Humor

Oleh Rismawati

Garam untuk Pakis

Di sebuah desa hiduplah sepasang suami istri yang sudah menikah 10 tahun tapi belum dikarunia seorang anakpun. Suatu hari si istri hendak memasak sayur pakis. untuk makan siang, tetapi ketika hendak memasak si istri melihat garam dapurnya sudah habis, sehingga dia meminta suaminya untuk membelikannya ke pasar.

Istri       : Bang…! (si istri memanggil suaminya)

Suami   : Ada apa istrku ?

Istri       : Bang, tolong belikan garam ke pasar.

Suami   : Untuk apa garam ?

Istri       : Untuk pakis, garam sudah habis.

Suami   : Untuk apa pakis  digarami?

Istri       : Supaya lebih terasa dan lebih enak

Suami : Baiklah istriku, saya akan pergi membeli garam ke pasar, kau tetaplah di rumah

Si suami dengan semangat pergi ke pasar membeli garam, tapi sudah sangat lama istri menunggu suaminya tidak juga pulang. Istrinya sudah capek menunggu. Bukan hanya itu si istri benar-benar sudah sangat lapar, tapi suami tak juga pulang. Tiba-tiba terdengar seseorang mengucap salam di depan pintu

Suami   : Assalamua’laikum

Istri       : Wa’alaikum salam, kenapa lama sekali Bang? Sudah sore kok baru pulang, mana garamnya? Biar cepat saya, saya sudah lapar Bang.

Suami   : Adek tidak perlu lagi capek-capek memberi garam pakis dan kangkung, karena tadi pas pulang dari pasar abang melihat banyak pakis di pinggir jalan, dan langsung saja Abang beri garamnya. Agar adekku tidak perlu capek-capek lagi.

Istri      : Tueng……….!!! Capek dehhhhh!!!

Iklan

3 thoughts on “Humor

    ebone said:
    Oktober 18, 2007 pukul 10:59 pm

    dinda,maukah kau dengar sebuah hikayat lama.
    bila kau mencari kenyamanan dalam setiap kata-kata yang membentuk alur sebaiknya kau tidur di sini. ya, dipangkuanku. anggaplah pangkuan nenekmu pabila kau ingat syariat islam. tapi jika kita misalkan di amerika jangan anggap aku nenekmu.

    suatu hari, si pemuda tampan(mungkin mirip teuku fajriman) menghadap seorang guru alim. wajahnya yang pucat pasi memberitahukan kepada guru tersebut bahwa pemuda ini kurang mengaso. dan rupa-rupanya benar seperti dugaannya.

    “Benar belaka apa yang guru duga. Anakmu luntang-lantung ke sana ke mari. dan kehendak yang kuasa membawa anakmu ini kemari,” ujar pemuda rupawan dalam bahasa terbata.

    ris, gimana ini… he he he. besok, ya, aku ceritain lagi. tapi besok aku mau jadi laki lo, no nenek, right?!daag…

    idham khan said:
    Agustus 8, 2008 pukul 9:27 am

    peue peugah nyan…..

    idham khan said:
    Oktober 17, 2008 pukul 6:45 am

    hai kawan2, koq humor tak ada tambah2 lagi… saya mau baca lagi lah, sblm kawan2 baca saya punya humor yang tak lucu nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s