Terbuang dan Terlantar

Posted on

Puisi Nora Fajar

Mamaku tersayang…
Betapaku ingin menjadi gadis kecilmu
Saat pertama ku hadir di dunia
ku merasa sentuhanmu yang hangat
tapi, itu hanya menjadi pertama dan terakhir dekapanmu..

Kini ku terbuang
entah kemana arah angin membawaku
Ku tak berdaya, tak satu kata pun belum bisa ku ucap kan
hanya ber isyaratkan tangisan
ku menangis, tapi kau tetap tak mendengar
ku menjerit memanggilmu
mama.. mama.. oh mama…
tetapi, tetap saja kau tak memperdulikan
kau tetap teguh pada niat mu, untuk pisah jauh dari ku

Mamaku tersayang
tak lelah-lelah nya ku terus berucap
betapa ku ingin menjadi gadis kecilmu
yang merasa kan dekapan tiap waktu
tetapi hati mu telah membuta
sehingga aku terus menangis tak terpedulikan

Mamaku tersayang
Ku telah terbuang, ku terlantar
ku jauh dari pelukan tubuh mu
berharap dan berdoa, ku ingin bersamamu

Mamaku tersayang
jika kelak kita berjumpa
hanya satu ku pinta
dekap dan peluk lah aku dalam tubuh mu selama nya
karena saat kita berpisah hanya sekali ku rasa kan tubuh mu nan hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s