Deut Buta

Zaman dahulu kala ada seorang anak laki-laki yang rada bodpin alias pendek antenanya. Namanya Amat. Suatu hari ibu si Amat berkata, “Carilah deut buta. Kita tak punya ikan apa-apa hari ini.”

Pergilah si Amat ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. Ia menginjak-injak lumpur sambil berdoa semoga Allah berikan rezeki yang banyak. Doa Amat sangat makbul. Tiap kali ia menginjak lumpur ada saja deut yang keluar. Besar-besar lagi.  Tapi, Amat sangat kecewa. Semua deut itu bermata alias tidak buta. Karenanya, dengan berat hati Amat melepaskan kembali deut-deut tersebut. Siang hari Amat kembali ke rumah tanpa hasil apa-apa.

Ibu Amat heran. Tak biasa anaknya pulang tanpa hasil seperti itu. Belia lalu bertanya, “Mana deut-nya?”

“Tak ada, Mak. Tak ada deut buta. Semuanya bermata.”

Ibu Amat mengurut dada. Menyesali nasib anaknya yang sangat pendek antenanya itu.

Deut (bahasa Aceh) adalah salah satu jenis ikan.

Iklan

2 thoughts on “Deut Buta

    malem dewa said:
    Februari 4, 2010 pukul 8:21 am

    bukan salah anak tapi emak nya yg salah. itu namanya anak yg baik, anak yg ikut kata ibunya.

    HeruLS said:
    September 8, 2012 pukul 5:08 am

    Aduh, itu namanya “pesan tak sampai”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s