Puisi Dedy Firtana Iman
Coretan penuh makna
Goresan penuh sukma
Aku menuliskan puisi
Sambil melamun sendiri
Diantara mimpi suci
Satu dua tiga
Jadilah cerita cinta
Puisi lengkap nada senja
Dan puisiku melanglang buana
Diantara mimpi tertunda
2009
Puisi Sunyi
Oleh; Deddy Firtana Iman
Puisiku mati membusuk
Terhina namum terdiam
Seakan manja berteriak
Akan suatu isyarat
Kata tersembunyi telat
Menimbulkan tiada tepat
Kata dan maknanya
Yang rekat dan padat
Seruling sunyi
Gelisah bernyanyi
Puisiku mati suri
2009
Setelah Perjalanan
Oleh; Deddy Firtana Iman
Merebahkan tubuh yang lelah
Udara menembus sukmaku
Setelah aku berjalan lelah
Jauhku mimpikan cita-cita
Mencari jati diri sukma
Terhuyung di padang pasir
Setlah cita-cita berlarian
Ke udara dan ke langit
Sejatinya begitulah aku
Terhimpit sukma yang kotor
Tentang imajinasi liarku
Terkungkung terdiam
2009
Palestina
Oleh; Deddy Firtana Iman
Terluka, kaku dan kelaparan
Dihantam duka keganasan Israel
Doaku untukmu
Walaupun kutahu
Negaramu masi terancam mencekam
Sudikah diriku
Mengorbankan nyawaku untukmu
Kurasa belum cukup akan
Mayat yang bergelimpangan dihadapanmu
2009
Kejamnya Negaramu
Oleh; Deddy Firtana Iman
Berton-ton bahan peledak
Bermain ke udara menuju
Negara saudaraku
Yang tak tau arah kemana
Masi tersenyum
Dengan kelakarmu
Yang hina itu
Atau kau memang pengecut
Diantara teroris tikus kantor
Seperti di Kotaku
Saad ini dan kau sama saja
2009
Kisah Hidupku
Menekan diri tirai memberi
Sudah lelah aku sendiri
Antara aku dan mawar berduri
Mungkin juga aku bunuh diri
Mengapa iri kata berbunyi
Sedangkan aku di tinggal pergi
Walaupun menyusuri jalan kaki
Berarti aku hanya kalah sendiri
Matahari pagi telah berdiri
Menyinari isi hati
Memberikan cahaya penenang diri
Untukku dikala sendiri
Inilah aku yang sendiri
Tentang ketiadaan cinta sejati
Hampa disisiku tiada arti
Terasa berat hidupku ini
Yang dilukai oleh wanita iri hati
25-08-2008
Lupakan Dia Ingatkanku
Tidak ada kabar burung hantu
Setelah malam penuh dosa
Ibaratnya telah lahir Manusia membisu
Memandang kesombongan pemuda kota
Itulah takdirnya kekuasaan peluru
Senjata ungkapan pengebor ungkapan harta
Hilangya keangungan permaisuriku
Dan engkau masi melangkah
Setelah bersuci ketika malam purnama
Tersedu berjalan tanpa kebahagian
Terus berlinangya air matamu
Terus hingga kakimu berdarah
Hanya ungkapan mengumpat
Malam telah menghilang
Dari kebahagianmu
Meluruhkan kebencian di siang hari
Umpatan ketika dirimu ternoda
15-01-2009
Masa Lalu
Oleh; Deddy Firtana Iman
Rasa sesak menekan ke dada
Melemahkan denyut jantungku
Bermandikan air keringatku
Rasa sesak ke masa lalu
Setelah aku tau caranya
Masa lalu memberatkan pandanganku
Tentang kekuasaan jaman Orde Baru
Terasa emosi mendalam
Terasa jiwa mencekam
Terasa amarah memburam
Kini
Para penguasa itu telah tertidur
Di alam kekejamanya
15-01-2009
Badai Kemenangan
Oleh; Deddy Firtana Iman
Kekacauan itu
Merobek isi usus buntu
Hingga mencakarnya
Menjadi sekumpulan debu
Dan binasalah aku
Meradang
Menerjang
Badai kemenangan
Menjuarai kesenangan
Kekacauan itu
Menghapuskanku yang kaku
Tanpa kumegerti
Aku masi melawan
Tentang hukum berdiri sendiri
15-01-2009