PENGAJARAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH

Posted on Updated on

musikalisasi-puisi.jpgANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

Oleh Mukhlis A. Hamid, M.S.

Disampaikan pada Dialog Sastra 1996, Jangka, Bireuen, 21 Desember 1996

 

I. Pengantar

Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di berbagai jenjang pendidikan selama ini sering diaggap kurang penting dan dianaktirikan oleh para guru, apalagi pada guru yang pengetahuan dan apresiasi sastra (dan budayanya) rendah. Hal ini menyebabkan mata pelajaran yang idealnya menarik dan besar sekali manfaatnya bagi para siswa ini disajikan hanya sekedar memenuhi tuntutan kurikulum, kering, kurang hidup, dan cenderung kurang mendapat tempat di hati siswa. Baca entri selengkapnya »

Elegi Buntul Kubu

Posted on

Oleh : Akmal MR

Saat panas menukik terik. Ketika sinar matahari seakan berniat mencabik-cabik. Waktu angin mencubit kelopak mata. Kami beranjak pergi meninggalkan keramaian kota menuju tempat indah yang bernama kota Takengon..

Langit mulai gelap matahari pun tlah beranjak pergi tuk kembali ke peraduannya. Malam itu mereka sampai ketujuan. “Selamat datang di kota dingin” begitu kerap ucap seorang lelaki yang sudah lama menunggu kedatangan kami. Baca entri selengkapnya »

PANDUAN MENULIS CERITA

Posted on

(PANDUAN ALTERNATIF UNTUK PENULIS PEMULA)

Oleh Mukhlis A. Hamid, M.S.tiga-sang-juara.jpg

PENGANTAR

Sudah dua puluh tahun yang lalu Arswendo Atmowiloto bilang “Mengarang itu gampang”. Tak Percaya, baca saja bukunya yang berjudul Mengarang Itu Gampang. Dalam buku yang diterbitkan oleh PT Gramedia, Jakarta, 1984, itu Arswendo mencoba meyakinkan para pembaca bahwa sebenarnya kegiatan menulis atau mengarang itu tidak sesukar yang dibayangkan orang. Asalkan: orang yang mau menulis atau mengarang tersebut benar-benar punya kemauan dan memaksa diri sendiri untuk menulis, menulis, dan terus menulis! Sebaliknya, kalau keinginan untuk menulis atau mengarang itu hanya ada dalam cita-cita, keinginan, dan tak pernah dilaksanakan, kegiatan menulis atau mengarang itu menjadi sukar dan tak pernah berwujud. Karenanya, kalau ada keinginan untuk menulis dan menjadi seorang penulis, usahakan untuk mewujudkan keinginan tersebut saat itu juga, jangan ditunda-tunda. Ide dan atau mood itu sering sekali datangnya tiba-tiba dan jarang betul berkali-kali. Ia hanya datang sekali. Kalau tak ditangkap, tak dimanfaatkan, tak diwujudkan, ide atau mood menulis itu akan hilang percuma. Sayang bukan?

Tujuan dan Ragam Tulisan

Seseorang yang menulis tentu punya tujuan atau harapan. Ia mungkin ingin mengungkapkan hasil pengamatan, hasil percobaan, hasil penelaahan, hasil wawancara, gagasan personal, dan sebagainya dengan dukungan data atau fakta yang dapat diuji kebenarannya. Sebaliknya, ada juga orang yang menulis sesuatu yang dirasa secara personal atau kelompok, dibayangkan akan terjadi di suatu tempat pada suatu masa, diimajinasikan/dikhayalkan, ataupun sesuatu yang pernah terjadi secara faktual tetapi sudah ditambah-tambah, dikurangi, diganti, difiktifkan sehingga tak dapat lagi dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Tulisan-tulisan yang mengungkapkan sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya lazimnya disebut tulisan atau karangan ilmiah atau karangan faktual, karangan nonfiksional. Sebaliknya, tulisan yang tak dapat dibuktikan kebenarannya disebut tulisan atau karangan fiksional. Kali ini, sesuai dengan pesan sponsor, kita hanya akan membahas ragam tulisan yang kedua, tulisan atau karangan fiksional. Ragam tulisan ilmiah akan kita bahas pada kesempatan lain. Oke? Baca entri selengkapnya »

Kegelisahan Sastrawan dan Calon

Posted on

sastrawan.jpgOleh: Herman RN

Sebelum saya bicara di ruang ini, terlebih dahulu saya hendak menyampaikan kepada sidang pembaca bahwa suara ini bukan suara pembelaan, apalagi kemarahan terhadap saudara Mustafa Ismail yang telah melebarkan polemik pembicaraan sastra kita (hal yang bagus). Tulisan ini sekedar hendak membuka wacana diskusi kita terhadap geliat sastra kita (Aceh) dewasa ini. Semoga di ruang ini kita bisa berdiskusi demi perkembangan sastra kita akan datang.

Sejak awal 2007, setiap Minggu, Serambi Indonesia memuat artikel-artikel tentang sastra di kolom opini. Kita tentu masih ingat hari Minggu pertama di bulan Januari tahun ini, wacana sastra kita dibuka oleh Mustafa Ismail. Saya tidak mengulang kembali apa yang sudah dibicarakan Mustafa waktu itu, karena memang sudah saya cerdasi di Minggu ke dua bulan Januari. Kemudian Minggu ke tiganya, Cut Januarita, seorang pegiat sastra yang mengajar di MAN model Banda Aceh, juga memberikan opini dia menyangkut hal yang sama. Baca entri selengkapnya »

Negeri Gadis Kecil yang Misterius

Posted on

kilometer-nol.jpgOleh : Akmal MR

         Aku seperti manusia yang dililit jerami kusam dalam terik matahari hingga membuat pandanganku kabur sampai apa yang aku lihat betul-betul tak tampak lagi. Padahal aku baru saja merasa senja yang begitu indah hingga ia takluk pada malam yang menyajikan jutaan titik kedamaian, pada tengah ia beri lingkaran sebagai lentera yang siap memberi cahaya yang indah.

Namun Apa yang terjadi pada tubuhku disini? Kenapa aku tak bisa mengerakkan tubuhku. Tak bisa kekiri juga tak bisa kekanan. Akupun tak sanggup membuka mata dan berteriak lagi. Sungguh aku tak bisa. Apa yang telah membuat aku begini? Kenapa begitu banyak jerami menggulungku? Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Posted on

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!