MALAM di KL sentraL_puisi Idham Khan
malam..
kini dikau merambah kelam
aku terdampar di tepi jalan kesunyian
malam..
berlalu begitu senyap tanpa lambaian
meninggalkan secebis angan yang melayang,
lalu menghilang bersama
malam
malam..
kini dikau merambah kelam
aku terdampar di tepi jalan kesunyian
malam..
berlalu begitu senyap tanpa lambaian
meninggalkan secebis angan yang melayang,
lalu menghilang bersama
malam
GELANDANGAN
Rahmat CS ( camar samudra )
Pagi menunggu malam, malam menunggu pagi
Hampa akan cita-cita
Hampa akan dosa
pagi untuk malam
malam untuk pagi
Bermodal sebuah botol bekas
berisikan puing-puing batu
di persimpangan beringar bingar
teladah tangan ke arah sais
lorong gang dan jalan adalah ruang bekerja
Setiap pagi
setiap malam
menungguh kandil kandil berkelap kelip
antri lalu mengelilingi pedati-pedati tua
sado-sado antik
di tengah teriknya mentari
bising meriahnya malam
diantara debu dan harumnya keringat
membasahi penutup ubun
Trotoar bak bungalo
demi cerutu dan berdomisili di meja kasino
pagi terus berganti
kesadaran belum juga muncul
dan segera tiba andai koin-koin tak lagi berbunyi jangkrik
prospek semakin tenggelam
sambil berharap datangnya dewa angan-angan
jampi-jampi adalah undang-undang kehidupan