Senja Di Ulee Kareng

Akmal MR

Kampung muasal cerita
telah tergulung bersama laut
penuh lumut

memang tidak ada lagi lentang suara senapan,
tapi tak jua reda manusia pulang dari makam

kampung ini telah membatu
serupa sajak bergulung kelam
melihat senyum telah musnah
usai pikiran terkepung nista

juga,
senja menjadi diam
menyaksikan burung-burung
memadu kasih di pucuk limau
lalu mereka dihadapkan mahkamah
karena terpaut hukum

ini kampung memang damai
kemudian aturan tercipta sesudah itu
lalu
awan menutup muka
dan
kemudian hanya menjadi tulisan
tak lagi kepatutan

Ulee Kareng, 14 Juni 2007

1 Komentar

bagus…. jadi terharu dan rindu aceh… :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.