghidupkan kembali khazanah sastra tulis di Aceh,” kata Harun.<strong>(mir/rel)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2040/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2040&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/mahdi-idris-juara-cipta-cerpen-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Syarifah</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/menunggu-syarifah/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/menunggu-syarifah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 05:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2035</guid>
		<description><![CDATA[[Serambi Indonesia, 29 Januari 2012] Karya Wirduna Tripa Syarifah. Itulah nama gadis yang hampir satu dekade ku titipkan segenap rasa cinta dan kasih padanya. Satu dekade bukanlah waktu yang singkat untuk mengenal gadis ini. Tak sanggup ku urutkan deretan kisah yang pernah kami lalui semasa hubungan cinta bersemi. Ikrar janji sejati telah terpatri pada diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2035&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://gemasastrin.files.wordpress.com/2012/01/wirduna-syarifah.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2038" title="wirduna syarifah" src="http://gemasastrin.files.wordpress.com/2012/01/wirduna-syarifah.jpg?w=176&#038;h=165" alt="" width="176" height="165" /></a>[Serambi Indonesia, 29 Januari 2012]</em></p>
<p><strong>Karya Wirduna Tripa</strong></p>
<p>Syarifah. Itulah nama gadis yang hampir satu dekade ku titipkan segenap rasa cinta dan kasih padanya. Satu dekade bukanlah waktu yang singkat untuk mengenal gadis ini. Tak sanggup ku urutkan deretan kisah yang pernah kami lalui semasa hubungan cinta bersemi.</p>
<p><span id="more-2035"></span></p>
<p>Ikrar janji sejati telah terpatri pada diri kami. Hanya beberapa saat sebelum matahari pamit menerangi Bumi, ikrar itu kami ucapkan bahwa hubungan yang telah lama terbina ini ingin kami abadikan dalam ikatan suci. Lepas hari itulah, perlahan aku mulai mengubah kebiasaan hari-hari. Bila dulunya banyak waktu yang kuhabiskan di warung kopi dan bercengkrama dengan teman-teman,  kini mulai kukurangi perlahan. Keserisuanku untuk meminang Syarifah membuat pola hidupku semakin terarah. Gaji bulanan mulai ku cicilkan untuk membeli mahar. Sedikit kukurangi menu makan yang bergizi, sebab harganya tak memadai dengan honor di tempatku abdikan ilmu.</p>
<p>Setahun lagi, itulah waktu yang tersisa. Syarifah akan segera menyelesaikan kuliahnya. Sebagaimana janji  kami sore itu, bahwa setelah Syarifah selesai kuliah rombongan ranup meuh gampongku akan bertamu ke rumahnya. Dan hal itu pun telah kukabari kepada orang tua dan segenap ahli familiku. Ya,  menurutku agar mereka dapat menyiapkan sesuatu dengan adanya pemberian kabar dariku. Pintaku, “Ifah, minggu ini kamu harus pulang kampung, dan kasih tahu orang tuamu akan hajat dan keseriusanku untuk menjadikanmu pendamping hidupku.” “Iya, Bang, akan kusampaikan kepada orang tuaku”.</p>
<p>Seminggu sudah Syarifah berada di gampongnya. Setiap malam aku selalu menelpon dan mengirim sms. Aku ingin mengetahui bagaimana tanggapan orang tuanya akan niatku untuk menjadikan keluarganya sebagai keluarga keduaku. Ia bilang, ia belum dapat menyampaikan semua itu kepada Abi dan Uminya.  “Abang, waktunya belum ada yang tepat untuk Ifah sampaikan semua ini.”  Pesan singkat ini  yang selama seminggu kuterima darinya.</p>
<p>Tiga hari sudah aku tak menerima pesan darinya. Aku berharap bila ia telah menemukan waktu yang tepat untuk menyampaikan semua itu, pasti ia  akan langsung menghubungiku.</p>
<p>Pada  minggu  pagi sekitar pukul 07.00 WIB,  sebuah pesan singkat masuk ke hp-ku.  Dengan cepat aku langsung membuka sms meski mataku belum ingin diganggu, sebab semalaman aku larut begadang dengan buku.   Koyak rasanya hati ini ketika bait-bait sms terbaca. Tanpa sadar BlackBerry yang baru saja aku beli jatuh ke  lantai. “Bang, Abi telah membicarakan tentang pernikahanku dengan keluarga Bang Said pulan. Ia adalah anak teman dekat Abi, dan dia akan dijodohkan denganku,” tulisnya. Ia pun mengisahkan bahwa Umi tidak mengizinkan Ifah untuk menjalin hubungan, apalagi menikah dengan orang yang bukan seketurunan dengannya.  Ia mengaku tidak sedikit pun mempunyai rasa cinta pada pria yang dijodohkan orang tuanya, namun apa hendak dikata keluarganya tidak  merestui bila menikah dengan ku.</p>
<p>Meratalah penderitaan cinta. Seminggu lalu, Buyung, teman dekatku, juga mengalami kisah pahit yang hampir sama denganku. Aku melihat semangat hidup Buyung bila dipersenkan hanya tinggal 20  persen lagi, setelah ditinggal pergi kekasihnya. Hampir seminggu ia seperti orang yang sedang bileung gaseu, teu tahe-tahe,   setelah kekasihnya si Upik dijodohkan dengan seorang lelaki pilihan orang tuanya.  Menurut kabar, lelaki itu adalah teman sekampus dengan Si Upik di negeri Piramid nan jauh di sana. Cita-cita Buyung untuk menikahi anak pimpinan dayah itu pun kandas di penghujung senja. Sungguh malang melintang. Dan kini, derita yang sedang dialami sahabatku dengan sekejap beralih padaku. “Sudah kubilang padamu, jangan kau berharap banyak pada gadis,” ujar Buyung menasihatiku. “Si Upik saja yang  keturunan orang biasa tak ada rekom orang tuanya untuk kunikahi, konon lagi kamu orang kampung yang tak jelas keturunan pun,” tambahnya sambil tertawa.</p>
<p>Ribuan kisah silam antara aku dan Syarifah usai sudah. Kenangan dengannya kini telah kubungkus rapi dan kusimpan di sudut lubuk hati. Kadang aku berpikir, tak perlu lagi aku mengingat kisah-kisah itu. Tetap, bila sedang dilanda sepi, kisah itu bersemi dan terangkat kembali.  Kisah ini pun membuatku untuk lebih mengaca diri.</p>
<p>Syarifah, lama sudah aku menunggumu dan berharap kita akan bersatu. Tapi Allah berkehendak lain. Engkau pun lebih memilih lelaki yang sederajat denganmu, sebagaimana pilihan Abi dan Umimu. Begitu gampangnya kau melupakan deretan kisah-kasih yang telah lama terbina. Cukup aku saja yang merasakan dan menanggung perih tangis derita ini. Sebagai lelaki yang pernah mencintaimu, aku berharap kau dapat hidup bahagia dengan lelaki pilihan orang tuamu, yang mungkin  sederajat dan satu silsilah keturunan denganmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;"><strong>* Wirduna Tripa</strong>, cerpenis. Ceberapa cerpennya pernah mengisi rubrik budaya di sejumlah  media cetak dan online di Aceh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2035/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2035&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/menunggu-syarifah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemasastrin.files.wordpress.com/2012/01/wirduna-syarifah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wirduna syarifah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Generasi Kertas</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/generasi-kertas/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/generasi-kertas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 05:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2032</guid>
		<description><![CDATA[[Serambi Indonesia, 28 Januari 2012] Oleh Nazar Shah Alam Ketika di hampir seluruh bagian dunia sudah menggunakan kemudahan arus globalisasi yang semakin cepat berlari, di sini kita rupanya masih saja diam dan setia pada pendirian yang celaka. Bahwa media-media komunikasi diciptakan demi memudahkan generasi, orang kita sama sekali tidak mau menggubris. Barangkali ini adalah salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2032&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="left"><em>[Serambi Indonesia, 28 Januari 2012]</em></div>
<div align="left"><strong>Oleh Nazar Shah Alam</strong></p>
<p>Ketika di hampir seluruh bagian dunia sudah menggunakan kemudahan arus globalisasi yang semakin cepat berlari, di sini kita rupanya masih saja diam dan setia pada pendirian yang celaka. Bahwa media-media komunikasi diciptakan demi memudahkan generasi, orang kita sama sekali tidak mau menggubris. Barangkali ini adalah salah satu penyebab semakin tertinggalnya kita dari orang kebanyakan di dunia pada segala aspek kehidupan.</p></div>
<div align="left"><span id="more-2032"></span></p>
<p>Telah sangat lama kita mendengar wacana tentang penyelamatan hutan. Wacana ini dihembuskan oleh hampir semua kalangan, mulai dari pihak akademisi hingga ke pihak-pihak nonakademisi yang peduli terhadap kelestarian alam kita. Kemudian kita mendengar adanya gerakan penanaman sekian pohon, gerakan perlindungan hutan, dan sebagainya.</p>
<p>Patut diberikan apresiasi untuk hal ini, mengingat semakin lama hutan kita semakin terancam. Penebangan liar adalah salah satu penyebabnya. Maka kemudian pihak-pihak tertentu telah pula mengamankannya, termasuk di beberapa daerah di Aceh memang sudah dilarang mengolah hasil hutan dalam bentuk dan untuk kepentingan apa pun, karena dianggap merusak ekosistem di dalamnya.</p>
<p>Adanya peraturan-peraturan tertentu yang menyangkut perlindungan terhadap hutan memang baik. Namun itu, kita sering lupa bahwa penyebab kerusakan hutan itu datangnya justru dari kita yang tidak langsung turun tangan ke hutan untuk merusaknya. Di antara perusak itu termasuklah di dalamnya para akademisi dan birokrasi.</p>
<p>Sadar atau tidak, selama ini para akademisi dan birokrasi boleh dikata sudah menjadi generasi kertas, kalau tidak disebut sebagai budak kertas. Pada segenap keperluan di dalam kedua lembaga tersebut tidak terlepas dari penggunaan kertas.</p>
<p>Hal ini berimbas dari banyak hal yang dihadapi oleh para pegiatnya. Sebut saja misalnya gagap teknologi yang hinggap pada generasi sebelumnya dan masih atau sedang menduduki tempat penting di dalamnya, faktor formalitas, dan segenap pegangan pada teknik-teknik lama yang dikira ampuh dalam pengembangan generasi.</p>
<p>Hal paling mendasar yang membuat kertas terus menerus digunakan adalah gagap teknologi para atasan pada suatu bidang. Bila saja para tua itu mengikuti perkembangan arus globalisasi dan tidak menutup diri pada pengembangan media komunikasi, tentu penggunaan kertas dapat dikurangi.</p>
<p>Misalnya, dalam membuat laporan tertentu, para bawahan cukup mengetik dan mengirimkan laporan tersebut setidaknya via email kepada atasan, kemudian atasan mengoreksi dan diperbaiki, setelah sempurna barulah laporan tersebut diprint. Hal semacam ini dapat mencegah pemubaziran kertas, sebab hanya dicetak satu kali, dibandingkan dengan para bawahan mesti mencetak laporan dari awal dan dikoreksi, cetak lagi, salah lagi, dan dikoreksi hingga sempurna untuk kemudian dicetak lagi.</p>
<p>Faktor formalitas kemudian juga menjadi kendala. Pihak-pihak tertentu tidak menerima surat elektronik sebagai undangan. Artinya mesti ada surat resmi dalam bentuk lembaran kertas dan berstempel basah tanda keabsahan surat. Jika saja hal kecil semacam ini tidak terlalu dipermasalahkan, semisal pihak tertentu bisa menerima undangan dalam bentuk elektronik, tentu saja kertas tidak lagi diperlukan dalam pada ini, dan hal tersebut setidaknya akan menjadi sebuah cara membantu pelestarian pohon dan hutan.</p>
<p>Memang tidak semua pohon digunakan untuk bahan baku kertas. Namun, perlu diingat bahwa sebatang pohon baru akan siap untuk dipanen ketika berusia hingga 20-100 tahun. Menebang sebatang pohon sama artinya mesti menunggu menumbuhkannya hingga 20 tahun.</p>
<p>Penyebab terbesar kerusakan hutan&#8211;dari sisi penggunaan kertas&#8211;adalah pihak akademisi. Bagaimana pun juga, kertas dan akademisi hampir tidak dapat dipisahkan sama sekali. Salah satu penyebab tidak lepasnya ini adalah para pengajar atau atasan yang terlalu berpegang pada teknik-teknik lama dalam pembinaan dan pengembangan pendidikan bawahan atau anak didik mereka.</p>
<p>Dalam satu penelitian disebutkan bahwa sebatang pohon pinus dewasa mampu menghasilkan hingga 80.500 lembar kertas atau sama dengan 116 rim, 1 ton sama dengan 440 rim. Sedangkan kebutuhan kertas per tahunnya mencapai 146.500 ton yang artinya sama dengan 644.600.000 rim.</p>
<p>Dalam pada itu diperkirakan sekitar 240.000 ton adalah kertas fotocopy yang notabenenya digunakan oleh kalangan akademisi dan birokrasi. Ini sama halnya, setidaknya, kedua kalangan tersebut menghabiskan kertas sebanyak 105.600.000 rim/tahun untuk segenap kepentingan.</p>
<p>Kita masih mendengar betapa banyaknya tugas-tugas akademik yang bersentuhan dengan kertas. Makalah atau laporan adalah contoh utama. Untuk pengajar tertentu, pemberian tugas dalam bentuk makalah adalah sebuah kemestian, agar peserta ajar mereka bisa belajar sembari membuat tugas.</p>
<p>Hal ini mungkin benar. Tapi kemudian perlu kita cermati ulang, bahwa kertas-kertas yang digunakan untuk laporan atau makalah itu kelak akan dibakar atau dibuang begitu saja. Seberapa lama sebuah makalah atau laporan itu bisa bertahan dan disimpan?</p>
<p>Kita memang&#8211;boleh dikata&#8211;tidak bisa lepas secara utuh dari kebutuhan terhadap kertas. Namun itu, tentu saja kita bisa meminimalisasi penggunaannya. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan media elektronik. Cukup disayangkan, selama ini pihak akademisi dan beberapa pihak yang membela kelestarian pohon dan hutan rupanya terlibat pula dalam perusakan hutan secara tidak langsung atau dari luar.</p>
<p>Maka dari sekarang, marilah berjernih pikiran, gunakan kemudahan media informasi, kurangi arogansi formalitas, mari menjaga pohon, menjaga hutan dari kerusakan.</p>
<p><strong>* Penulis adalah mahasiswa FKIP Unsyiah, bergiat di Komunitas Teater Rumput</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2032/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2032&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/30/generasi-kertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUSBADA Tetapkan Lima Cerpenis Berbahasa Aceh</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/28/pusbada-tetapkan-lima-cerpenis-berbahasa-aceh/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/28/pusbada-tetapkan-lima-cerpenis-berbahasa-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 17:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2030</guid>
		<description><![CDATA[[sumber: AcehCorner.com] Setelah melewati proses penjurian selama lebih kurang sebulan, dewan juri akhirnya menetapkan lima pemenang lomba Sayembara Cipta Cerpen Berbahasa Aceh yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA) Universitas Syiah Kuala, sejak September hingga pertengahan Desember 2011 silam. Dewan Juri lomba, Sulaiman Tripa, di Darussalam, Sabtu (28/1), menyebutkan saat ini juri sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2030&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[sumber: AcehCorner.com]<br />
</strong></p>
<p>Setelah melewati proses penjurian selama lebih kurang sebulan, dewan juri akhirnya menetapkan lima pemenang lomba Sayembara Cipta Cerpen Berbahasa Aceh yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA) Universitas Syiah Kuala, sejak September hingga pertengahan Desember 2011 silam.</p>
<p><span id="more-2030"></span></p>
<p>Dewan Juri lomba, Sulaiman Tripa, di Darussalam, Sabtu (28/1), menyebutkan saat ini juri sudah mengantongi lima nama pemenang lomba tersebut yang bakal diumumkan ke publik. Namun, ia masih merahasiakan siapa juara satu, dua, dan seterusnya.</p>
<p>“Ada lima yang sudah ditentukan sebagai pemenang, yaitu Fardelyn Hacky Irawani, Hendra Kasmi, Mahdi Idris, Muhadzdzier M Salda, dan Nuril Annisa,” ujarnya mengurutkan berdasarkan abjad huruf awal nama para pemenang.</p>
<p>Ketua Panitia, Herman RN, menambahkan, urutan juara I-V akan diumumkan saat pembagian hadiah. “Insyaallah dalam waktu dekat akan ada acara seremonial penyerahan hadiah kepada para pemenang. Saat itulah baru diumumkan sang juaranya. Sekarang ini yang penting tahu dulu lima besar agar selebrasi para pemenang lebih heboh,” kata Herman sembari senyum mungil.</p>
<p>Hal yang hampir senada diutarakan juga oleh Ketua Pusbada Unsyiah, Mohd. Harun. Dosen FKIP Unsyiah sekaligus juga juri ini menambahkan bahwa acara penyerahan hadiah akan digelar di Unsyiah. Hanya saja, kata dia, tempat dan tanggal belum dapat dipastikan.</p>
<p>“Selain lima juara tadi, ada 15 pemenang hiburan yang karyanya akan dibukukan bersama para pemenang. Semua karya yang masuk mencapai 76 karya,” ujarnya.</p>
<p>Awalnya, tambah Harun, direncanakan hanya ada tiga juara. Namun, tim juri menilai lima besar itu hampir bernilai sama. Kata Harun, semua naskah tidak ada yang kuat seluruhnya, selalu ada sisi kekurangan, sehingga dipilih lima besar tambah lima belas pemenang hiburan.</p>
<p>Masih menurut Harun, jumlah peserta dalam lomba tersebut merupakan angka yang luar biasa, karena sayembara menulis cerpen berbahasa Aceh baru pertama diselenggarakan sepanjang 100 tahun terakhir.</p>
<p>Kata penyair itu, ke depan Pusbada Unsyiah akan berusaha menggelar lomba yang sama demi menghidupkan hasanah sastra tulis di Aceh. “Kalau tidak mampu setiap tahun, kita usahakan ada dalam dua atau tiga tahunan. Semoga ke depan, yang berpartisipasi lebih banyak lagi,” tegasnya.</p>
<p>Rasa takjub dan bangga juga diutarakan Herman sebagai ketua panitia penyelenggara. “Luar biasa! Sayembara ini diikuti juga beberapa mahasiswa Aceh yang sedang menempuh studi di luar negeri, seperti di Thailand dan Cairo,” papar cerpenis Aceh tersebut.[<strong>redaksi</strong>]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Berikut para pemenang lima belas besar sayembara cerpen berbahasa Aceh, Pusbada Unsyiah, berdasarkan abjad.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Abdul Qaiyum (Ir.), <em>Saweue Gampông </em></p>
<p>Azmi Abubakar, <em>Sidom Reubat</em></p>
<p>Bussairi D. Nyak Diwa, <em>Hana Teuduga</em></p>
<p>Edi Miswar Mustafa, <em>Teuntra Tuhan Dicok Sipeu-peu lam Ulee Lông</em></p>
<p>Halim Mubary, <em>Gamba lam Foto</em></p>
<p>Hilmi Hasballah, <em>Poma</em></p>
<p>Mikmilia A. Azis, <em>Peutheun Maruwah</em></p>
<p>Mutia Putri, <em>Naseb Hana Saboh Na</em></p>
<p>Muzakkir, <em>Teungku Sabi</em></p>
<p>Noviati Maulida Rahmah, <em>Darah di Gunong Gôh</em></p>
<p>Nurhaida, <em>Insaf</em></p>
<p>Rahmawati, <em>Seuksangka</em></p>
<p>Rahmawati Anwar, <em>Keureusang Mak</em></p>
<p>Riska Fauza, <em>Jalan Udep Annisa</em></p>
<p>Wahyumi, <em>Tragedi Meusom Rahsia</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2030/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2030&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/28/pusbada-tetapkan-lima-cerpenis-berbahasa-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Berharap (7)</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/27/aku-berharap-7/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/27/aku-berharap-7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 18:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2028</guid>
		<description><![CDATA[Cerber Achie Tarmizi HS Aku tersesat. Aku benar-benar tersesat. Aku melihat ke sekeliling. Tapi mataku seperti dihalau kabut. Aku mengucek mataku. Aku dimana? Aku disebuah pulau ditengah lautan luas. Sepanjang mata memandang hanya lautan luas. Hanya lautan. Hanya lautan. Aku menarik rambutkku frustasi. Aku menjerit. Aku seperti orang buangan dengan gaun biru laut sobek dilengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2028&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerber <strong>Achie Tarmizi HS</strong></p>
<p>Aku tersesat. Aku benar-benar tersesat. Aku melihat ke sekeliling. Tapi mataku seperti dihalau kabut. Aku mengucek mataku. Aku dimana? Aku disebuah pulau ditengah lautan luas. Sepanjang mata memandang hanya lautan luas. Hanya lautan. Hanya lautan. Aku menarik rambutkku frustasi. Aku menjerit. Aku seperti orang buangan dengan gaun biru laut sobek dilengan dan ujung roknya. Aku tak memakai alas kaki. Aku sangat berantakan.</p>
<p><span id="more-2028"></span></p>
<p>Aku berkeliling, melihat pulau. Ini bukan pulau. Hanya sebulatan tanah kosong dengan satu pohon kering beranting banyak. Kenapa aku bisa sampai disini?</p>
<p>Tiba-tiba saja aku merasakan getaran hebat di hatiku. Getaran yang sama. Yang sering mampir di hatiku maupun tubuhku. Getaran yang terlalu sering direspon tubuhku sebagai getaran yang rasanya berbeda tapi sama. Aku berbalik perlahan dan melihat seorang lelaki dengan senyum yang sedikit terpaksa sambil mengulurkan tangannya. Kemeja putih dan denim membuat ia makin bersih. Tak sepertiku yang berantakan. Matanya tajam tapi memohon. Aku ingin menyambut uluran tangan itu, tapi tiba-tiba saja suara monster air berbentuk ikan bersisik merah yang ganas mengaum. Ia menampakkan wujud seramnya padaku. Taringnya tajam. Aku terkejut. Aku tak tau bagaimana respon lelaki tersebut. Aku hendak berbalik menatap lelaki tersebut, tapi tak jadi karena tiba-tiba saja dari mulut moster ikan yang mengaum itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan&#8230;.</p>
<p>Aku ingin dipeluk lelaki itu, aku ingin ia melindungiku. Tapi dia menghilang&#8230;</p>
<p>Aku membuka mata. Aku bermimpi. Yap! Aku meyakini diriku sendiri. Aku bermimpi. Bermimpi lagi tentang laki-laki itu. Setiap aku dan dia bertemu dengannya di mimpi selalu dengan lokasi yang berbeda. Tetapi dia selalu mengulurkan tangannya dengan mata memohon. Lalu dia menghilang saat aku membutuhkannya. Aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tiga siang.</p>
<p>Sebuah SMS masuk.</p>
<p>Zeus.</p>
<p><em>Art, knp slu g mw klo aq ngjak ketemuan?</em></p>
<p>Apa yang mesti kujawab. Aku menggoyang-goyangkan hepeku. Ragu. Tapi ini tak boleh terjadi.</p>
<p><em>Krn aq g mw.. qt kan bteman lwt sms, jd smsan aj..</em></p>
<p>Sent.</p>
<p>Aku memegang kepalaku yang sedikit pusing. SMS yang masuk mengagetkanku lagi.</p>
<p><em>Tp g nutup kmungkinan klw qt bs bteman d dunia nyata kan.. </em></p>
<p>Aku menghela nafas.</p>
<p><em>Aq g bs</em></p>
<p>Sent.</p>
<p><em>Klw g bs hari ini, bsk, klo g bs bsk, lusa, klw g bs..lusanya lg..</em></p>
<p>Ya ampun..keras kepala banget ini anak.</p>
<p><em>Ya udh..tp qm jng nyesel ya n jng lari..ntar aq blg lg kpn tept-a..</em></p>
<p>Zeus gak membalas SMS lagi. kutunggu berapa menit pun tak ada balasannya. Jadi aku memutuskan untuk ke kamar mandi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>bersambung&#8230;.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2028/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2028&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/27/aku-berharap-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romantis Jangan Lebay</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/26/romantis-jangan-lebay/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/26/romantis-jangan-lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 18:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2025</guid>
		<description><![CDATA[cerpen: Rahmat Rohadi Riuhnya suara ombak membuat akmal yang sedang duduk di tepi pantai terganggu. Lebih lagi suara angin kencang yang tak seperti diinginkannya. Dia yang sedang mencari inspirasi, imaji agar dapat memenuhi tantangan seorang gadis yang membuat dia ingin memiliki kekasih kembali. Padahal setelah kenangan pahit  menimpa dirinya, Akmal telah melupakan semuanya. Kenangan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2025&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>cerpen: Rahmat Rohadi</strong></p>
<p>Riuhnya suara ombak membuat akmal yang sedang duduk di tepi pantai terganggu. Lebih lagi suara angin kencang yang tak seperti diinginkannya. Dia yang sedang mencari inspirasi, imaji agar dapat memenuhi tantangan seorang gadis yang membuat dia ingin memiliki kekasih kembali. Padahal setelah kenangan pahit  menimpa dirinya, Akmal telah melupakan semuanya.</p>
<p><span id="more-2025"></span></p>
<p>Kenangan yang sulit dilupakan dan terlalu sakit bila dirasakan. Akmal  sempat stres dengan kejadian itu. Namun dengan mudah gadis itu bisa menenangkan hatinya. Jika bukan karena sosok cewek cantik ini, mungkin kita tidak tahu keberadaan Akmal sekarang.</p>
<p>Memang sulit dibayangkan. Tapi kejadian itulah yang dirasakan Akmal. Kejadian menimpanya, terlalu sakit. Andai saja kita ditinggal orang yang kita cintai hanya karena ia memilih  laki-laki  lain, walaupun sedih dan kecewa, tapi kita masih bisa melihatnya bahagia dengan pilihannya. Namun, jika dia pergi meninggalkan kita untuk selama lama, alangkah sakit, tak bisa kita bayangkan. Itulah kenyataan yang harus dirasakan Akmal tiga bulan lalu.</p>
<p>Duka yang amat mendalam di hati Akmal tak berlarut lama. Sosok eva, ya eva nama gadis yang memberi ia tantangan. Eva muncul bagai penawar luka lara dalam hidup Akmal. Eva ia kenal melalui salah satu sahabatnya, Lisa. Membuat akmal kuat dan bisa menepis semua kesuraman Akmal. Gadis yang berkuliah di jurusan SPH Syariah IAIN ar-raniry itu, mampu mengerucutkan luka lara di hatinya. Kehadiran Eva bagi Akmal tepat bisa dikatakan bagai aur penyangga tebing yang ingin runtuh di landa banjir.</p>
<p>***</p>
<p>Tak lama Akmal duduk di tepi pantai yang sangat bising dengan riak gelombang di terjang badai santai, ia lalu beranjak pulang ke rumah. Lelah dan penat tak terasa oleh Akmal. Ia masih terfikir pada kata-kata Eva. Jika Ia ingin mengungkapkan perasaan cintanya pada Eva, cuma satu cara, dengan kata-kata<em> </em><strong><em>romantis tapi jangan lebay</em></strong><em>. </em>Alasan Eva terhadap tantangan diberikannya pada Akmal, karena Akmal merupakan salah satu anggota Perhimpunan Seniman Kata.</p>
<p>Kemudian Akmal tidur melentang di atas sebuah kasur, dengan meletakan tagan kanan di atas keningnya. Ia terus berpikir dan memikirkan tentang tantangan Eva. Sehingga ia terlelap dalam pikirnya.</p>
<p>Deringan nada di Hape miliknya berbunyi. Cukup keras terdengar di telinganya, sehingga ia tersentak dari tidur. Akmal melirik ke arah Hape. Tiba-tiba ia bergegas mengambilnya dan meneruma telefon. Ternyata Eva, sosok gadis yang menjadi penawar bagi dirinya itu yang memanggil.</p>
<p>“Hallo..!!” Seru Eva</p>
<p>“Iya sayang!!” Sahut Akmal</p>
<p>“Ada buah-buahan ni Bang, baru nyampek dari kampung, nanti ke kost ya Bang !!” tutur Eva dengan nada agak sedikit berharap kehadiran Akmal.</p>
<p>“Oke dech. Tapi Abang mandi dulu ya sayang !!” Jawab Akmal.</p>
<p>“Ya Allah Abang&#8230;? Jam segini belum mandi?” Tanya Eva dengan nada tinggi.</p>
<p>“Emangnya udah pukul berapa ?” Tanya Akmal pada Eva</p>
<p>“Lihat aja sendiri.” Seru Eva dengan nada kesal padanya.</p>
<p>“Ya Allah adx&#8230;? Kok gitu jawabnya?” Sergah Akmal.</p>
<p>“Udah pukul delapan Abangku sayang!” Kata Eva</p>
<p>“Ya udah, pergi terus sana mandi Bang !” sambung eva</p>
<p>“Ya udah, Abang mandi dulu sayang ya !!” balas Akmal</p>
<p>“Iya sayang.” Tutur Eva.</p>
<p>Memang mereka belum pacaran. Akan tetapi himbauan-himbauan kata Sayang, tak diherankan lagi di antara mereka berdua. Sebenarnya mereka memang sudah hampir seperti orang yang menjalin hubungan kasih sayang atau berpacaran kata anak-anak zaman sekarang. Namun, tak tau apa diharapkan Eva pada permintaannya tentang kata kata<strong> </strong><em><strong>romantis jangan lebay</strong>.</em> Hingga Akmal sudah hampir mabuk kepayang tuk memikirkannya.</p>
<p>Setelah percakapan melalui Hape selesai, Akmal lansung pergi mengambil handuk, lalu menuju ke kamar mandi. Selesai mandi ia pun melangkah menuju ke kost Eva.</p>
<p>Di tengah perjalanan, Akmal berpikir bahwa tidak ada kata-kata romantis yang tidak lebay. Sepengetahuannya, kata-kata romantis itu pasti ada unsur hiperbola, apalagi kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan cinta pada seorang wanita.</p>
<p>Setelah berpikir pikir, sekejab itu pula Akmal mengambil keputusan dan berubah pikiran. Jika memang Eva mencintai dan menyayanginya, tidak perlu kata-kata <em><strong>romantis jangan lebay</strong></em> sekalipun, pasti Eva akan mau menerima cintanya. Prinsip itu di pegang Akmal. Dia berniat ingin mengungkapkan perasaan cintanya pada gadis yang menjadi penawar dalam dirinya itu.</p>
<p>Setibanya di depan kost Eva, keluar seorang sosok wanita muda yang sangat memikat hatinya.</p>
<p>“Bang! Sini duduk.” Seru Eva sambil menyodorkan sebuah kursi yang ada di depan teras kostnya.</p>
<p>“Iya dx!” ia mendekati Eva dan duduk di kursi itu dengan tidak melorotkan matanya sedikitpun memandang Eva.</p>
<p>“Bang, kok lihat Eva gitu?” Tanya Eva penuh keheranan melihat tingkah Akmal.</p>
<p>“Kamu cantik banget malam ini.” tutur Akmal dengan lembut seraya mencampak senyumnya pada Eva.</p>
<p>“Lebay&#8230;&#8230;.!!!” balas Eva.</p>
<p>Hahahahaha&#8230;..</p>
<p>Keduanya tertawa riang..</p>
<p>Dalam suasana ceria penuh canda, Akmal memulai percakapan serius dengan Eva.</p>
<p>“Eva..!! boleh gak kita bicara serius bentar?” Gumam Akmal membuka pembahasan.</p>
<p>“Boleh Bang, ada apa Bang?” Pungkas Eva sambil menajamkan matanya.</p>
<p>“Jujur, Abang telah lelah mencari, penat untuk memikirkan permintaan dari Eva. Namun, sampai detik ini juga, belum bisa Abang temukan.” Sambung Akmal.</p>
<p>“Ya Allah Abang&#8230;!!, jangan terlalu dipikirkan Abang!” Sergah Eva.</p>
<p>“Abang benar-benar sayang, cinta dan butuh kamu Eva. Semua permintaanmu pasti akan Abang usahakan. Tetapi yang satu ini, <em><strong>romantis jangan lebay</strong> </em> telah letih Abang menguaknya dari persembunyian kata-kata romantis.” Papar Akmal sambil menjelaskan usahanya selama ini.</p>
<p>“ Kok sampai segitunya Bang?” Kembali Eva bertanya.</p>
<p>“Karena Abang butuh cinta dari kamu, sangat Abang harapkan kasih sayang dari Eva.” Cocor Akmal lagi</p>
<p>“Eva! maukah kamu menjadi kekasih Abang? Pinta Akmal pada Eva dengan mimik wajah sangat berharap.</p>
<p>Eva terdiam. Ia memandang Akmal yang sangat berharap akan cintanya. Sebenarnya, Eva bukan tidak mau untuk menerima cinta Romy, tapi dia hanya ingin menghargai almarhum mantan pacar Akmal yang baru saja meninggal itu.</p>
<p>“Bang kok buru-buru ?” Tanya Eva.</p>
<p>“Cinta jika buru-buru tidak akan bertahan lama dan bahagia nantinya bang! santai saja, Eva pasti akan jadi milik Abang, tapi jangan sekarang.” Sambung Eva menambahkan kata-katanya.</p>
<p>“Sampai kapan Abang harus menunggu? Apakah sampai kata-kata romantis jangan lebay itu Abang temukan?” Sahut Akmal dengan penuh tanda tanya.</p>
<p>“Ya Allah Abang&#8230;!!” spontan sergah Eva.</p>
<p>“Jika itu merupakan persyaratannya, maaf Abang tidak bisa memenuhi. Semua itu sama dengan  pungguk merindukan bulan Va, tidak akan kunjung tiba.” Pungkas Akmal kembali.</p>
<p>“Abang&#8230;!! itu bukan syarat. Sebenarnya Eva juga menyayangi Abang!!. cobalah Abang lihat dari sikap Eva terhadap Abang. Jika Eva tidak mau jadi pacar Abang, ngapain Eva panggil-panggil pada Abang dengan kata-kata Sayang, perhatian pada Abang, kenapa Bang&#8230;?” Eva balas bertanya.</p>
<p>“Jadi kenapa kamu tak mau sekarang? Apakah kamu masih meragukan cinta Abang?” Ujar Akmal bertanya lagi.</p>
<p>“Ya Allah Abang..!!” seru Eva lagi pada Akmal.</p>
<p>“Abang mau tau kenapa? Saya perempuan juga Bang. Ingat, almarhum Kakak mantan pacar Abang? Baru tiga bulan dia meninggal Bang, biarkanlah Dia tenang dulu disana !!” Papar Eva dengan sedikit agak kesal terhadap sikap Akmal yang memaksaknya.</p>
<p>Akmal kemudian menunduk setelah mendengarkan kata-kata dari Eva. Ia merasa malu pada Eva, yang lebih menghargai si Lia mantan pacarnya, dari pada Akmal sendiri. Dia juga merasa bersalah terhadap mantan pacarnya itu.</p>
<p>“Untuk sekarang kita jalani saja begini ya Bang! kita tunggu waktu yang tepat, Abang jangan takut, Eva setia kok pada abang.” Kembali Eva bertutur meyakinkan Akmal.</p>
<p>“Terimakasih sayang,! Abang telah hilaf!” Kata Akmal dengan wajah tak karuan.</p>
<p>“Sudah Eva katakan kemaren pada abang, anggap saja kita sudah jadian tapi belum sah. Kalau masalah <em><strong>romantis jangan lebay</strong></em>, itu cuma alasan agar dapat menunda-nunda Abang, biar jangan terlalu cepat.” Sambung Eva dengan tersenyum merona pada Akmal.</p>
<p>“Lebay&#8230;&#8230;!!” Sahut Akmal dengan singkat.</p>
<p>Ha ha ha ha &#8230;.</p>
<p>Keduanya pun tertawa. Sebab biasanya kata kata lebay, selalu keluar dari mulut gadis cantiknya. Sekarang malah keluar dari Akmal yang sengaja untuk mengikut-ikuti kata-kata Eva.</p>
<p>Sejak malam itu, Akmal mulai mengetahui apa isi hati Eva sebenarnya. Dia tidak akan bosan menunggu hari-hari yang dinantikan itu tiba menghampiri mereka. Mungkin mereka bisa lebih saling mengenal, memahami satu sama lain, selama masa menunggu saat-saat itu muncul di depan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banda Aceh, 11 november 2010</p>
<p><strong>Penulis adalah mahasiswa PBSI dan pegiat di Komunitas Menulis Jeuneurop</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2025/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2025&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/26/romantis-jangan-lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Isakan Seorang Hamba</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/25/isakan-seorang-hamba/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/25/isakan-seorang-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 17:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2023</guid>
		<description><![CDATA[Karya: Isfiana Nursari saat ini, tak enak rasanya terisak perih yang kurasa di dalam sana ntah apa gerangan yang akan terjadi kelak tak tau apa yang harus kulakukan saat ini inginku hilangkan rasa isakan itu tapi tak dapat kuhilangkan kucoba lagi, ahh nyihil semua itu rasanya inginku koyak saja tapi tak kuat akan menahan rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2023&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karya: <strong>Isfiana Nursari</strong></p>
<p>saat ini, tak enak rasanya</p>
<p>terisak perih yang kurasa di dalam sana</p>
<p>ntah apa gerangan yang akan terjadi kelak</p>
<p>tak tau apa yang harus kulakukan saat ini</p>
<p>inginku hilangkan rasa isakan itu</p>
<p><span id="more-2023"></span></p>
<p>tapi tak dapat kuhilangkan</p>
<p>kucoba lagi, ahh nyihil semua itu</p>
<p>rasanya inginku koyak saja</p>
<p>tapi tak kuat akan menahan rasa kesakitan</p>
<p>kapan isakan itu menghilang?</p>
<p>tak tahan lagi ku menahannya ya Rabb</p>
<p>apa yang harus hamba lakukan?</p>
<p>ahh, sudah lah</p>
<p>saat ini, detik ini</p>
<p>takkan kuhiraukan isakan itu lagi</p>
<p>biarkan iya bercanda gurau di dalam sana</p>
<p>biarkan ku menahan isakan itu</p>
<p>lemah kurasa saat ini</p>
<p>hanya saja menanti waktu akan pulihnya</p>
<p>seraya memanjatkan doa kepada yang kuasa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Isfiana Nursari, Mahasiswa Fkip PBSI Unsyiah Angkatan 2011</p>
<p>Banda Aceh, 28 Desember 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2023/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2023&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/25/isakan-seorang-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/24/sahabat/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/24/sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 20:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2020</guid>
		<description><![CDATA[Puisi Ulfia fadhilah Suasana  indah yang kita lewati Setiap masalah kita hadapi bersama Perasaan bahagia selalu ada di hati Saat bersama mu sahabat Kini hari-hari yang indah Hanya tinggal kenangan Kau pergi meninggalkan ku untuk selamanya &#160; Sahabat&#8230; Apa kamu tidak ingat Saat kita bahagia Saat kita menghadapi masalah Dan&#8230; Janji untuk terus bersama &#160; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2020&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puisi <strong>Ulfia fadhilah</strong></p>
<p align="left">Suasana  indah yang kita lewati</p>
<p align="left">Setiap masalah kita hadapi bersama</p>
<p align="left">Perasaan bahagia selalu ada di hati</p>
<p align="left">Saat bersama mu sahabat</p>
<p align="left"><span id="more-2020"></span></p>
<p>Kini hari-hari yang indah</p>
<p>Hanya tinggal kenangan</p>
<p>Kau pergi meninggalkan ku untuk selamanya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sahabat&#8230;</p>
<p>Apa kamu tidak ingat</p>
<p>Saat kita bahagia</p>
<p>Saat kita menghadapi masalah</p>
<p>Dan&#8230;</p>
<p>Janji untuk terus bersama</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sahabat&#8230;</p>
<p>Walaupun kau telah melupakan</p>
<p>Kenangan kita</p>
<p>Tapi&#8230;</p>
<p align="left">Kenangan indah itu akan selalu ada di hati ku</p>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left"><em>Ulfia fadhilah, mahasiswa NONREG PBSI 011</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2020/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2020/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2020&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/24/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ole-ole untuk Adik</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/23/ole-ole-untuk-adik/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/23/ole-ole-untuk-adik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 17:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[oleh Sarah &#160; Angin lembut menyentuh kulit wajahku. Seakan meninabobokanku agar tertidur siang dalam labi-labi Darussalam. Lagu aceh yang diputar sang sopir seolah kisah dongeng sebelum tidur pada saat itu. Butuh beberapa detik saja hingga mata ini akan terpejam dengan tenang. Tiba-tiba labi-labi berhenti. Seorang ibu dan anaknya naik dan duduk tepat didepanku. “ma, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2018&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>oleh Sarah</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Angin lembut menyentuh kulit wajahku. Seakan meninabobokanku agar tertidur siang dalam labi-labi Darussalam. Lagu aceh yang diputar sang sopir seolah kisah dongeng sebelum tidur pada saat itu. Butuh beberapa detik saja hingga mata ini akan terpejam dengan tenang. Tiba-tiba labi-labi berhenti. Seorang ibu dan anaknya naik dan duduk tepat didepanku.</p>
<p><span id="more-2018"></span></p>
<p>“ma, kita mau pulang ya?” Tanya si anak.</p>
<p>“iya”</p>
<p>“ma, tempat pensil ini bagus, Zahra pasti suka.”</p>
<p>“sstt.. ini labi-labi bukan rumah.” Ibu itu menenangkan anaknya. Anak tersebut terdiam. bergitu juga dengan aku. Rasa kantukku hilang tergantikan oleh rasa haru dalam perasaanku.</p>
<p>Aku menekan bel terburu-buru. Oh tuhan. Aku teledor. Tempat kos sudah lewat di belakang sana. Ini gara-gara pikiranku melayang kemana-mana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~ ~ ~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keesokan harinya aku hendak membeli kaos kaki ke Fantasi. Penasaran aku melihat-lihat semua rak, dari mulai jajaran hiasan kamar, sandal, sepatu, boneka, dll. Lalu langkahku terhenti ketika tiba disalah satu rak. Aku terpaku menatap rak tersebut. Air mataku terjatuh tak tertahan. Ketika aku merasa mulai diperhatikan orang, segera kuhapus air mataku dan bergegas pergi.</p>
<p>Sesampainya di rumah, kembali aku terdiam menatap ayam diatas rak buku. Kapan ayam itu penuh? Pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh sang waktu.</p>
<p>Hari-hariku kembali seperti biasa, kuliah dan berjualan adalah atifitasku. Sangat repot harus membiayai kuliah sendiri. Tapi inilah hidup, bagaimanapun dia, harus tetap dijalani, dan yang aku lakukan adalah berusaha serta berdoa setiap hari, berharap semua mimpi-mimpi akan dikabulkan oleh-Nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~ ~ ~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>”ayam itu hampir penuh.” batinku berkata saat aku termenung di kamar kos. Kemudian aku menelpon keluarga di kampung. Melepaskan rindu pada ayah, mamah, dan adikku. Betapa aku ingin bertemu dengan mereka. Targetku, ketika libur semester nanti aku akan pulang dan membawa oleh-oleh untuk adikku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>~ ~ ~</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>”akhirnya ayamku penuh.”</p>
<p>Aku pegang erat-erat ayamku sebelum aku memotongnya.</p>
<p>”selamat tinggal, aku sedih harus memotongmu kawan”</p>
<p>Ucapan perpisahan dibarengi dengan pisau tajam yang memotongnya. Dan&#8230;</p>
<p>”byyaarr”</p>
<p>Seluruh koin dan beberapa uang ribuan keluar. Aku menghitung semua, uang tabunganku selama satu semester hanya 27 ribu. Meskipun rada kecewa karena jumlahnya tidak banyak, tapi aku harus tetap tersenyum. Itu jerih payahku sendiri. Semoga saja cukup untuk membeli oleh-oleh adikku.</p>
<p>Aku berdiri depan rak yang sama ketika aku terpaku pada masa lalu di fantasi. Kembali aku termenung, mengingat adikku. Adikku masih kelas 4 MIN, dia sangat lucu, suatu hari ketika pergi ke pasar denganku. Dia mengajakku ke toko mainan, disana ada sebuah tempat pensil. Dia minta dibelikan tempat pensil itu, tapi sayang, waktu itu aku tak punya uang. Ridwan adikku tak memaksa, dia hanya diam dan tentu saja kecewa. Aku salut padanya, dia mengerti keadaanku. Seandainya anak lain mungkin sudah menangis minta dibelikan sesuatu. Akhirnya  aku pulang bersamanya dengan membawa sebuah janji untuk membelikan ridwan tempat pensil. Semenjak itu, aku berusaha menabuing agar bisa membelikan tempat pensil untuknya. Dan sekarang, di depanku berjajar berbagai macam tempat pensil. Aku pilih salah satu yang paling bagus untuk Ridwan. Akhirnya aku bisa menepati janjiku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2018/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2018&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/23/ole-ole-untuk-adik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihan Orangtua</title>
		<link>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/23/pilihan-orangtua/</link>
		<comments>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/23/pilihan-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 06:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gemasastrin PBSID</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemasastrin.wordpress.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[[Serambi Indonesia, 22 Januari 2012] Cerpen Herman RN Remuk! Sungguh, kali ini Buyung merasa hilang bentuk, selepas mendapat serangkai pesan lewat media fesbuk. Bagi Buyung, kabar dalam rangkaian pesan itu sangat buruk, hingga membuatnya jauh terpuruk. Betapa tidak, dalam pesan kali ini, Upik berujar, “Ridha Allah berada setelah ridha kedua orangtua. Bukan kehendakku…” Di akhir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2013&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>[Serambi Indonesia, 22 Januari 2012]</em></p>
<p>Cerpen <strong>Herman RN</strong></p>
<p>Remuk! Sungguh, kali ini Buyung merasa hilang bentuk, selepas mendapat serangkai pesan lewat media <em>fesbuk</em>. Bagi Buyung, kabar dalam rangkaian pesan itu sangat buruk, hingga membuatnya jauh terpuruk.</p>
<p><span id="more-2013"></span></p>
<p>Betapa tidak, dalam pesan kali ini, Upik berujar, “Ridha Allah berada setelah ridha kedua orangtua. Bukan kehendakku…” Di akhir ujaran, Upik bertutur dengan segenap harapan agar Buyung dapat melupakan atas segala yang pernah jadi dan kejadian, setiap kabar yang selama ini satu sama lain saling bertukaran. Kata Upik, “Semua itu anggaplah sebagai kenangan, petanda kita pernah saling kasih, saling sayang.” Upik menutup pesan dengan ucapan terima kasih atas segenap kasih pada mereka punya kisah.</p>
<p>Tentu saja kabar ini kali membuat Buyung tak habis pikir, karena rentang setahun terakhir, mereka sudah saling ikrar untuk mengukir rumah tangga sebagai akhir takdir. Cukup lama Buyung dan Upik pisah, yakni selepas keduanya tamat sekolah. Kala itu,  Buyung ke ibukota untuk kuliah, sedangkan Upik memilih pendidikan di dayah. Selepasnya, Upik ke negeri para nabi meneruskan studi. Tinggallah Buyung di kampung sendiri.</p>
<p>Rentang pisah keduanya sewindu setahun sampai, Buyung menata hati yang telah sansai, merawat rindu antara kota dan ngarai, hanya mengadu pada bukit dan pantai, sembari menunggu setudi Upik bilakah usai. Keduanya baru setahun lalu kembali dekat, saling tukar kabar walau bukan lagi dengan kertas surat serupa dulu mereka lakukan di rumah mengaji setiap malam Minggu atau Jumat. Kecanggihan teknologi, mereka ambil manfaat dengan saling berbagi <em>user </em>melalui pesan <em>chatt.</em></p>
<p><em> </em>Sejak kembali saling tukar kabar itulah, Buyung kembali hidup gairah, dan yakin bahwa Upik adalah pilihan dalam menjalankan sunnah. Demikian Upik, beberapa kali mengaku salah dan minta maaf karena cukup lama meninggalkan Buyung dalam resah gelisah. “Insyaallah, kali ini aku yakin sudah,” ujar Upik yang saat itu mulai disapa Buyung dengan panggilan “Ustazah”.</p>
<p>Ironis! Setelah berjanji untuk tidak saling meringis apalagi bengis, kabar kemarin pada sore Kamis, membuat Buyung harus berusaha menahan tangis. Sangat malang nasib menimpa si lelaki yang dalam usia dua puluh sembilan masih setia dengan status bujang, demi menanti Upik, dara manis yang berasal dari kampung sebelah kemukiman.</p>
<p>Penantian hanya penantian, kali ini dalam sebuah pesan, Upik mengaku sudah dalam pinangan. Terhenyak Buyung bukan kepalang, tentang janji Upik untuk menyudahi penantian dengan sebuah pernikahan yang diridhai Tuhan. Mimpi dan harapan itu kini telah hilang.</p>
<p>Surat berpesan itu kali yang dikirim Upik pada serangkai kesempatan sejak setahun silam, dibaca Buyung kembali berulang-ulang. Di sana terdapat kalimat Upik yang beragam, ada rayuan, ada canda dan gurauan, sesekali tebersit ucapan tentang mimpi bersama dan harapan-harapan. Bertambah-tambahlah sedak dada Buyung membaca sekalian itu pesan.</p>
<p>“Abang suka warna apa? Kalau adik pink dan ungu sukanya.” Kalimat belum berapa silam itu terbaca jelas sehingga dada Buyung terasa ditusuk batu cadas. Semakin diseretnya <em>kursor </em>ke atas, semakin banyak pesan lama terlintas. Sampailah Buyung pada pesan yang dikirim Upik pada bulan sebelas. “Abang, kalau cari rumah, yang sederhana saja. Yang penting, kita nyaman tinggal di sana kelak.”</p>
<p>Itu pesan diucap Upik saat ditanya tentang rumah yang akan dicari Buyung sebagai bagian persiapan seusai pernikahan. Masih dalam <em>inbox </em>pesan<em>, </em>ada kalimat Upik tentang berbagai saran, soal Buyung yang suka terlambat makan, juga perkara waktu rehat terutama istirahat malam.</p>
<p>Kali ini, seperti surat itu kali yang telah ia balas, Buyung janji usaha ikhlas, pada kasih yang sempat berbalas maupun yang tidak terbalas. “Upik, seperti Tuhan penguasa jagat, cinta ini begitu dekat, walau ia tak terlihat,” ujar Buyung seraya terus menulis sebuah pesan sedikit panjang.</p>
<p>Upik, sejak pengakuanmu bahwa kau dalam pinangan, tiada lagi guna semua pesan. Jika dulu, aku sering kau ingatkan, tentang jangan telat tidur malam, pun perkara jaga kesehatan dan mesti ingat waktu makan, kini semua itu hanya kenangan. Satu yang dapat kusimpulkan, bahwa aku pernah kau sayang.</p>
<p>Upik, kuterima semua yang ditakdirkan, hanya saja tak pernah terpikirkan tentang alasan bahwa kau mesti putuskan segala bentuk kasih sayang dari aku yang telah kau sapa “Abang”, hanya karena kekhawatiran orangtuamu di kampung halaman. Bukankah kau orang berpendidikan? Ini yang tak habis aku pikirkan. Bagaimana mungkin seorang perempuan yang sudah lama mengecap pahit manis perantauan, sudah tinggi ilmu dan pengetahuan, harus takluk pada orangtua punya lamaran. Terlebih lagi putusan itu karena ketakutan bahwa jika aku yang jadi pilihan, kau dan ibumu kelak terpisahkan. Sejahat itukah aku pada keluargamu punya penialaian?</p>
<p>Upik, kendati aku hanya seorang kampungan yang jauh ketinggalan, masih kuingat sebuah riwayat yang guru ngaji ajarkan, bahwa pernikahan tidak bermaksud memisahkan antara orangtua dengan si anak yang telah dinikahkan. Bukankah soal ini kita sudah buat perjanjian, bahwa kau punya kesempatan bermanja dengan ibunda di kampung halaman, walau kita kelak diikat oleh pernikahan?</p>
<p>Ah, sungguh sia-sia semua janji dan mimpi, pun tentang cita-cita cinta kita yang suci, yang sudah terpatri sejak usia kita masih belia sekali. Kini, kau Upik, seperti pengakuanmu tempo hari, sudah dalam pinangan lain lelaki. Ingatkah kau, dulu sekali, aku pernah bertanya padamu, jika tugas kita hamba adalah berdoa, apakah tugas Tuhan mengabulkan setiap pinta? Ternyata doamu yang dikabulkan-Nya. Adapun aku, perlahan mesti mengubah haluan pinta.</p>
<p>Selamat Upik, atas yang telah jadi putusmu, yakni memilih pilihan orangtuamu. Pesanku, jangan melihat ke belakang, karena nanti kau akan melihatku berdiri sendiri di tepi jalan yang sama pernah kita lewatkan. Sungguh, aku belum mampu menyaksikan rona wajahmu yang akan berubah apalagi bening matamu yang nyaris tumpah saat menyaksikan aku punya tingkah. Maka, jangan melihat ke belakang saat kau telah melangkah.</p>
<p>Baru saja buyung hendak menutup surat pesan untuk Upik, tiba-tiba terdengar sebuah letusan. Sekejap kemudian, di <em>hape </em>Buyung muncul sebuah pesan. “Telah terjadi penembakan di Ulee Kareng, seorang lelaki di depan istana boneka tewas di tempat.” Buyung bergegas ke luar!</p>
<p align="right"><strong><em>Herman RN, cerpenis pilihan Kompas 2010.</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemasastrin.wordpress.com/2013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemasastrin.wordpress.com/2013/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemasastrin.wordpress.com&amp;blog=995585&amp;post=2013&amp;subd=gemasastrin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemasastrin.wordpress.com/2012/01/23/pilihan-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30af9f1f3ea62a634d8ddd687a52eed7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemasastrin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
