Cita-citaku Blum Usai
Oleh : efriadi
Guyuran hujan masih deras
Ditempat kelahiranku
Kurasakan airnya menerpa tubuhku
Diatas kereta tadi siang
Sepulang jalan-jalan
Ramai massa bicarakan kebanjiran
Malah tlah ada yang pinta sumbangan
Untuk saudara kita yang di Aceh Tamiang
Bencana tak reda-reda ucapku dalam hati
Saat malam itu kusendiri diruang tamu
Sedang melamun tentang cita-citaku
Yang belum kuusaikan
Sebabku malu dan iri
Melihat rekan dan saudaraku
Yang tlah banggakan orangtuanya
Kupinta pada-Mu Rabbi
Wujudkanlah hasratku
Agar mimpi dan keinginan
Tak selamanya kelabu
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— —****
RIUH TAK BERTUAN
Oleh : efriadi
Derai tangis belum hilang
Letus senapan masih membekas
Gelak tawa masih diragu
Kini
Massa mulai hening
Melihat riuh tak bertuan
Laksana petir menyambar
Disini
Renung dalam bisu
Melihat dan mendengar
Meski telah berbuat
Tetap saja salah dan semakin salah
Untuk sendiri
Untuk semua
Tak tahu mereka
Yang berebut tahta
Meski siang
Meski malam
Haus akan kuasa
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— —-***
arie berkata
ASD