Puisi Rahma dan Eli Jaya

Posted on

PESAN IBU
puisi Rahma Nuzul Azmi
Berjuta mimpi menenggelamkan jiwa
Andai keterkaitan hati bergeming
dalam cekungnya gelas kaca
Kerasnya hati dapat melebur
dalam derasnya air mata
Biskuit hatiku tetap saja retak
kata ibu ”biskuit yang retak harus tetap dimakan,
meski menelannya sulit”
“Dorong dengan air, pasti  mudah”, ibu tersenyum
Senyum itu? Aku tau

Rahma Nuzul Azmi, Mahasiswi PBSI FKIP Unsyiah

 

 

PERCUMA

Puisi Eli Jaya

 

Hari demi hari

bagaikan baru sekejap membuka mata

tiada terasa begitu cepat lajunya sang mentari

yang ingin cepat sampai keterminal hari esok

 

Waktu demi waktu terus belalu

seperti baru sedetik saja melewati hari ini

sang mentari pun berpamitan menuju tempat peristirahatannya

malampun tidak sabar lagi mulai menampakkan raut wajahnya

yang penuh cahaya

seakan bahagia saat malam tiba

 

Terus saja terasa setiap hari seperti itu

tiada apa yang bisa terbuat untuk  masa depan

langkah demi langka terus tertahan

berbuat suatu yang berguna untuk masa depan

 

Tahun pun tak kala hentinya seli berganti

tiada terasa usia pun makin bertambah

sedangkan iman tiada setara dengan usia

saqwa  pun tiada sempurna

kewajiban pun tiada terlaksana.

 

Eli Jaya, mahasiswa Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia (PBSI) FKIP Unsyiah angkatan 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s