Sajak-sajak Haiku Herman RN

Posted on

HAIKU LAUT

 

bukan karena gulunganmu bumi luruh

tapi peluh lupa diseka

berakar taqwa kami melupa

 

DATANGMU

 

kau datang sebelum sembun

di pucuk daun dibias mentari

maut itu kali lebih cepat dari mu

 

 

INGATAN SELUSIN

 

kendati sudah genap selusin ingat

belum lekang sempat pada mataair

mengubah akhir pekan jadi airmata

 

 

PASAL

 

pasal apa laut murka

tak kenal rupa berubah pekat

karena telat aku kenal dia

 

 

HAIKU CINTA

 

jika cinta adalah candu

cukupkan rindu jadi penawarnya

rindu dan cinta tiada berumpama

 

 

TSUNAMI

 

selusin hitung tahun berlalu

bukan karena rindu tsunami teringat

laksana kilat masa datangmu

 

Kutaraja, Desember 2016

sumber: Serambi Indonesia, 15 Januari 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s