Arsip

Kado untuk Tuan Aktivis

Posted on

Oleh : Hendra Kasmi

Apa lagi yang bisa kami ceritakan padamu tuan

tenggorokan kami telah serak oleh teriakan-teriakan tak bersuara

semestinya menggema sampai ke relung hati mereka-mereka

yang dulu juga seperti kami

berkoar lantang dalam barisan depan

demi sebuah keadilan

sementara langit kota masih tetap merah dalam pucuk remang

Tuan-tuan sekarang bisa tidur nyenyak dalam dekapan malam

usai menyanyikan himne perjuangan tadi pagi

tapi lagu itu belum selesai tuan

bangunlah!

lihatlah di jalan-jalan masih hitam oleh perih anak-anak negeri

yang telah dijadikan tumbal untuk sebuah kebenaran semu

pergilah juga ke gubuk-gubuk di pinggir kota

di sana ada tangis jelata

yang mengharapkan sesuap keadilan

Mana, di mana yel-yel yang pernah tuan teriakan dulu

tentang mentari yang tersenyum esok

sedangkan yang kami dapati kini hanyalah muram

oleh asap-asap penindasan yang mengepul

menghitamkan langit kami

Jika tuan masih tak mendengar keluh kami

bagaimana kami bisa meninabobokkan belia

untuk menjemput mimpi-mimpi cemerlang esok hari

apakah karena tuan juga mengharapkan kami

untuk terus merekayasa janji-janji

untuk kami suguhkan pada anak-anak kami

jika kelak mereka menanyakan  arti sebuah keadilan

Hendra Kasmi, mahasiswa Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Syiah Kuala. Aktif di gemasastrin. Asal Jeuram

Iklan