Puisi

PERISTIWA DI SUATU PAGI

Posted on Updated on

Sajak-Sajak: Budi Art

Baru saja kusapa. Subuh yang basah. Mengerang terpanggang. Matahari.
Matahari. selalu saja ia menguapkan mimpi. Padahal semusim sudah
menanti. Dan jemari bergetar di antara liang-liang. Yang kau pancang
pada tiang. Meleleh dalam hatiku. Meleleh dalam dagingku. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Parade Puisi Mahasiswa di Tiga Kampus

Posted on Updated on

GULITA YANG BERGANTI

Muhammad Haekal

Dan semua tanpa warna…

Semu malam gulita…

Bersemilir angin tak berkala…

Aku mewajah gerah…

Tanpa usang semua terbang…

Dengan debu melekat hampa…

Kutawar berada pagi…

Yang biasa bermatahari tanpa bintang abadi… Baca entri selengkapnya »

KUPUNGUTI DAUN-DAUN

Posted on Updated on

puisi Budi Art

Kupunguti daun-daun. Entah untuk apa. Entah untuk siapa. Angin saja yang selalu menyapa. Belum pula menguning warnanya. Belum genap senja pula usianya. Berserak entah dimana. Kala gerimis menepis. Kala kabut seketika kalut. Baca entri selengkapnya »

}}Balada Dua Tahanan

Posted on Updated on

Hendra Kasmi 

makan.jpg Si jangkung babak-belurUsai menggarong ayam kampung Pak SukunKini di remang-remang ruang interogasiSembilan pasang mata saga dan topeng-topeng mautMenatapnya dengan murkaSeakan hendak menerkam dan memamahnya hidup-hidup Baca entri selengkapnya »

Galauku, kawan

Posted on

                       Trisfayani

Kawan,

Ceritakan padaku bagaimana kesejatian itu bermakna

Bagimana kesejatian itu berwujud

Bagaimana kesejatian itu bisa kumaknakan

 

Kawan,

Terlalu terjal jalan yang aku tempuh untuk satu kata itu

Aku mulai lelah,

Aku mulai jenuh

Kutakut,

Kukan luruh

Bersama hati yang kian rapuh

 

Kawan,

Apalagi yang harus ku lakukan

Semuanya t’lah kukorbankan

Hanya untuk satu kesejatian

Tapi belum juga kudapati

Hingga waktu terlewati

Tanpa ada sesuatu yang berarti

 

Kawan,

Semuanya mulai terasa kaku

Lidahku kelu

Mulutpun bisu

Tubuhku membatu

 

                                                                                    Peraduan Sepi, 5 Juni 2007