AMBRUKNYA PERGURUAN SILAT

Disusun oleh Wirda Novika (Mhsw PBSI FKIP Unsyiah)

Di depan Pintu Gerbang Perguruan Silat

Guru Agung    :“Kalau murid-murid di perguruan ini semakin rame, otomatis uang depositoku makin banyak. Aku bisa gonta-ganti kuda, bisa gonta-ganti istri. Enak banget jadi pemimpin kiri kanan uang.” (mondar-mandir di depan pintu gerbang)

Lewat dua orang murid

Murid 1,          :“Siang guru….!”

Guru agung     :“Siang, kenapa kalian gak ikut latihan?”

Murid              :”Anu guru…..”

Guru agung     :“Apa panu-panu? Kamu menghina saya, mentang-mentang saya banyak panu.”

Murid 2           :”Begini lo guru, lapangannya dipakai buat kawin massal.”

Guru agung     :”Apaaaaa….?? Kawin massal?

Siapa yang berani kawin-kawin di perguruan saya, ini perguruan terhormat, bersyariat islam.

Murid 1           :”Anu guru….. eh maksud saya niiiiiikahh massal Guru.”

Guru agung     :”Oh…. Itu toh, gak pa-pa bagus itu dari pada ditangkap WH kan mending nikah massal. Gratis lagi. Halallllllll.”

Murid 1,2        :”Kami permisi guru ya.!!”

Guru agung     :”Eeem…. Latihan dirumah ya!”

Guru Agung duduk di sebuah batu

Guru agung     :”Kuda Putih sudah ada dua, Kuda Hitam udah ada lima, Kuda Coklat ada, Belang ada, sayang Kuda Kuning gak tau beli dimana.

Hidup….hidup. hidup itu emang untuk senang, ngapain hidup kalau gak senang iyakan.? Bak kata pepatah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.sekarang jadi pemimpin yaaa dimanfaatkan saja”

Tiba-tiba datang seorang pelatih

Pelatih             :”Selamat siang Guru…!”

Guru Agung    : “Siang, ada apa Tuk Bayan Tula? Ada gerangan apa engkau menemuiku di sini?”

Pelatih             :”Begini Guru, murid-murid di perguruan kita ini makin lama makin banyak. Sekarang ribuan jumlahnya, tetapi lapangan dan peralatan untuk latihan makin hari makin kurang.”

Guru Agung    :”Oh…… itu perkara kecil, kan masih ada tempat parkir yang masih bisa dijadikan tempat latihan.”

Pelatih             :”Ia, tapi gak cukup Guru. Peralatannya juga sudah rusak semua. Pedang-pedang pada patah, tombak sudah rapuh, panah sudah berkarat.

Guru Agung    :”Kamu ini gimana? Kok bisa  pedang-pedang kita patah semua???  Jangan-jangan anak-anak kamu latih jurus pematah pedang. Tapi gak apa-apa 10 tahun lagi semuanya akan saya ganti.”

Pelatih             :“10 tahun kelamaan guru. Oia guru, kita juga kekurangan tenaga pelatih.

Guru Agung    :”ya udah, kamu latih aja semua anak-anak tu. Sudah sana kerjakan tugasmu, aku juga mau mengerjakan tugasku. Sebangai pimpinan di sisni ada banyak hal yang lebih penting yang hurus aku pikirkan.”

Pelatih             ”permisi Guru..!”

Guru Agung    ”ia…..”

* * * *

Pelatih dan murid disebuah lapangan.

Pelatih             :”Selamat pagi anak-anak…!”

Murid-murid   :”Pagi guru…!”

Pelatih              :”Pada hari ini kita akan mempelajari  jurus mabuk, jurus patah-patah, dan jurus gergaji”(sambil mempraktekkan ketiga jurus tersebut).

Murid 1           :”Kok banyak sekali Guru?”

Pelatih             :”Saya gak mau tau, pokoknya mulai hari ini kita belajar tiga jurus dalam tiga pertemuan. Untuk menghemat waktu, tenaga dan tempat.”

Murid 2           :”Oh… gak bias gitu Guru, kami kan bayar latihan disini.. gak bisa gitu dong”

Murid 3,4        :”iuran bulanan mahal, latihan gak jelas.” (berbisikan)

Pelatih             :” kalau kalian mau protes jangan sama saya, saya cuma pelatih, yang gatur jadwal bukan saya… Sekarang lapangan kita kurang, peralatan ngak ada, pelatihpun kurang. Gimana mau latihan rutin. Tiap tahun murid-murid bertambah, pelatih makin hari makin rame yang meninggal karna kita masih pakek pelatih angkatan 70an.Ada lapangan disewakan buat kawin massal, sunat massal pokoknya “peng” semua.”

Murid-murid   “ o….. begitu ya!”

Pelatih             :“o….. begitu ya! Kok dibilang oh begitu ya, yang seperti ini kalian protes. Karna maju mundur dan hancurnya perguruan ini ada di tangan kalian… ne gak kumpul sana kumpul sini. Yang tau  pacaran…. aja. Ayo kita mulai latihan.”

Mereka memulai latihan

* * * *

Murid-murid   : “Kami butuh lapangan ,kami butuh pelatih ,kami butuh peralatan”

Murid-murid berteriak-teriak di depan rumah guru agung.

Guru agung     : apa-apaan ini?

Murid-murid  : “Kami butuh lapangan ,kami butuh pelatih ,kami butuh peralatan”

Guru agung     :”Ka mate eke, peki nyoe? Tenang-tenang kalian tenang dulu. siapa yang suruh kalian teriak-teriak ke sini?”

Murid-murid   :”Kami  kami butuh lapangan,… kami butuh pelatih yang handal……kami butuh peralatan……kalau tidak kami akan mogok latihan sampai perguruan ini tidak ada muridnya lagi.”

Guru agung     :”Ia ia nanti kita bicarakan  baik-baik… bukan dengan cara teriak-teriak gini.. gimana saya bisa mikir kok kalian ribut gini”

Murid 4           :”guru agung yang terhormat… jangan kebanyaan mikir… mending mikirnya satu aja.. tapi dikerjain… ne gak mikirnya banyak-banyak kali.. akhirnya gak ada yang dikerjakan”.

Guru agung     :”ia ia… tapi gak bisa sekarang… maaf ya! Saya hurus masuk dulu… kebelet ni…..”

Guru agung lari masuk ke dalam rumah dan tidak keluar lagi sementara murid-murid di luar terus berteriak

Murid-murid   :“kami  kami butuh lapangan,… kami butuh pelatih yang handal……kami butuh peralatan……”

Murid-murid   :”kami  kami butuh lapangan,… kami butuh pelatih yang handal……kami butuh peralatan…”

Murid 3           : sudah-sudah kita pulang saja dulu besok kalau belum ada perubahan diperguruan ini kita akan kembali lagi dengan episod yang lebih dahsyat.

Semua murid-murid meninggalkan tempat tersebut.

sekian dan terima kasih

Iklan

One thought on “AMBRUKNYA PERGURUAN SILAT

    luthfia hanun said:
    Maret 27, 2012 pukul 11:26 am

    ini lumayan bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s