Lagu Aceh VS Lagu Bahasa Aceh

Posted on Updated on

oleh Mawardi
[sumber : Harian Aceh, 13 Mei 2012]
PERNAHKAHanda mendengar kata-kata atau kalimat seperti ini “nyan lagu aceh jinoe cit dijiplak mandum” “lagu aceh sekarang hasil jiplakan semua”, mungkin anda sudah sering mendengar kalimat seperti ini. Ada pula kalimat yang kira-kira redaksinya begini “awak seniman aceh cit caröng cuma cok-cok lagu gob” “seniman Aceh bisanya Cuma mengambil lagu orang”, bagaimana perasaan anda ketika mendengar kalimat tersebut?

Ya saya cuma dapat mengatakan setidaknya kita merasa malu dan jengkel mendengarnya meskipun perkataan itu keluar dari mulut orang aceh juga. Tidak bisa kita pungkiri, dewasa ini banyak sekali lagu-lagu aceh yang redaksinya mirip atau menyerupai lagu dari nasional, baik dangdut maupun jenis musik lainnya.

Lagu Aceh

Lagu Aceh merupakan lagu yang dinyanyikan langsung oleh orang aceh, menggunakan bahasa aceh, mengandung nasehat dan mengikutsertakan budaya aceh. Sedikit kita reviuw kemasa lalu, lagu aceh pada jaman dahulu digunakan sebagai media syiar islam, pelestarian budaya dan juga sebagai wadah hiburan. Syair dan lagu aceh dulu dialunkan dengan tutur lisan dan sangat jarang menggunakan alat musik. Syair atau lagu aceh yang di gunakan orang tua dalam adat peuayon aneuk (adat menidurkan anak) misalnya, sang ibu tidak menggunakan alat musik ketika mendendangkan syair atau lagu hanya menggunakan mulut untuk menciptakan irama-irama syahdu.

Lagu aceh pada dasarnya ada juga yang menggunakan bantuan alat musik, misalnya seurunee kale, rapa-i, dsb. Irama lagu aceh tercipta dengan sendirinya ketika memadukan beberapa jenis alat musik yang tersebut di atas. Sangat tidak afdhal jika mengambil irama lagu orang lain untuk kita jadikan milik kita. Oleh karena itu, seniman aceh terdahulu sangat anti dengan yang namanya menjiplak.

Lagu Aceh mengandung unsur budaya, melalui lagu atau syair aceh orang kita memperkenalkan budaya aceh baik yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional. Bersifat lokal artinya orang aceh memperkenalkan dan melestarikan budaya di sekitar tanah aceh yang bertujuan agar budaya aceh tidak hilang seiring perkembangan jaman. Hal ini penting, jika kita tidak memperkenalkan budaya aceh pada generasi muda maka mereka tidak tahu dan akan lupa dengan budaya aceh.

Begitu juga halnya dengan kedudukan lagu aceh sebagai pengingat dan nasehat, penulis memberikan salah satu contoh bait lagu Aceh yang berisi pengingat dan nasehat:

Bek ta sangka nyang nyoe rakan

Nyang jak sajan watèe kaya

Teutapi nyang nyoe rakan

Nyang jak sajan watèe papa

terjemahan

“jangan disangka sahabat

Yang mau menyertai saat kita kaya

Tetapi yang benar-benar sahabat

Yang mau menyertai saat kita miskin”

Potongan bait lagu di atas mengingatkan kepada kita bahwa kawan atau sahabat sejati adalah orang yang mau bersama-sama dengan kita jikalau kita sedang miskin bukan orang yang mau memperdulika kita saat kaya. Berikut ini saya tampilkan satu bait lagu atau syair aceh yang mengandung unsur pengingat atau nasehat;

Beudoh jak taubat yoh goh lom mate

Yoh goh lom ta cree ta tinggai donya

Yoh goh lom ta ngui pakaian puteh

Yoh goh lom ta eh dalam keureunda

terjemahan

“bertaubatlah sebelum meninggal

Sebelum kita berpisah dengan dunia

Sebelum kita mengenakan pakaian putih

Sebelum kita tidur dalam keranda”

Potongan lagu atau syair ini mengingatkan kita untuk segera bertaubat sebelum kita meninggal, sebelum kita meninggalkan dunia.

Lagu Bahasa Aceh

Lagu bahasa aceh dewasa ini sangat banyak beredar di pasaran. Mengapa saya menyebutkan lagu bahasa aceh? Karena lagu itu hanya menerjemahkan sebuah bahasa lain dalam lagu ke bahasa aceh. Tidak ada unsur budaya sama sekali di dalam lagu bahasa aceh ini rumah produksi musik mungkin hanya mengincar pasarnya saja.

Boleh kita katakan industri musik di Aceh saat ini berkembang pesat mulai dari munculnya seniman-seniman baru, alat-alat musik yang beraneka ragam. Tapi sayang kemajuan industri musik ini tidak sejalan dengan pemikiran beberapa production house(rumah produksi musik) dan dapur rekaman.

Pasalnya banyak sekali terjadinya penjiplakan lirik, irama, nada, baik sebagian atau seluruhnya. Hal ini merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi ph dan beberapa seniman yang bergeliat di bidang serupa. Karena dengan proses penjiplakan ini ph dapat menghasilkan banyak lagu dalam waktu singkat dan dapat dipasarkan sesegera mungkin. Lagu bahasa aceh ini merupakan lagu aceh yang sudah dipengaruhi oleh budaya luar sehingga melupakan budaya daerah sendiri. Banyak lagu-lagu aceh yang beredar saat ini hanya tinggal bahasa acehnya saja, itupun bukan lagi bahasa aceh murni jika hal ini terus dipertahankan maka untuk beberapa tahun kedepan tidak ada lagi yang namanya lagu aceh dan tidak ada lagi lagu bahasa aceh.

Intinya yang ingin penulis sampaikan kita dapat mengambil makna dan kesimpulan serta bertindak cepat untuk memperbaharui ketika kiat mendengar kalimat “nyan lagu aceh jinoe cit dijiplak mandum” “lagu aceh sekarang hasil jiplakan semua”. Tidak semua lagu aceh adalah lagu bahasa aceh, lagu aceh asli adalah lagu aceh yang dapat  memberi nasehat, memperkenalkan dan melestarikan budaya sedangkan lagu aceh yang menjiplak karya hanya akan menimbulkan kerusakan pada seni budaya aceh. Sampai saat ini masih ada beberapa seniman aceh yang menyanyikan lagu aceh, lagu aceh asli bukan jiplakan.

Mawardi, Warga desa Cot Mentiwan Aceh Besar, Mahasiswa FKIP PBSI ’10 Unsyiah

7 thoughts on “Lagu Aceh VS Lagu Bahasa Aceh

    Kamus Bahasa Aceh said:
    Juni 22, 2012 pukul 11:46 am

    bek tuwoe neu kunjong http://kamus.lenteratech.com hehe

    Baju For Sale | Pakaian Adat Aceh said:
    Juni 27, 2012 pukul 10:17 am

    […] .catablog-row {min-height:100px; height:auto !important; height:100px;} .catablog-image {width:100px;} .catablog-title {margin:0 0 0 110px !important;} .catablog-description {margin:0 0 0 110px; !important} .catablog-images-column {width:100px;} .catablog-gallery.catablog-row {width:100px; height:100px;} .catablog-gallery.catablog-row .catablog-image {width:100px; height:100px;} .catablog-gallery.catablog-row .catablog-image img {width:100px; height:100px;} .catablog-gallery.catablog-row .catablog-title {width:90px;} Rumah Adat Daerah AcehTamu Undangan VIP Pelantikan ZIKIR Tiba di Gedung DPRA – AtjehLINKNanggroe Aceh DarussalamSastra-Indonesia.comANALISA KASUS ADOPSI ANAK INTERNASIONAL DI DALAM DAN DI LUAR INDONESIA BERDASARKAN KETENTUAN HUKUM PERDATA INTERNASIONAL DAN KONVENSI HAK-HAK ANAK PBBjual bibit mahoni di takengonAnd the Sumatra journey begins…Irwandi : Perdamaian di Aceh Masih RapuhLagu Aceh VS Lagu Bahasa Aceh […]

    syukran indrapuri said:
    November 17, 2012 pukul 11:54 am

    hahahahhaha beutoi tgk,,,, macam lge lawet nyoe,,,,

    Mukhlisin said:
    Februari 9, 2014 pukul 3:06 pm

    penyanyi@ lagu ne siapa bang…Bek ta sangka nyang nyoe rakan

    Nyang jak sajan watèe kaya

    Teutapi nyang nyoe rakan

    Nyang jak sajan watèe papa

      rizal said:
      Oktober 14, 2014 pukul 6:51 pm

      Rizal Husain
      tp saya cri di internet gk ada lagunya, sy cr CD pun gk ada,
      tp sering sy dngr d radio, bagus lagunya, klw ada CD tlng d informsikn ya

    rizal said:
    Oktober 14, 2014 pukul 6:58 pm

    Mukhllisin
    meunyo na meurumpok lagu neu krm keu long beh, CD pih jet meunyo na, ka hek long mita CD

    Bek ta sangka nyang nyoe rakan
    Nyang jak sajan watèe kaya
    Teutapi nyang nyoe rakan
    Nyang jak sajan watèe papa

    sahabat yg khem mudah bak tatupat
    sahabat yg moe payah bak tamita
    meunyo lee peng di dlm jaroe
    rata sago na saudara
    ta meukawen yg jroh budi
    supaya suci hate gata

    rizal said:
    Oktober 14, 2014 pukul 7:01 pm

    Rizal husain penyanyi jih
    nan lagu rakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s