Menunggu Tiada Pasti

Posted on

puisi Eli Jaya

 

Senja mulai cemas

menangis ketakutan saat mentari belalu

putih terang wajah purnama

hanya tampak memanggil dan tertunduk

tak sanggup untuk menatap

Langit kelabu selalu temani awan berlalu

hendak ternoda berlinangan abu

hanya menunggu kapan bertebaran

di terpa angin menjelang petang

Gemetar tiada henti

menunggu-nunggu kepastian menghampiri

entah sampai kapan letih menunggu

bila tak sampai akan luruh

hingga sekarat terus menuai rapuh

meraung-raung sampai mentari kembali

 

 


Eli Jaya, mahasiswa Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia (PBSI) FKIP Unsyiah angkatan 2011

One thought on “Menunggu Tiada Pasti

    jtxtop said:
    Januari 3, 2013 pukul 11:08 am

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s