Puisi-puisi Rahmatsyah

UNTUKMU DALAM HATI

Dalam hayalan

Dia selalu menghampiri

Sapanya bagai kapas

Kapas yang memberi kenyamanan

Senyumnya adalah kesedihan

Ia hilang dalam mimpi

Ia pergi dalam kenangan

Kenangan yang selalu terbayang

Dalam hening ini

Kuluapkan isi hati ini

Diatas ketas putih

Yang  ternodai pena hitam

Ku tidak berharap ia kembali

Tapi ku ingin ia dalam impi

Ku tak mau ia datang lagi

Namun kupinta ia damai disana

Bersama rembulan yang menemani malam ini

Ia indah dalam hayalan

Memberikan cahaya

Untuk tegar akannya

Ia dalam renungan

SUNYI

Dibalik kesunyian malam

Terlintang suatu harapan

Tentang hidup, angan, harapan, juga cita-cita

Malam ini sunyi melelapkan hati ini

Aku sendiri dalam renungan

Aku sendiri penuh pengharapan

Rembulan masih disini

Bintang juga setia

Angin malam pun menyelimuti ku

Malam semakin sunyi

Seiring suara hati

Berlalu bersama angin

. . .

SEPUCUK SURAT CINTA

Diujung jalan itu

Ia menuliskan sepucuk surat cinta

Kepada kekasih yang jauh darinya

Tinta yang begitu setia menemaninya, dan

Kertas putih menjadi sahabatnya

Diujung jalan itu

Ia bersama lentera yang memberikan

Cahaya redupnya seakan tau

Betapa gundah, resah, rindu, dan sedih

Diujung jalan itu

Lentera begitu ikhlas menemaninya

Lentera itu menambah kegalauan hatinya

Tinta pun masih berlari diatas kertas

Menuliskan kata-kata indah

Tentang hidup

Tentang harapan

Cita-cita

Tentang aku dan dia

Jauh masih dia dariku

Tak jelas apakah dia mencintaiku seperti aku cintanya?

Diujung jalan itu

Lentera yang masih setia menemaninya…

28 February 2011

RINDU

Saat berbaring dalam sunyi

Ia selalu menemani disisi

Saat hati merindu

Mungkin tidak lama

Mungkin selamanya

Ingin rasa nya bertemu

Walau hanya dalam mimpi

DI BALIK MALAM

Aku terperangkap

Dalam galauan hati

Yang tahu arah

Merindukannya

Tertetes air mata

Ia pergi

Ia hilang

Tak kembali

Di balik malam

Aku memanggilnya

Dalam hati

Dan aku melihat

Ia tersenyum

Di balik malam

Yang dingin

Dengan rintikan hujan

Seakan menemani sedih hati ini

Rahmatsyah, mahasiswa PBSI Unsyiah, angkatan 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s