Dogeng

Legenda Penduduk Nias

Posted on Updated on

Dahulu kala ada dua kerajaan yang saling bermusuhan. Masing-masing  kerajaan itu memiliki seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Walaupun orang tua mereka saling bermusuhan tetapi mereka saling mencintai.

Baca entri selengkapnya »

Kolang-kaling

Posted on Updated on

oleh Fittriyani

risSuatu hari seekor ayam sedang mengais-ngais tanah untuk mendapatkan makanan, mungkin saja ia bisa mendapatkan seekor cacing tanpa menunggu majikannya memberikannya makan. Melihat ayamnya kelaparan sang majikan segera mengambil beberapa biji makanan kemudian memberikannya pada si ayam. Majikannya adalah seorang kakek-kakek yang sudah tua. Kakek itu bernama Ibrahim, tapi sering di panggil Kek Him serta kakek itu terkenal dengan suaranya yang besar, walaupun menurutnya ia berbicara dengan suara kecil, tapi bagi orang lain suaranya itu dapat membangunkan orang yang sedang tidur nyenyak.

Baca entri selengkapnya »

Putri Bungsu

Posted on

oleh Rismawati

Ada sebuah cerita tentang dua orang putri, kakak beradik. Mereka tinggal di tengah hutan raya. Hal ini karena mereka tidak lagi mempunyai ayah dan ibu. Ketika kedua orang tua mereka masih ada, keluarga mereka termasuk sebuah keluarga yang bahagia dan rukun. Ketika itu pernah ibunya perpesan pada kedua anaknya. “Anakku, jangan biasakan hidup bermalas-malasan. Apalagi, kalau ada daging, jangan pernah membiarkan daging itu berlama-lama. Daging yang segar itu jika dibiarkan berlama-lama bisa hidup dan tumbuh menjadi setan gergaji. Dan gergaji itu akan memakan kita.”

Sekian lama waktu berselang, mereka sudah merasa nyaman hidup di hutan dengan makan seadanya. Tiba-tiba saja mereka mendapat kiriman daging dari kampung dan kedua putri ini meminta pengantar daging untuk meletakkan daging itu di depan pintu. Kemudian pengantar langsung pergi lagi. Kedua putri itu saling menolak untuk membersihkan dan memasak daging tersebut. Bahkan, untuk mengambil dari depan pintu saja mereka malas. Keduanya mengatakan sebentar lagi..sebentar lagi. Sedangkan daging sudah sangat lama di depan pintu. Mereka lupa dengan pesan ibu mereka. Baca entri selengkapnya »

Sahudin Cempanir

Posted on Updated on

Seorang pemuda bernama Sahudin. Jika dilihat tampangnya, terlihat agak ganteng, tapi dia sedikit kurang cerdas. Sahudin seorang bujang yang ingin menikah. Ia pun menyampaikan niat itu pada bibinya, kemudian bibinya ini yang akan menjadi perpanjangan lidah Sahudin pada orangtuanya. Baca entri selengkapnya »