Deut Buta
Zaman dahulu kala ada seorang anak laki-laki yang rada bodpin alias pendek antenanya. Namanya Amat. Suatu hari ibu si Amat berkata, “Carilah deut buta. Kita tak punya ikan apa-apa hari ini.”
Pergilah si Amat ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. Ia menginjak-injak lumpur sambil berdoa semoga Allah berikan rezeki yang banyak. Doa Amat sangat makbul. Tiap kali ia menginjak lumpur ada saja deut yang keluar. Besar-besar lagi. Tapi, Amat sangat kecewa. Semua deut itu bermata alias tidak buta. Karenanya, dengan berat hati Amat melepaskan kembali deut-deut tersebut. Siang hari Amat kembali ke rumah tanpa hasil apa-apa.
Ibu Amat heran. Tak biasa anaknya pulang tanpa hasil seperti itu. Belia lalu bertanya, “Mana deut-nya?”
“Tak ada, Mak. Tak ada deut buta. Semuanya bermata.”
Ibu Amat mengurut dada. Menyesali nasib anaknya yang sangat pendek antenanya itu.
Deut (bahasa Aceh) adalah salah satu jenis ikan.