Puisi-Puisi Iful Rozi

MERINDU BULAN

 

Terasa malam ini kulepaskan sejuta kesedihan

Lantunan dinginnya suasana kemarin buatku merindu

Ketika kupandangi malam, sejuta khayalan pun hadir

Terlihat sejuta bintang yang mengelilingi sang rembulan

 

Sungguh indah cahaya bulan malam ini

Daku masih ingin merasakan kebahagiaan dimalam lalu

Dikala kau meredup, kuhanya bisa tertegun memandangmu

Selama hidupku berjalan, ingin selamanya cerahnya senyummu tenangiku

 

Malam indah, ku harapkan terangmu takkan memudar di tutupi hitamnya awan

Karena di setiap gundahku, kau lah yang dapat kulihat

Bintang, tetaplah kau temani bulan dan janganlah dikau pergi tinggalkan malam

Jikalau ku menangis hiburlah daku dengan keindahan senyummu.

 

——————–

 

IMPIAN YANG HILANG

 

Sesaat terlintas
betapa berat akan keikhlasan untuk menggapai sebuah impian
terkenang susah senang ketika berjuang di antara terang gelapnya impian
terus tersenyum dikala kegagalan mendera

 

Namun
sekarang mimpi mimpi yang telah di tanamkan sejak kecil hilang
semua menjadi galau, gelap dan suram
perjuangan demi perjuangan yang telah di keluarkan bagaikan tak berarti

Kini, hidup bagaikan tak bercahaya
cita- cita telah pergi dengan bergulirnya waktu
dan berharap hidup kan terus berjalan
hingga kegelapan menjemput dan nafas tak berhembus lagi

 

———————-

 

KENANGAN HIDUP

 

Tersusun rapi album-album kenangan hidup yang telah terlewati

Terkenang musim bergulir dengan ditemani dedaunan yang gugur berterbangan

Taman-taman indah dihiasi ayunan dan juga burung-burung yang bernyanyi di dahan-dahan

Sampai hati terbawa hanyut kedalam rantai kebahagiaan menutupi kegelisahan

 

Tersadar ingin terulang lantunan syahdu irama bernyanyi tentramkan hati

Hangatnya kedamaian membuat jiwa tentram dan ingin menjauhkan diri dari rasa gundah

Suasan indah sekilas dirasakan hingga mata terlelap jatuh kedalam mimpi

Dan terus menghayal dan berangan-angan mengulang sang waktu menapaki kehidupan

 

Tersadar dikala mata mulai kembali terbuka

Suasana kembali seperti semula dan tak terdengar lagi suara kicauan burung bernyanyi

Maka mengalirlah air mata mengetahui bahwa semua hanya khayalan belaka

Dan terbangun kembali dari kursi goyangnya memulai merapikan kembali album-album cerita lama

 

 

Iful Rozi merupakan mahasiswa PBSI angkatan 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s