Adat Peuayôn Aneuk

Posted on

[sumber : Harian Aceh, 22 April 2012]

oleh Mawardi

Adat peuayôn aneuk adalah salah satu kebiasan orang Aceh dalam kegiatan menidurkan anaknya ke dalam ayunan, ayunan hanya diikat pada tiang rumah (rumah Aceh dulu) dengan tali serabut kelapa (taloe tapéh) dan dikaitkan kain sarung. Seiring perkembangan zaman banyak ayunan yang dibuat dari besi, dalam bahasa aceh disebut ‘caw’iek’ dan dikaikat dengan kain sarung.  Dalam kegiatan peuayôn aneuk ini, sang ibu mendendangkan syair puji-pujian kepada Allah swt. dan salawat salam kepada Nabi Muhammad saw. Dalam syair-syair yang didendangkan banyak berisikan larangan dan himbauan kepada sang anak, dan percaya tidak percaya kurun waktu lima belas menit sang anak langsung tertidur pulas.

Banyak sekali model nyanyian dalam bahasa aceh yang didendangkan oleh sang ibu pada saat kegiatan peuayôn aneuk ini, kerap kali nyanyian ini berisikan nasehat-nasehat yang hendak disampaikan kepada sang anak untuk mengantarkannya ke dunia dewasa. Berikut adalah salah satu bait nyanyian dalam bahasa aceh yang berisi nasehat kepada sang anak :

Lailahaillallah Muhammad Rasulallah

Aneuk ubiet beumeutuwah

Beurijang rayeuk nyak banta seudang

Diseumbahyang di pujoe Allah

 

Jika diterjemahkan, kira-kira berbunyi seperti ini

Lailahaillallah Muhammad Rasulallah

Anak kecil yang harap bertuah

Lekas besar buah hatiku

Disembahyang memuji Allah

 

Pada potongan nyanyian diatas jelas terlihat bahwa sang ibu menasehati anaknya ‘lekas besar, sembahyang memuji Allah’ cepatlah tumbuh besar dan ketika anaknya besar sang ibu menasehati agar anaknya menunaikan shalat untuk memuji Allah. Walaupun hanya empat baris, bait tersebut memiliki daya sugesti yang tinggi. Nyanyian yang demikian bukan hanya sekali atau dua kali dalam sehari diucapkan, tetapi hampir setiap detik ketika sang ibu menidurkan anaknya. Bayangkan saja jika sang anak tidur tiga kali dalam sehari, berapa banyak nasehat yang disampaikan sang ibu lewat nyanyian tadi yang diulang-ulang. Inti penulis menguraikan manfaat adat peuayoen aneuk diatas adalah bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kembali adat ini. Sekarang dipasaran banyak beredar bentuk tempat tidur anak-anak yang tebuat dari besi atau kayu, yang bersifat tidak bisa digerakkan. Hanya sedikit bentuk ayunan yang bisa digerakkan. Nah, yang menjadi pertanyaan penulis “Apakah masih ada “Adat Peuayoen Aneuk” ?” ketika menidurkan sang anak kedalam tempat tidur yang tidak bisa digerakkan. Tidak hanya itu, banyak orang tua sekarang yang menitipkan anaknya kepada orang lain ketika ia berangkat beraktifitas, bisa jadi kalau dititipkan pada sang nenek mungkin sang nenek akan menidurkan cucunya sambil mendendangkan syair nasehat. Jika sang ibu menitipkan sang anak pada orang luar, apakah sang ibu bisa mengontrol anakknya pada saat ditidurkan oleh orang tersebut? Mari sama-sama kita tumbuhkan dan kita kembangkan kembali adat peuayoen aneuk, jangan sampai adat kita hilang, seperti kata pepatah aceh,

Mate aneuk meupat jeurat

Gadöh adat pat tamita

‘meninggal  anak tahu kuburan

Hilang adat mau cari dimana

 

Mawardi

Cot Mentiwan(Aceh Besar),

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s