Guci Masjid Teungku di Pucok Krueng

Posted on

oleh EDI MISWAR

”Guci ini sempat berpindah tempat. Dulu, gucinya tidak di sini, sampai-sampai disemen agar tidak lari lagi,” ujar Abubakar, 64 tahun.  Abubakar adalah bilal Masjid Teungku Di Pucok Krueng, Kemukiman Beuracan, Meureudu. Menurut bilal itu, air dalam guci tersebut tidak boleh diciduk oleh perempuan. Kalau sempat diciduk, esok harinya air dalam guci tersebut harus diganti, karena airnya telah berbau busuk.

”Memang sudah begitu. Kuasa Allah Subhanawataala,” jawabnya santun.

Abubakar menunjuk ke dalam lobang guci tersebut. Senyumnya mengambang mengesankan ingin menceritakan lebih dari itu. Beberapa tahun lalu, kata dia, guci tersebut tidak di tempat ini dan belum disemen. Namun, suatu malam imam masjid tersebut bermimpi berjumpa dengan sang guci.

Dalam mimpi sang imam, guci tersebut seolah bicara, minta agar dipindahkan dari teras mesjid. ”Dia malu dilihat banyak orang,” kata Abubakar mengisahkan mimpi imam masjid Teungku Di Pucok Krueng.

Sebenarnya, bukan agar tidak berpindah saja, tapi warga juga khawatir guci ini dicuri orang-orang yang suka barang-barang antik. Menurut Abubakar, Masjid Teungku Di Pucok Krueng adalah masjid peninggalan Iskandar Muda. Semua masjid yang dibangun Sultan Aceh berarsitektur seperti masjid tersebut.

”Kata almarhum Teungku Usman, masjid ini dibangun tahun 1929,” tambah Abubakar.

Sudah beberapa kali wartawan cetak dan elektronik mewawancarai Abubakar, soal masjid dan guci tersebut. Tahun lalu, ia diwawancarai RCTI untuk disiarkan bulan Ramadan. Dari televisi itu, ia mendapat uang Rp1 juta. ”Untuk masjid ada dikasih Rp3 juta,” katanya.

Menurut cerita dari mulut ke mulut, guci itu sebenarnya ada dua. Guci satu lagi sudah lari ke Trubue, Beureunuen, Pidie. ”Trubue, Kampung Doto Zaini Abdullah, Gubernur Aceh sekara ng. Kata orang tua-orang tua dulu, mereka (gudi itu) sering bertengkar dan akhirnya salah satunya harus pergi,” kisah Abubakar.

Bagi masyarakat Meureudu dan sekitar, Masjid Beuracan adalah suatu kebanggaan. Ini tampak dari cara Abubakar menjelaskan perihal masjid tersebut pada Jumat, 6 Juli 2012.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s